
Tiga bulan telah berlalu,
Perut Kinan sedikit membesar, ia pun mengurangi jadwal kerjanya. Di kehamilan pertama ia begitu susah payah karena setiap hari selalu morning sickness. Raffa selalu siap siaga, selalu mengantar Kinan ke dokter maupun menuruti semua keinginan istrinya. Namun akhir - akhir ini Kinan lebih suka menyuruh Fafa untuk membelikan ini dan itu. Dan Fafa merasa kesal saat tengah malam ia harus membelikan makanan untuk kakak iparnya.
"Ini sebenarnya yang hamil istri siapa sih! kok aku yang ribet." gerutu Fafa, ia baru saja mendapatkan telepon dari Kinan dan minta dibelikan kebab yang saat ini sedang viral di sosmed.
"Ada apa A?!" Hanin mengucek matanya, ia mendengar suaminya menggerutu kesal.
"Biasa, mba Kinan mulai beraksi, si debay minta kebab."
" Jam segini?!" Hanin melirik jam dindingnya dan terlihat pukul dua belas malam.
Fafa menganggukan kepala.
"Aku ikut." Hanin mengambil jaketnya di lemari
"Tidak usah, ini sudah malam lebih baik kamu tidur lagi."
"Tidak! pokoknya aku ikut, kita naik motor agar lebih cepat. Aku juga ingin makan kebab, aku lapar A!"
" Ya sudah, ayo kita berangkat."
Mereka mengitari kota Jekardah dan mencari kedai kebab yang sedang viral, namun kedai tersebut sudah tutup. Fafa tetap mengitari jalanan dan mencari kedai kebab yang masih buka.
" Lihat A! Itu ada kebab pinggir jalan yang masih buka. " Hanin menunjuk gerobak kebab yang tak jauh darinya.
Fafa berhenti di pinggir jalan dan memesan empat kebab untuk Kinan. Ia sengaja membeli banyak agar Kinan kenyang dan calon ponakannya selalu sehat.
"Aku mau A." Hanin menelan salivanya, mencium aroma daging yang di panggang, ia merasa tergoda.
"Tambah dua bang." pinta Fafa pada abang kebab
"Tiga bang." potong Hanin.
Fafa melirik istrinya yang begitu antusias melihat abang kebab yang sedang menyiapkan makanannya.
"Beneran perut karung si Hanin." gumam Fafa dalam hati. Ia melirik istrinya yang terlihat begitu lapar dan selalu melirik ke arah makanan.
" Bang, aku boleh kan yang masak kebab ini." pinta Hanin dengan wajah memelas.
"Jangan neng, biar abang saja." tolaknya
"Tapi aku mau, aku mau bikin kebab itu bang." Hanin berkaca-kaca karena permintaannya ditolak.
"AA...." Hanin menarik - narik jaket Fafa dengan keras
Fafa hanya menghela nafas panjangnya melihat tingkah Hanin yang begitu manja. Ia membisikan sesuatu pada abang kebab dan dengan senang hati abang itu memberikan tempat agar Hanin yang memasaknya.
"Asyik....!!" Hanin dengan sumringah memasak kebab dan mengiris daging panggang dengan diajarkan oleh si abang kebab.
__ADS_1
"Selesai..."
"Apa itu?!" Fafa melihat kebab buatan istrinya yang tidak beraturan, bahkan sausnya berceceran.
"Kebab premium ala Hanin." ucap Hanin dengan senyum lebar
"Bagian mana yang premium, sausnya aja berantakan kayak wajahmu saat bangun tidur Nin " ucap Fafa dengan kesal.
Namun jawaban Fafa yang begitu lugas membuat Hanin sakit hati . "Jadi kalau aku bangun tidur, aku berantakan, aku jelek banget A! huhuhu...." Hanin menangis tersedu-sedu.
"Kok kamu nangis, sih!" Fafa semakin tidak mengerti dengan sikap Hanin yang cengeng. " Aku kan cuma bercanda Nin, kayak nggak biasanya sih! "
Hanin menangis namun mulutnya mengunyah kebab yang ia buat sendiri hingga habis tiga bungkus.
" Nangis tapi mulutnya blender mulu. " gumam Fafa dalam hati. Ia memutar bola matanya dengan malas melihat kelakuan istrinya.
Abang kebab hanya tersenyum melihat pasangan yang menurutnya aneh.
Fafa membayar kebabnya dengan harga lebih dan pulang dengan istrinya ke rumah Raffa.
" Enak ya A, malam-malam naik motor begini. Berasa pacaran lagi."
"Ini Hanin kenapa sih, tadi marah karena aku ledekin sampai ngomel - ngomel dan sekarang dia happy aja saat naik motor, Aneh!" gumam Fafa dalam hati.
