
Kinan
Kinan menangis di sepanjang perjalanan menuju rumah, ia benar - benar terlihat sangat menyedihkan. Airmatanya masih menetes dan sesekali ia menyusut air yang keluar dari hidungnya.Kinan tidak mengangkat telepon yang sejak tadi selalu berdering, satu nama yang selalu meneleponnya berkali - kali yaitu Raffa.
" Apa yang kau lakukan pada adikku! ", satu kalimat yang terniang di telinganya saat Raffa berusaha menolong dirinya dari gangguan pria lain yang mencoba untuk berkenalan dengannya.
Sakit, nyeri karena saat ini Kinan masih dianggap seorang adik. Menyedihkan...
" Kalau mba mau minum,ini ada air mineral masih bersegel, belum sempat diminum. Saya setel lagu ya mba biar sedikit tenang " ucap pak sopir taksi, ia mencoba untuk menghibur Kinan. Dia menyetel sebuah musik jazz dan memberikan satu botol air mineral untuk Kinan.
"Terima kasih" Kinan menerima dan meneguk habis air mineral itu, ia benar - benar sangat haus setelah menangis.
" Itu Le Manerale, yang iklannya ada manis - manisnya gitu tapi lebih manis mba apalagi kalau nggak nangis pasti manis banget" seloroh pak sopir, " Jadi ingat anak saya seusia mbak, tidak perlu menangis mba laki-laki memang seperti itu, makanya saya tidak suka laki-laki " selorohnya lagi sembari tersenyum.
Kinan mengangkat sudut bibirnya mendengar candaan pak sopir, " Ya iyalah bapak nggak suka laki - laki, kalau suka laki-laki berarti hombreng "
" Homo mbak, homo"pak sopir tersenyum, dan mencoba membenarkan ucapan Kinan,
"Lah itu tahu..." dengus Kinan. Ia menatap keluar jendela tidak ingin bicara dengan orang lain, saat ini ia merasa kesal dan ingin sekali berteriak.
"Bahkan sejak pertunangan kamu tidak pernah menatap mataku dengan cinta, Raffa" gumamnya dalam hati.
"Drt.. Drt... " suara handphonenya kembali berdering namun kali ini si ratu mesum yang meneleponnya.
"Apaan sih Jess...!" seru Kinan dengan suara yang sudah naik satu oktaf.
"Dihhh, judes amat sih lu..!, kalau lagi berantem sama Raffa jangan gue yang jadi pelampiasan."balasnya di ujung telepon," Ngapa lu ngomel terus, nggak dapat jatah dari si Rappol " cibirnya
" Sorry, gue lagi badmood. Lu mau apa? " Kinan merendahkan suaranya kembali, ia sadar tadi ucapnya sedikit keras kepada Jessica.
" Besok jangan lupa ke kampus bawa berkas yang dibutuhkan. Gue nebeng, lu samperin gue ke rumah."
" Ah..., lu kebiasaan buruk. Gue selalu dijadikan alasan, Lu kalau mau main sama pacar lu jangan libatin gue. Bisa-bisa gue ditelepon bang Juna dan bang Ardi terus" Kinan mendegus kesal, ia tahu Jessica selalu pergi bersama Rian, namun Kinan yang selalu dijadikan alasan. Pergaulan bebas membuat Jessica lupa akan waktu, ia anak perempuan satu-satu yang kesepian dan selalu mencari kesenangan di luar rumah dengan cara yang salah. Keluarganya orang kaya,Ayahnya pengusaha properti, semua kebutuhan hidupnya terpenuhi namun kasih sayang dan keutuhan sebuah keluarga masih jauh dari kata normal.
"Sekali lagi Nan" bujuknya di ujung telepon. "Bang Juna cuma percaya sama lu, kalau gue alesan yang lain sudah pasti nggak mungkin diijinin. Kalaupun gue kena masalah, itu resiko gue sendiri. Lu santai saja."
