Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 114


__ADS_3

" Enak ya suap-suapan di restoran mewah." sindir Kinan, " Bohongin sahabat sendiri, pura-pura ada acara ternyata kencan bersama si Bagas!" sembur Kinan, ia begitu marah karena selama ini Jessica menyembunyikan hubungannya dengan Bagas. Disaat Kinan ingin sekedar makan bersama ataupun hang out, Jessica selalu beralasan sibuk. Dan terkadang Jessica menitipkan Prita pada Kinan dengan alasan ada keperluan mendadak dan sekarang Kinan tahu alasan itu semua bohong.


Jessica hanya bisa menunduk malu dan Bagas hanya menggulum senyum saat Kinan mengomel seperti orang tua yang sedang memergoki anaknya pacaran.


"Sudah Nan, kasihan mereka." Raffa mengelus punggung Kinan agar meredakan sedikit emosinya, ia memberikan air mineral pada Kinan.


"Aku kesel sama mereka mas." ucap Kinan setelah meneguk air mineral, " Mereka kucing - kucingan sama aku!, saat bertemu selalu bertengkar tetapi apa yang kulihat sekarang, mereka saling menyuapi dengan mesra!" gerutu Kinan


"Kami baru jadian tiga bulan ini kok." terang Jessica, " Maafin gue ya Nan." Jessica mengenggam tangan Kinan


"Telat!, keburu kepergok baru minta maaf!" sembur Kinan, " Emang kenapa sih Jes kalau aku tahu terlebih dahulu,aku bahagia lihat kamu move on dari suami gilamu itu. Aku juga suka kalau ternyata Bagas yang akan menjadi ayah prita. Cocok deh ratu mesum dan raja cabul. " Kinan melirik kearah Jessica dan Bagas secara bergantian.


" Sudah Nan, makan ini dulu " Raffa menyuapi istrinya, steak barbeque kesukaan Kinan.


" Ya ampun, aku beneran seperti pencuri yang kepergok dan diintrogasi oleh polisi." celetuk Bagas


" Apa lu!, sok - sok an benci sama Jessica nyatanya cinta kan. Awas aja kalau nyakitin Jessica!, gue bakal cari lu gas ke kantor polisi." ancam Kinan dengan sewot.


" Inget ya Jes, kejadian dulu sudah tutup buku. Jangan sampai ada prita kecil lagi sebelum adanya pernikahan! " Kinan memperingatkan Jessica agar tidak melakukan hubungan terlarang sebelum menikah.


" Iya, aku nurut kamu aja mak! sudah insyaf, nggak akan gitu - gituan lagi. " Jessica memeluk Kinan dengan erat," Terima kasih sudah selalu mengingatkan dan menjagaku Nan."


Bagi Jessica, Kinan sudah seperti saudaranya. Ia selalu menjaga Jessica dari beberapa pria yang ingin mendekatinya. Kinan pun sangat selektif memilih pria yang ingin dekat dengan Jessica.


"Lu lulus scanning gue gas!, cepetan nikah sama Jessi keburu gue berubah fikiran."


"Insya Allah."


" Terus gimana ini, kalau kalian berjodoh dan menikah, siapa yang akan berpindah agama?" tanya Raffa, Ia tahu Jessica non muslim seperti kedua orang tuanya.


"Aku sedang belajar, do'akan aku agar benar - benar menjadi muslim yang baik. Ini semua bukan karena Bagas karena aku sejak dulu melihat abang Juna shalat." ujar Jessica


"Alhamdulillah, bang Juna pasti senang mendengar kabar ini."


Juna satu-satunya muslim di keluarga Jessica, dulu ia berpindah agama karena perempuan yang menjadi kekasihnya beragama islam, namun mereka tidak berjodoh hingga akhirnya Juna tetap menjadi muslim karena keinginannya sendiri.


" Gue nggak nyangka Nan, lu bisa nikah sama Raffa. Inget nggak dulu lu selalu menempel kemanapun Raffa pergi." ucap Bagas. "Dan sekarang lu tambah cantik dengan memakai jilbab."


"Memang dari dulu gue cantik." pongah Kinan dengan sombongnya.


Bagas hanya memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


"Raffa kamu tidak cemburu, bagas bilang aku cantik lho."


"Kenapa aku harus cemburu, dia tidak menyentuh anggota badanmu." ucap Raffa dengan santai. "Aku bukan suami posesif yang harus mengurungmu karena cemburu Nan, toh kamu tidak terlalu cantik hihihi." Raffa sengaja meledek Kinan.


"Hahahaha..., gue suka gaya lu Raff." Bagas tertawa lebar saat mendengar jawaban Raffa, ia melirik Kinan yang mulai cemberut.


"Nggak cantik tapi kamu nempel terus di rumah." cibir Kinan dengan gaya khasnya. " Asal kamu tahu ya di rumah sakit banyak dokter pria yang menyukai diriku, bang Juna juga suka denganku." ucap Kinan tak mau kalah.


"Iya, iya terserah kamu deh." Raffa mencoba untuk mengalah


"Gue penasaran Raff, apa yang membuat lu jatuh cinta sama cewek cerewet ini, mana bawel banget lagi, ngeselin!" sambung Bagas lagi.


