Cinta Sang Maharani

Cinta Sang Maharani
Sang Dewi


__ADS_3

Sekitar tujuh menit kemudian, Jason kembali dengan dua orang pegawai nya yang membawa empat buah gaun yang tergantung di rak dorong. Salah satu gaun langsung diambil oleh Tante Soraya.


"Tante tinggal ganti baju dulu ya, Anna. Kamu pilih-pilih aja ya, Sayang.." pamit Tante Soraya.


"Iya, Tante.."


Setelah Tante Soraya menghilang ke bilik ganti, Anna pun mendekat ke rak gantungan baju di depannya. Ia lalu meneliti tiga gaun yang tergantung di sana.


"Ini tiga koleksi best yang Ay rasa cocok untuk You pakai ke pesta nanti sore. Hampir semua keluarga besar Zion pesan baju di Ay. Jadi Ay pastikan agar You gak sampai salah kostum karena kembaran sama yang lain. Jadi, yang mana yang You suka, Unni?" Tanya Jason kepada Anna.


Anna meneliti ketiga gaun berwarna pink salem di hadapannya itu.


Gaun pertama yang ia lihat adalah gaun model barbie doll. Dengan bentuk agak mengembang di bagian rok nya. Bagian bahunya dikaitkan oleh dua utas tali yang menyilang pada bagian punggung.


Anna tak menyukai gaun yang pertama. Ia khawatir ia akan kedinginan saat memakai gaun yang minim kain itu.


Gaun ke dua, Anna melihat gaun panjang semata kaki yang mulanya menarik minat Anna. Karena gaun itu juga memiliki bagian lengan yang panjang.


Namun, saat Anna melihat ke bagian belakang gaun, ia langsung menolak gaun ke dua itu. Karena bagian belakang gaun yang backless hingga ke bagian pinggang. Sehingga bisa menampilkan bagian belakang tubuh pemakainya.


Dan Anna jelas merasa tak cukup berani untuk memamerkan punggungnya. Malu..


Gaun yang ketiga, juga sama tak menarik minat Anna. Karena meski modelnya bagus dengan bagian lengan sepanjang 3/4, serta panjang hingga sebetis. Anna tak menyukai bahannya yang cenderung terlalu tipis menurutnya, hingga hampir terlihat menerawang.


"


"So, yang mana yang You suka, Unni Cantik?" Jason bertanya.


"Mm.. semuanya bagus.. Tapi.. ada yang lain lagi, gak, Jes?" Anna malu-malu bertanya.


"Oo.. not your type (bukan tipe mu), huh? Tak apa-apa Unni Cantik. Ay punya banyak koleksi kok. Jadi, Unni mau yang seperti apa? Cakap saja ke Ay. Nanti Ay ambilkan yang Unni suka!" Janji Jason.


Kedua pegawai butik lalu mendorong kembali tiga gaun yang ditolak oleh Anna ke dalam ruangan yang lain. Sementara itu Anna memikirkan model gaun yang diinginkannya.


"Aku mau gaun nya gak terlalu ketat, gak terlalu tipis juga. Dan jangan yang minim kain, err.. maksudku jangan yang kelihatan banyak kulit!" Tutur Anna menjelaskan.

__ADS_1


"Ei? Maksud Unni, baju kurung? Baju muslimah gitu? Unni nak pakai kerudung?" Tanya Jason kebingungan.


"Buk.. eh.." Anna sempat mempertimbangkan opsi baju muslimah sebagai gaun yang akan ia pakai ke acara nanti sore.


"Gak harus muslimah juga sih. Yang penting, jangan terlalu ketat," tutur Anna. "Soalnya aku gampang ngerasa gerah.." Anna menambahkan alasan.


"Oo.. I see..( o.. begitu..) sebentar, sebentar! Ay rasa Ay tahu yang Unni maksud!"


Jason lalu memanggil salah seorang pegawainya. "Utiii.. tolong bawa koleksi Amoora musim panas nanti ya! Yang warnanya Salem atau baby pink!" Titah Jason.


"Maksud Uda, koleksi untuk fashion week bulan depan?" Tanya pegawai yang dipanggil Uti itu.


"Yes! Maksud Ay memang yang itu,"


Melihat keraguan yang masih bercokol di wajah sang pegawai. Jason pun kembali menegur pegawainya itu. "Ayo, Uti! Take it now (ambil sekarang juga)!" Seru Jason.


"Siap, Uda!"


Dan, pegawai Jason itu pun kembali masuk ke dalam ruangan yang lain untuk mengambil gaun koleksi Amoora.