"Awas lu kalau bohong..!" gerutu Kinan, "Ini yang terakhir, gue nggak mau jadi tameng lu lagi. Bang Juna setiap lu pergi telepon gue mulu"
"Ya mungkin aja abang gue demen sama lu" kelakarnya, " Tapi gue nggak mau punya kakak ipar model kayak lu. Cerewetnya minta ampun, soak lagi. Hahahaha... "
"Najis...!, Gue juga nggak mau punya adik ipar kayak lu, ratu mesum..!" terdengar gelak tawa di ujung telepon.Mendengar suara Jessica sedikit membuatnya ceria kembali, walaupun temannya ratu mesum, dia bisa diandalkan untuk segalanya dan cukup aman diajak curhat untuknya.
"Ceritain sama gue, lu kenapa sama si Rappol"
Kinan mulai menceritakan kejadian hari ini sampai dia kesal dengan Raffa.
"Lu dengerin gue baik-baik nggak usah nangis, gue akan ajarin lu jurus mesum tingkat dasar dan cara tarik ulur pria nggak peka kayak Raffa "
Kinan menautkan dahinya, "Emangnya ada berapa jurus" tanyanya, namun dia mendapat lirikan dari sang sopir yang mulai penasaran dengan pembicaraan mereka.
"Ada tiga jurus. Tahap dasar, terampil dan profesional, hehehe " ucap Jessica sembari terkekeh , "Kalau modelnya kayak lu yang dasar saja. Perlu lu tahu, biarpun gue rusak, gue nggak mau lu ngikutin jejak gue. Ini cuma pelajaran untuk si Rappol yang sebentar lagi akan pergi jauh."
Kinan mendengarkan setiap arahan dari teman mesumnya,ia menganggukan kepala dan terkadang sesekali menggaruk kepalanya karena bingung.
Raffa
Raffa menelepon berkali-kali namun tidak pernah dijawab oleh Kinan. Ia melirik tas selempang milik Kinan yang tertinggal di dalam mobilnya.
"Salah lagi" gerutunya, " Kenapa sih cewek ribet amat apalagi Kinan, salah ngomong saja langsung ngambek."
Ia menghembuskan nafasnya dan menelepon Rio.
"Ada apa juragan?" tanya Rio diujung telepon.
" Yo, biasanya cewek kalau marah dikasih apa biar dia baikan lagi?" tanya Raffa dengan serius.
"Yaelah gitu aja bingung, kasih dia pelukan dan ciuman panas pasti dia baikan lagi, hehehe"
__ADS_1
"Aku tanya serius Yo kamu malah bercanda" dengusnya kesal, ia merasa dibodohi oleh sahabatnya.
"Yeee.., gue ini juga serius Rappol.Cewek itu dipeluk dan dicium sama orang yang dicintai saja udah seneng banget apalagi modelnya Kitis yang cinta mati sama lu" ucapnya dengan yakin. " Yasudah, beliin Kitis sesuatu yang bikin dia senang" sambungnya lagi.
"Oke"
Tut.. Tut.. Tut... sambungan telepon terputus secara sepihak dan Rio merasa kesal karena Raffa tidak berterima kasih padanya.
Raffa segera membeli beberapa burger dan ayam goreng kesukaan Kinan, ia sengaja membeli beberapa porsi besar untuk keluarga Kinan dan untuk keluarganya di rumah. Ia ingat si double kembar suka dengan fast food dengan merk terkenal.
"Masuk saja Den, Non Kinan di kamar. Tadi dia pesan kalau Aden kesini suruh masuk saja" sang asisten rumah tangga Kinan mempersilahkan dirinya untuk ke lantai dua tempat kamar Kinan berada. Suasana sepi karena kedua orang tua Kinan belum pulang, dan tidak terlihat penghuni lainnya.
