
"Apa yang terjadi dengan mama kamu, Anna?" Jordan menatap khawatir pada sosok wanita yang terbaring di hadapannya, Elva.
Di atas kasur yang tiang-tiangnya berlapis emas itu, terbaring ratu sebelumnya negeri Nevarest, sekaligus juga adalah istrinya Jordan, Ratu Elva.
Terakhir kali Jordan bertemu dengan Elva, itu sudah belasan tahun yang lalu. Rasa-rasanya ia masih bisa mengingat rupa istrinya yang sangat cantik itu.
Tapi melihat penampilan Elva saat ini di pembaringannya, dada Jordan serasa ditimpa beban yang teramat berat.
Hilang sudah kulit putih bening milik Elva, karena kini kulit istrinya itu terlihat kusam dan pucat. Jordan juga sangat terkejut mendapati rambut hitam indah yang dulu dikaguminya itu kini telah berubah jadi putih semua.
Elva terlihat seperti sedang tertidur. Tapi ketika Jordan berusaha membangunkan istrinya itu dengan cara mengguncangkan lengannya agak keras, Elva tak jua bangun. Akhirnya Jordan pun menanyakan kondisi Elva pada putrinya, Anna.
Anna, dengan penampilannya dalam gaun kebesaran khas ratu Nevarest, tertunduk sedih saat menerima pertanyaan dari Papa nya, Jordan.
"Mama.. maksud Anna, Ibunda Rani mengalami penurunan kondisi kesehatan sejak setahun lalu," tutur Anna mengawali ceritanya.
"Dia.. sakit apa?" Tanya Jordan dengan pandangan mata yang masih terfokus pada wajah sang istri.
Sementara itu, Anna sekilas melirik ke arah pintu kayu yang tertutup. Tepatnya di bagian lubang kecil di bawah pintu, Anna melihat bayangan seseorang di sana.
Seketika itu juga jantung Anna serasa berhenti. Ia menimbang-nimbang banyak hal sebelum memberikan jawaban kepada Jordan.
'Bunda, bagaimana ini? Bagaimana caranya agar aku bisa memberikan peringatan kepada Papa tentang kondisi di Nevarest saat ini? Mata-mata orang itu selalu ada di mana-mana. Apa aku cukup aman untuk mengatakannya sekarang juga?' batin Anna berperang dengan pikirannya sendiri.
"Anna! Ada apa denganmu? Mama kamu sebenarnya sakit apa? Dia sama sekali tak bangun walau bagaimanapun Papa membangunkannya," keluh Jordan.
"Mama.., maksud Anna, Bunda Rani sakit oleh sebab yang belum bisa diketahui, Pa," jawab Anna ambigu.
"Suatu hari, ketika Bunda Rani minum teh bersama pesuruhnya, Bunda tiba-tiba saja terjatuh dan pingsan. Setelah itu, Bunda beberapa kali sempat terbangun, walau hanya untuk durasi yang singkat, sekitar sepuluh menit saja. Sampai akhirnya Bunda jadi seperti sekarang ini, dan tak bisa dibangunkan lagi," Anna mengakhiri ceritanya.
"Bagaimana sebenarnya tabib kerajaan bekerja?! Kenapa mereka tak bisa melakukan sesuatu untuk menyembuhkannya!?" Amuk Jordan pada udara kosong.
Selama beberapa waktu kemudian, Anna terdiam. Hingga terdengar suara seorang pelayan di luar kamar yang mengabarkan kedatangan seseorang.
"Yang Mulia Ratu, Maha Patih Adda hendak menghadap!" Ucap pelayan lelaki itu.
Mengetahui siapa yang datang, Anna merasa kegugupannya sedikit mereda.
__ADS_1
'Akhirnya Paman Patih sudah datang. Semoga Paman bisa menjelaskan kondisi Nevarest kepada ayah!' batin Anna berseru dalam harapan.
Di luar kamar, seorang pria paruh baya seumuran Jordan tampak linglung. Dia adalah Patih Adda. Jenderal veteran negeri Nevarest yang terkenal hingga ke seantero empat negeri. Usianya sekitar pertengahan empat puluhan.
Tadi, ketika Patih Adda sedang melatih olah napas di halaman depan pendopo nya, seorang pelayan setia Ratu Anna datang menemuinya. Dari pelayan itu Patih Adda mendapatkan kabar dari sang ratu muda kalau raja Jordan telah kembali.
Seketika itu juga Patih Adda langsung berhenti berlatih dan segera merapihkan dirinya untuk menghadap kepada sang raja. Selagi bersiap diri, Patih Adda mengingat kembali pembicaraannya dengan sang ratu muda di malam sebelum penobatan ratu terjadi, pada 3 bulan yang lalu.
Flash back on.
Putri Anna: Paman Patih, saya tak tahu kapan ayahanda akan datang. Tapi dia pasti kembali suatu hari nanti.
Namun, jika saya tak sempat memberitahu ayah terkait kondisi Nevarest akhir-akhir ini, tolong Paman Patih yang menceritakan kepada ayahanda. Karena akhir-akhir ini sepertinya saya diikuti oleh pasukan bayangan milik orang itu.
Saya takut, jika saya yang langsung memberitahu ayahanda, maka orang itu akan berbuat jahat segera kepada ayah.