"A...!! kok nggak jawab, sih!" Hanin menepuk bahu suaminya dari belakang.
"Dasar mesum!" Hanin menjitak helm suaminya
* **
Kinan begitu senang saat Fafa datang membawa pesanannya. Ia dengan cepat membuka plastik makanan namun raut wajahnya berubah setelah melihat makanan yang ia pesan bukan kebab yang sedang viral.
"Kok ini, sih!?" tanya Kinan dengan cemberut. "Aku maunya yang kebab kulit hitam itu yang sedang viral."
"Sudah tutup mba, lain kali saja." ucap Fafa. "Kalau pengen yang warna hitam tinggal kasih arang!"
" Tapi aku mau itu Fa!" ucap Kinan, " Besok belikan untukku ya." pintanya kembali
" Kenapa nggak mas Raffa saja, sih! Masa aku terus."
" Aku maunya kamu, kadang juga Alif dan Inha yang aku suruh. Lihat wajah Raffa aku merasa mual, aku lebih suka kalian yang membawakan. "
" Memang ada ya hamil yang kayak gitu, lihat wajah suaminya merasa mual? "tanya Hanin
"Ada, buktinya aku. "gerutu Raffa," Aku yang menderita, sudah satu bulan lebih tidak suntik karena Kinan sebal saat melihatku, kami juga pisah kamar. Entah sampai kapan ini berakhir. " Raffa mengusap wajahnya dengan kasar
" Ya ampun kasihan banget, sih! " Fafa pura-pura prihatin." Junior sehat, junior? " Fafa melirik kearah bawah kakaknya.
" Sehat tapi nyawa hilang separuh, teriak mulu minta suntik. "
__ADS_1
Fafa dan Hanin tertawa keras mendengar keluhan dari Raffa yang saat ini merasa menderita.
* **
Hanin merasa ada yang aneh dengan dirinya sendiri. Mood nya sering swing terkadang ceria dan disaat yang bersamaan dia akan menangis,bahkan ia tidak tahu kenapa hal kecil saja ia bisa menangis tersedu-sedu.
Apapun yang ia inginkan harus dituruti, jika Fafa menolak maka Hanin akan menangis dan mengurung diri di kamar.
"Padahal kan aku mau naik motor tapi kenapa kamu tidak izinkan?" Hanin menangis tersedu-sedu karena Fafa menolak permintaanya.
"Eh, Janin! Denger ya, yang kamu mau itu naik motor tong setan yang ada di pasar malam, ya jelaslah aku tidak izinkan. Ngawur saja kamu!"
"Tapi aku mau naik itu A!" pinta Hanin, " Mereka keren bisa muter - muter naik motor di dalam tong itu."
"Kamu mau muter-muter? nanti malam aku puter - puterin kamu di ranjang." ucap Fafa sembari menyuap roti panggangnya.
"AA....!!!" teriak Hanin, " Aku serius A!"
" Aku juga serius Nin."
"Yasudah, aku mau ke rumah hantu." pinta Hanin kembali
"Ngapain kesana! kalau kamu mau lihat setan mendingan kamu ke rumah mama Navysah."
"Emang disana banyak setan? Emang rumah mama Navysah angker? Kok AA nggak pernah cerita."
"Angker banget! Klo kamu mau lihat mak lampir, lihat saja saat mama Navysah marah. Kalau kamu mau lihat kuntilanak suruh saja si Inka ketawa ngakak persis banget tuh kayak si kunti. Kalau kamu mau lihat genderuwo, kamu bisa lihat saat ayah Davian marah, sekali bentak kelar hidup lu Nin. Kalau lu mau lihat pocong, lu lihat saja saat si Inha melotot. Dia itu diam-diam ******! nggak ada suaranya tapi sekali nongol dan melotot dah kayak dedemit pohon pisang. "
Hanin tertawa mendengar cerita Fafa.
" Kalau Alif? "tanya Hanin
" Kalau dia boneka chucky, apa saja di bedah olehnya, makanya dua masuk kedokteran.
"Kalau kamu A?"
"Aku kan anak baik tidak neko-neko,rajin menabung dan tidak sombong."
Hanin memutar bola matanya dengan malas. "Kalau kamu drakula penghisap darah A! "
"Kok drakula?!"
" Iya drakula, karena suka bikin tato di leher sampai kemerahan."
Fafa tersenyum lebar karena istrinyamenggerutu dan cemberut.
* **
...Tinggal beberapa bab lagi novel ini tamat, terima kasih yang sudah mampir. ❤️😂😁😘😘...
__ADS_1