"Disini saja bi, saya hanya mengantarkan tas dan makanan ini"ucapnya sembari menyodorkan beberapa tas makanan." Ini buat bibi juga " ia memberikan satu plastik makanan untuk asisten rumah tangga Kinan.
" Alhamdulillah, makasih Den"ucapnya dengan tersenyum dan menerima bungkusan makanan ," Aden masuk saja ke atas, itu pesan non Kinan tadi.Sejak pulang Non Kinan matanya sembab seperti habis nangis,nggak tahu kenapa " Raffa merasa terpojok dengan penuturan bibi asisten rumah tangga karena sebenarnya dia yang membuat Kinan menangis.
" Tok.. Tok.. Tok... "
" Nan, keluarlah. Kita bicara sebentar "pinta Raffa, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Sepuluh menit dia berdiri belum juga dibukakan pintu. Saat ia akan pergi, pintu dibuka oleh seorang gadis yang begitu segar di matanya, dengan mengenakan baju singlet, celana pendek yang memperlihatkan paha mulusnya serta terlihat rambut yang dibalut dengan handuk.
"Ayo kita bicara di luar, kamu pakai baju terlebih dahulu" pinta Raffa tanpa melihat kearahnya, ia melihat Kinan begitu sexy dan menggoda iman.
"Kalau mau bicara denganku masuk, kalau tidak pergilah" ucapnya dengan tegas.
Raffa menautkan kedua alisnya, "Tumben banget dia tidak menurut kepadaku" gumamnya dalam hati. Terdiam, berfikir sesaat apa yang akan dilakukannya.
Saat Kinan akan menutup pintunya ia menahan gagang pintu kamar Kinan, "Aku masuk"
Ia duduk di samping ranjang dan melihat ke sudut ruangan."Masih sama seperti dahulu" gumamnya dalam hati.
"Maaf" ucap Raffa, " Aku membawa banyak makanan, makanlah" ia menaruh beberapa kantong makanan di meja belajar Kinan.
"Kamu fikir aku gentong bisa makan sebanyak ini! " sembur Kinan, matanya menatap tajam seolah menghakimi Raffa yang telah salah memberinya banyak makanan.
Kinan membuka handuk di kepalanya dan menyisirnya dengan lembut.
__ADS_1
"Kata Rio kalau mau kamu baikan harus membeli apa yang kamu senang. Kamu kan suka makan jadi aku belikan burger dan ayam ini." Kinan terperangah dengan penuturan Raffa, di satu sisi ia merasa senang karena Raffa berusaha mengambil hatinya agar bisa memaafkan, namun di satu sisi ia merasa kesal karena Raffa tidak peka dengan hal-hal yang berbau romantis.
" Kasih bunga kek, boneka atau perhiasan malah ngasih makanan."gerutu Kinan sembari berkacak pinggang
" Kalau bunga cuma bisa dilihat sesaat besok bisa layu, boneka kamu sudah banyak yang dibelikan mama Ifa, perhiasan juga sudah dibelikan mama Navysah saat kita lamaran." Raffa mencoba menjelaskan kenapa dirinya lebih memilih membeli makanan daripada lainnya.
" Cih..., kau bilang apa? Lamaran!, sayangnya tunanganku tidak pernah menganggap aku sebagai seorang wanita. Hanya adik, statusku hanya seorang adik baginya. Menyedihkan " jelas Kinan,wajahnya mulai sendu kembali saat mengucapkan kata adik.
"Aku merasa dipermainkan, pertunangan ini tidak berharga untukmu kan!" sentak Kinan, "Aku sudah bilang tolong cintai aku sebagai seorang wanita bukan seorang adik. Sayangnya, tidak pernah ada rasa cinta di matamu. Sebaiknya kita akhiri saja semua ini, aku lelah" Kinan menangis kembali saat mengucapkan kata terakhir. Nyeri, sesak di dada dan takut akan jawaban yang akan diucapkan Raffa selanjutnya.