Kinan menonyor kepala Bagas dengan kesal. Ia juga menatap wajah Raffa,sangat penasaran dengan jawaban suaminya.


Raffa hanya menggulum senyum, "Entahlah, aku juga tidak tahu." jawab Raffa dengan mengedikan bahunya, " Mungkin karena dia cerewet aku selalu kangen dengannya."


Kinan mengerucutkan bibirnya, jawaban Raffa tidak sesuai dengan keinginannya.


"Tahun pertama di Inggris begitu berat.Jauh dari keluarga,perubahan musim, pokoknya benar - benar berat. Aku selalu menolak bahwa aku tidak mencintai Kinan tetapi hatiku tidak bisa bohong, aku begitu merindukannya, rindu cerewetnya yang suka mengomel tiada henti. "Raffa tersenyum mengingat masa lalu.


" Tapi saat aku video call kamu selalu cuek dan seolah tidak peduli padaku. " sahut Kinan


"Ya ampun so sweet banget sih suamiku." Kinan mencium pipi Raffa, ternyata kamu mencintaiku begitu dalam. "


" Biasa aja kali!, nggak usah umbar kemesraan. Ingat ada janda yang haus kasih sayang dan ada pria mengenaskan yang melihat keromantisan kalian dengan menahan rasa hasratnya." ketus Jessica, ia melirik Bagas yang selalu tersenyum melihat kebahagiaan Raffa dan Kinan.


Mereka bercanda tawa, hingga waktu menunjukan pukul sepuluh malam.


* **


Raffa masuk ke dalam kamarnya dan melihat Kinan sedang membersihkan riasan wajahnya. Ia menghampiri Kinan dan memeluknya dari belakang,mencium dengan lembut bahu mulus Kinan,menyesapi setiap inci kulit tubuh istrinya hingga Kinan merasa geli.


"Kenapa?" tanya Kinan, ia melirik Raffa yang masih mencium bahunya berkali-kali. Terlihat sedikit warna merah karena ulah suaminya itu.


Raffa menyusupkan tangannya ke dalam kaos Kinan dan bermain di area dadanya.


" Mmmpphh... Mas." Kinan mencoba menahan rasa yang menggelitik karena ulah Raffa.


"Beri aku bekal, besok aku akan pergi." balasnya dengan suara berat.


"Apa aku harus memakai lingery?"

__ADS_1


"Tidak perlu, aku lebih suka kamu yang polos." Raffa terkekeh dengan ucapannya sendiri. Ia menggendong Kinan ala bridal style kearah ranjang.


" Mau banget atau mau aja?" ucap Kinan di sela-sela suaminya yang sedang membuka celananya.


" Nggak usah ngledek!, kamu juga ketagihan minta terus. Yang kemarin mode slow sekarang fasternya." kata Raffa, " Mau kecepatan berapa, aku sih siap aja." ia terkekeh


"Apaan sih, mas. Dasar mesum! " wajah Kinan merona saat melihat tubuh polos suaminya.


" Mesum sama istri sendiri tidak masalah, kalau mesum sama wanita lain itu yang salah."


Raffa mulai menggoda Kinan hingga suara lenguhan terdengar dari bibir istrinya,ia merasakan sensasi yang benar - benar berbeda dari sebelumnya. Tenaga Raffa benar-benar luar biasa membuat badan Kinan remuk redam usai pelepasan.


" Jangan lupa makan dan minum vitamin yang banyak, jangan terlalu lelah bekerja, aku tidak ingin kamu sakit." ujar Raffa setelah melakukan kegiatan rutinnya.


"Iya." Kinan masih mencoba untuk mengatur nafasnya. Raffa mengelap keringat Kinan yang menetes di dahinya.


"Capek ya." Raffa tersenyum geli saat Kinan menutup mata dan menenggelamkan wajahnya di sudut ketiak Raffa.


" Masih tanya aku capek atau tidak." Kinan mencubit pipi Raffa, " Kamu keterlaluan,bikin aku sesak nafas, tubuhku remuk mas." gerutu Kinan.


" Yasudah besok pijit biar nggak pada sakit."


"Yang ada aku malu mas, lihat sudah seperti macan tutul gini karena ulahmu."


Raffa terkekeh, mereka menghabiskan malam dengan bercerita hingga tertidur pulas.


* **


" Aku berangkat dulu." Raffa mencium kening Kinan. Mereka saling berpelukan dan Kinan mencium takzim tangan Raffa. Mereka tiba di bandara satu jam sebelum keberangkatan.


" Iya. "Kinan mulai berkaca-kaca, hatinya begitu sedih karena sebentar lagi Raffa akan meninggalkannya.


" Raffa pergi dulu mah. " ia mencium tangan Navysah dengan takzim dan memeluk ibunya.


" Hati-hati sayang, mama selalu do'akan kamu Raffa. "


" Titip Kinan mah." pinta Raffa, " Mama juga harus jaga kesehatan ya, Raffa sayang mama."


"Iya, mama juga sayang kamu."


Raffa pergi dengan melambaikan tangannya, meninggalkan istrinya beserta keluarganya. Berharap waktu cepat berlalu agar dia bisa kembali berkumpul bersama keluarga yang sangat dicintainya.

__ADS_1


__ADS_2