Cinta Sang Maharani

Cinta Sang Maharani
Pertemuan Kembali


__ADS_3

"Apa Alul Lazam juga termasuk orang-orang di balik sakitnya Ratu Elva, Anna?" Tanya Jordan tiba-tiba kepada Anna saat keduanya telah kembali ke puri Anggrek usai Audiensi sore tadi selesai.


Mata Anna sempat melebar karena terkejut mendapatkan pertanyaan yang tiba-tiba itu. Dan kemudian keterkejutan di matanya itu digantikan oleh rasa takut.


Sesekali Anna melirik ke kanan dan kiri ruangan yang cukup luas itu. Khawatir jika ada pasukan bayangan yang ikut mendengar pembicaraan mereka.


"Tak usah takut Anna. Di sini hanya ada kita berdua. Papa sudah membungkus chi milikmu dengan chi milik Papa lalu menyamarkan keberadaan chi kita berdua dari penglihatan orang lain.


Kali ini, Anna benar-benar terkejut.


"Apa sebenarnya inner power Papa?" Tanya Anna penasaran.


Anna tak menduga kalau Papa nya yang ia kenal moderat dan stylish di bumi ternyata juga memiliki inner power. Apalagi ternyata Papa nya seorang raja!


Kali pertama Anna mengetahui fakta itu, Anna sangat terkejut.


"Inner power Papa yang sebenarnya adalah mampu mengolah chi menjadi bentuk-bentuk tertentu. Semisal adalah tabir penyelubung keberadaan kita saat ini," papar Jordan.


"Hmm.. Anna tak mengerti. Tapi bukankah Papa juga bisa merasakan keberadaan chi milik orang lain? Anna tak bisa mengaitkannya dengan kekuatan mengubah bentuk chi milik Papa," Tanya Anna kembali.


Jordan tersenyum. Ia senang karena Anna masihlah seorang yang kritis dan berpandangan jernih sehingga bisa menemukan hal penting yang sering tak disadari oleh orang lain.


"Itu akan Papa jelaskan nanti. Ada ceritanya kenapa Papa bisa memiliki dua jenis inner power. Tapi Papa harap, kamu tidak mengatakannya kepada siapa pun! Bahkan Mama kamu pun tak tahu dengan kekuatan kedua Papa ini!" Tegas Jordan.


"...Baik, Pa!" Anna patuh.


"Jadi, apa Alul Lazam termasuk orang yang telah membuat Mama kamu sakit?" Tanya Jordan kembali.


"Itu.. Anna juga gak bisa memastikan nya, Pa. Tapi menurut Paman Patih Adda, Anna harus hati-hati bersikap saat bersama dengan Menteri Alul Lazam," tutur Anna.


"Hmm.. jadi begitu. Ceritakan semua yang kamu pelajari di istana ini sejak kamu tiba. Ayah ingin mendengar semuanya sampai hal remeh sekali pun," Pinta Jordan kepada Anna.

__ADS_1


Akhirnya selama satu jam berikutnya, pasangan ayah dan anak itu pun bercengkerama berdua. Hingga senja tiba, dan mega merah membias di balik celah tirai bambu yang ada di teras ruangan. Barulah percakapan keduanya berakhir.


"Seperti itu.hm..."


"..."


Suasana pun kembali hening. Jordan dan Anna memilih untuk menikmati keheningan sore itu bersama senja. Hingga akhirnya keheningan itu pecah oleh munculnya suara tabuh yang bertalu-talu. Pertanda waktu maghrib yang telah tiba.


***.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Jordan dan Anna melakukan perjalanan ke kota kecil Biarest. Letaknya cukup jauh. Berada di perbatasan antara Negeri Nevarest dan Negeri Allain. Sekitar 310 km dr ibu kota Nevarest.


Kepada para menteri dan pejabat istana, Jordan memberikan alasan kalau mereka akan melakukan ziarah leluhur. Di Biarest memang terdapat komplek makam khusus untuk keluarga kerajaan dan orang-orang penting yang berjasa bagi Nevarest.


Meski begitu, tak ada yang tahu selain keduanya dan Maha Patih Adda kalau setelah ziarah, mereka juga akan menjumpai Maha Guru Sodik, guru spiritual Jordan sejak ia masih muda.