Patih Adda: Baik, putri.
Putri Anna: terima kasih, Paman.
Dan sekarang, Patih Adda telah menyiapkan surat yang ditulisnya dengan begitu susah payah. Karena ia harus menghindar dari tertangkap oleh pasukan bayang hanya agar bisa menulis surat itu.
Jadi sebelum ia menulis surat di tangannya itu, Patih Adda sengaja mengambil tugas di luar kota Nevarest. Untuk menjauh dari mata-mata para pasukan bayangan.
Ketika pelayan pria yang tadi mengabarkan kedatangannya, akhirnya keluar. Rasa gugup Patih Adda kian menjadi-jadi.
Bagaimana tidak, jika saat ini ia akan bertemu kembali dengan rajanya. Telah belasan tahun berlalu sejak kepergian sang raja secara tiba-tiba. Dan kini, raja kembali juga dengan tiba-tiba.
Ketika pintu telah terbuka, Patih Adda segera melangkah masuk ke dalam paviliun puri Anggrek.
Begitu masuk, Patih Adda langsung bertatapan dengan mata sang raja. Walau itu hanya berlangsung selama satu detik saja. Karena pantangan bagi bawahan raja untuk bertatapan langsung dengan sengaja.
Dalam satu detik yang tak disengaja tadi, Patih Adda sangat terkejut dengan penampilan raja Jordan saat itu. Karena penampilan sang raja sangat berbeda dengan pakaian yang biasa dipakai oleh raja ataupun masyarakat negeri Nevarest.
Justru penampilan raja Jordan saat ini mengingatkan Patih Adda pada seorang kenalan lamanya. Sahabat kecil Patih Adda yang juga pernah menghilang tanpa jejak, lalu kembali pulang tiba-tiba.
"Salam keselamatan bagi yang Mulia!" Patih Adda mengucap salam.
__ADS_1
"Salam bagimu juga, Maha Patih!" Jawab sang raja, Jordan.
Patih Adda lalu datang mendekati Raja Jordan yang masih duduk di pinggir pembaringan Ratu Elva, hingga jarak di antara mereka sekitar tiga meter jauhnya.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi di Nevarest selama aku pergi, Patih Adda?" Tanya Jordan tiba-tiba.
"Itu.." Patih Adda melirik ke arah Ratu Anna, yang memberinya gelengan pelan.
Setelah ragu sejenak, Patih Adda pun akhirnya menyahut dengan jawaban ambigu.
"Ada terlalu banyak hal yang terjadi, Tuanku. Sehingga hamba sulit untuk memulainya," jawab Patih Adda.
'Lagi-lagi jawaban ambigu yang aku dapatkan. Tadi Anna, sekarang maha patih Adda pun memberiku jawaban ambigu. Sebenarnya, apa yang sudah terjadi di Nevarest selama aku pergi?' Jordan bermonolog dalam hati.
'Apa ada sesuatu yang membuat mereka berdua tak leluasa menjawab pertanyaan ku? Bahkan dalam ruangan pribadi ini?' Jordan masih diam terpekur.
Jordan lalu melihat ke sekitar ruangan. Ia berusaha menggunakan inner power (kekuatan dalam) nya untuk merasakan keberadaan orang lain.
Inner power adalah kekuatan dalam yang hanya dimiliki oleh orang-orang berbakat. Ada dua jenis inner power yang ada di dunia ini. Yaitu jenis kekuatan fisik, serta kekuatan batin.
Contoh kekuatan fisik antara lain kekuatan otot di atas rata-rata, kekuatan meringankan tubuh, kekuatan menahan panas dan/atau dingin, dan lain-lain.
Sementara contoh kekuatan batin antara lain kekuatan panca indera di atas rata-rata, kekuatan melihat yang tak kasat mata (makhluk metafisik, kejadian masa lalu, kejadian masa lampau), dan lain-lain.
Setiap kekuatan inner power pun terdiri dari lima tingkat kekuatan. Yaitu tingkat dasar, tingkat menengah, tingkat tinggi, tingkat supra, serta tingkatan ultra-abstrak.
Kelima tingkatan inner power itu bisa dilihat dari warna chi di mata mereka. Chi adalah aura inner power di saat seseorang menggunakannya.
Untuk tingkat dasar, warna chi mata mereka adalah kuning kenari. Tingkat menengah, warnanya hijau cerah. Tingkat tinggi warna chi nya adalah biru. Tingkat supra warna chi nya adalah merah. Serta tingkat ultra warna chi nya adalah putih.
Seperti saat ini, raja Jordan tiba-tiba saja memejamkan matanya dan menggunakan inner powernya untuk melacak keberadaan orang lain dalam ruangan itu.
Seketika itu juga warna chi di matanya berubah menjadi warna biru, yang hanya bisa dilihat jika ia membuka matanya. Dan Jordan langsung bisa menemukan keberadaan seseorang selain ia, Anna dan Patih Adda dalam ruangan itu.
Dan dengan inner power yang dimilikinya, Jordan bisa menemukan posisi orang itu. Penyusup itu bersembunyi di balik tiang kamar sekitar lima meter dari posisi Jordan berada.
***
__ADS_1