Tanpa sadar Raffa segera memeluk Kinan, pelukan erat seolah takut kehilangan. "Jangan berkata seperti itu, maafkan segala kesalahanku. Aku janji akan berubah dan mencoba mencintaimu" Ia sangat gugup dan takut saat Kinan akan memutuskan hubungan dengannya secara sepihak, bukan ini yang Raffa mau. Jika saat ini Kinan membatalkan pertunangan sebelum ia pergi jauh, sudah dipastikan mama Navysah akan sakit kembali dan harapan untuk cita-citanya akan pupus sebelum berjuang. Raffa hanya ingin nantinya Kinan yang akan mengakhiri jika sudah menemukan pria lain yang terbaik untuknya, ia akan merelakan dan menerima keputusan Kinan. *Tapi* *b**ukan sekarang waktunya*.
"Kamu jahat.." Kinan memukul punggung Raffa, namun dirinya merasa lega saat Raffa bersikukuh menginginkanya, tidak ingin putus dengannya.
"Aku tahu, aku jahat. Pukulah sepuasmu" ia masih memeluk Kinan yang kini menangis di pelukannya.Terasa tidak nyaman karena dada Kinan menempel padanya, Raffa juga seorang pria normal yang merasa risih saat melihat seorang wanita berpakaian sexy kini sedang memeluk dirinya dengan sangat erat.
"Kamu beneran masih ingin aku?" tanya Kinan. Raffa menganggukan kepala dengan cepat.
"Tatap mata aku" pinta Kinan, dengan jarak yang cukup dekat Raffa mencoba menatap mata Kinan,masih terasa tidak nyaman karena saat ini mereka hanya berdua di dalam kamar dan mata Kinan seolah menghipnotisnya, *mata Kinan yang selalu menatapnya dengan penuh cinta*.
" Jangan menangis lagi, lusa aku akan pergi. Adik-adik masih kecil dan cuma kamu yang bisa aku andalkan untuk menjaga mereka. Calon menantu mama Navysah yang paling baik cuma kamu " ucapnya dengan tersenyum, ia sengaja berkata manis agar Kinan mau luluh kembali padanya.
"Bayar aku jika kau ingin aku menjaga keluargamu" tegas Kinan
"Oke, setiap bulan aku akan mentransfer uang jajan. Jadilah gadis baik dan penurut ya"
Kinan menggelengkan kepala, " Tidak mau uang,balas ciumanku saja " Ia mendadak mencium bibir Raffa dengan cepat hingga Raffa terkejut dengan apa yang dilakukan Kinan. Ia menarik rambut Raffa sebagai kode agar membalas ciumannya. *Sangat manis, bahkan terlalu manis untuknya* saat Raffa membalas ciumannya, mengeksplor setiap sudut bibirnya, *terhanyut dalam* aktivitas yang belum pernah ia rasakan hingga tangan Raffa menjalar ke kedua gunungan Kinan dan mer\*masnya tanpa sadar.Satu lenguhan dari Kinan menyadarkan dirinya untuk menyudahi aktivitas ciuman panasnya kali ini.
Ia menyapu bibirnya dan memperbaiki rambut yang berantakan akibat ulah Kinan. Sedikit terpancing hasratnya karena Kinan begitu menggoda. Dan gadis itu hanya tersenyum malu, menampakkan wajahnya yang merah merona.
"Jangan seperti ini lagi, nanti aku bisa khilaf" ucap Raffa dengan wajah datar. " Aku pergi dulu" ia mencium kening Kinan dan berjalan dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
\* \*\*
__ADS_1
Alhamdulillah kelar satu Bab 1800 kata lebih ( rekor dlm novelku🤣🤣) , nggak bisa update tiap hari. Mohon maaf, aktivitas sedang padat banget. Jangan lupa pakai masker dan patuhi protokol kesehatan, minum vitamin C beneran ( bukan Cium atau Cip\*k ya🤣🤣🤣) Stay positive dan sehat.