Jordan dan Anna berangkat naik mobil mirip model SUV metalik bertiga, dengan seorang sopir. Sementara empat pengawal pribadi raja mengikuti keduanya di belakang, dengan menaiki mobil tipe sama berwarna hitam.


***


Ketika Jordan dan Anna selesai melakukan ziarah leluhur, hari sudah mulai terik. Ketika Anna menengok jam besar yang berada di menara depan area makam, ia melihat jarum jam menunjukkan pukul 11.28.


Masih diikuti oleh pengawal pribadinya, Jordan dan Anna singgah di sebuah kedai makan lokal. Jordan menitahkan pengawalnya untuk ikut makan bersama mereka di meja sebelah.


Saat itu kedai terlihat ramai oleh pengunjung yang memang bermaksud untuk makan siang. Syukurlah Jordan dan Anna sengaja memakai pakaian biasa agar tak mencolok perhatian umum.


Jordan memakai kaos krem dengan rompi lengan pendek yang serupa warnanya. Sementara itu, Anna memakai dress panjang hingga semata kaki berwarna biru langit. Jadi penampilan keduanya pun membaur bersama pelanggan kedai yang lainnya.


Justru ke empat pengawal pribadi raja lah yang terlihat menarik perhatian. Padahal Jordan sudan menitahkan mereka untuk mengenakan pakaian santai. Dan mereka memang mengikuti perintah Jordan.


Tapi tetap saja. Empat pria bertubuh tinggi tegap dan kekar itu membuat pelanggan kedai yang lain merasa was-was. Apalagi keempatnya selalu memasang mimik serius di wajahnya.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit kemudian dua orang pelayan datang mengantarkan pesanan. Dalam hatinya Anna bersyukur karena makanan di Nevarest tak jauh berbeda dengan makanan Indonesia. Dengan segala macam rempah-rempah yang memikat air liur saat menyantap makanannya.


Anna memesan menu beef tendon curry. Makanan ini tampak seperti gulai kikil. Tapi, baru juga Anna hendak menyuap nasi dan lauk ke dalam mulutnya, ketika tiba-tiba ia menyadari keanehan yang terjadi.


Tiba-tiba saja, keramaian di sekitarnya menghilang. Diganti oleh keheningan yang memekakkan telinga.


Anna langsung mengangkat wajahnya dan tercengang seketika. Tampak olehnya, waktu yang seolah terhenti. Para pelanggan kedai membeku dengan aktivitasnya masing-masing.


Ada pelanggan yang membeku saat ia sedang tertawa, juga menyuap makanan. Para pelayan yang membeku saat menyodorkan nampan berisi makanan di atas meja.


Bahkan Anna juga melihat sebuah jeruk yang menggantung di udara, seolah-olah waktu terhenti ketika jeruk itu sedang terjatuh.


Sendok di tangan Anna seketika itu juga langsung jatuh dan berdenting. Suara dentingan nya terdengar cukup keras di tengah keheningan yang aneh saat itu.


Anna lalu menolehkan kepalanya ke samping kanan, ke arah Papa nya, Raja Jordan. Dan, ia terkejut saat mendapati Papa nya juga tak membeku seperti dirinya.


"Pa..pa! Apa yang terjadi?!" Tanya Anna penasaran.


Sekilas Papa menoleh ke Anna. Lalu kembali menghadapkan wajahnya ke depan. Tak lama kemudian, Raja Jordan tiba-tiba berdiri dsn sedikit menganggukkan kepalanya. Sebuah kalimat keluar dari mulutnya,


"Salam hormat Tiang, kepada Maha Guru Sodik!" Ucap Raja Jordan.


(Tiang adalah panggilan kepada diri sendiri saat berhadapan dengan orang terdekat yang disegani)


Anna pun mengikuti arah pandang Papa nya ke depan. Dan, ia kembali dibuat terkejut saat mendapati sosok lelaki renta yang masih cukup jelas dikenalnya.


Seketika itu juga Anna berdiri dan berseru, "Kakek!?"


Ya. Dia adalah Maha Guru Sodik. Sekaligus kakek-kakek yang pernah mengantarkan Anna hingga menemukan rumah terbengkalai nomor 7 di Hutan Jati Bongor KM 16. Di mana Anna akhirnya menemukan pintu masuk menuju negeri Nevarest.


***

__ADS_1


__ADS_2