"Waahh.. Unni kece badai! Ay suka lah sama Unni Soraya ini! Tak nampak itu umur lima puluh tahunan.. Unni tampak macam tiga puluhan lah menurut Ay!" Rayu Jason dengan pujian.


Tante Soraya tersipu malu.


"Ah! Kamu ini Chen. Bisa aja! Gimana, Anna? Oke gak?" Tanya Tante Soraya kepada Anna.


"Iya, Tante. Tante memang cantik banget pakai baju itu!" Anna ikut memuji.


"Maksud kamu, sebelum ganti baju ini, Tante gak cantik gitu ya?" Tanya Tante sedikit mendelikkan mata.


"Eh! Maksud Anna bukan gitu, Tante.." Anna salah tingkah merasa serba salah.


Tante Soraya lalu tersenyum. Merasa senang karena bisa menjahili keponakan ipar nya itu.


"Tante mau pakai yang ini deh, Jes! Langsung pake aja ah. Eh, kamu kok belum ganti baju, Anna?" Tanya Tante Soraya, saat dilihatnya Anna masih dengan pakaian yang dikenakannya saat berangkat dari rumah. Dress sebetis berwarna putih gading, dengan lengan sepanjang tiga per empat.

__ADS_1


"Tenang aja, Unni Soraya! Ay lagi bantu keponakan You yang cantik ini, untuk menemukan gaun yang pas dan dia sukai. Ya kan, Unni Anna?" Tanya Jason.


Anna mengangguk, mengiyakan kalimat Jason itu.


"Sekarang, sambil nunggu, Unni Soraya biar sekalian di make up in aja ya sama Unni Anggi. Sebentar Ay panggil dulu orangnya ya!" Seru Jason.


"Eli.. tolong ajak Sis Anggi ya ke sini. Ge pe el (gak pake lama) ya Eli.." Jason memberi titah pada pegawai nya yang lain.


"Siap, Uda.."


Pegawai bernama Eli lalu keluar ruangan. Tapi tak lama kemudian masuk kembali dengan diikuti oleh seorang wanita muda berkerudung modis. Anna mengenali wanita muda itu. Dia adalah asisten MUA yang dulu ikut membantu merias Anna di hari pernikahannya dengan Daffa.


"Mbak... Anggi?" Anna menyapa wanita itu.


Anggi membalas senyuman Anna seraya mengangguk pelan. "Hai Anna. Ketemu lagi ya kita. Sore Tante!" Sapa Anggi pula pada Tante Soraya.


Tante Soraya balas tersenyum.


"Jadi, siapa dulu nih yang mau di make up in?" Tanya Anggi kepada Jason.


"Menurut Ay sih baiknya Unni Soraya dulu deh. Soalnya Unni kan udah ganti baju ya! Lagipula.. aha! Itu dia koleksi Amoora yang kita nanti-nantikan!" Seru Jason seraya menatap ke belakang Anggi.


Anna ikut melihat ke arah pandang Jason. Dan, pegawai bernama Uti yang tadi sempat pergi untuk mengambil koleksi gaun Amoora, kini telah kembali. Sebuah kereta yang menggantung beberapa gaun berwarna pink, didorong oleh Uti ke dalam ruangan.


Ada empat gaun panjang yang sesuai dengan kriteria yang Anna inginkan di gantungan di hadapannya kini. Dan, pilihan Anna jatuh pada salah satu gaun berwarna baby pink sepanjang sedikit di bawah betis, dengan model gaun ala princess. Bagian rok nya sengaja dibuat lebar, dengan bentuk kerah yang selebar bahu.


Di bagian atas gaun yang seharusnya adalah kerah, terpasang semacam hiasan untaian bunga mawar yang mengelilingi atasan gaun itu. Sementara untuk bagian badannya, meski sekilas terlihat seperti terbuat dari bahan kain yang menerawang, tapi ternyata ada bahan tebal di lapisan dalam gaun itu.


Di bagian body gaun itu terdapat kerutan-kerutan panjang yang membuat tampilan gaun terlihat ramping.


"Bagus banget pilihan kamu, Anna. Tante suka. Ayo ganti sekarang juga! Tante pingin lihat kamu pakai gaun itu!"


Anna pun masuk ke dalam bilik ganti untuk berganti gaun. Sekitar tujuh menit kemudian, ia kembali keluar. Dan segera saja, penampilan Anna saat itu langsung mengundang decak kagum dari semua yang ada di ruangan. Karena penjelmaan Anna saat itu teramat menyerupai Sang Dewi yang baru turun dari kahyangan.


"So beautiful..!" puji Jason memandang kagum penampilan Anna.

__ADS_1


***


__ADS_2