
Jarum menunjukkan pukul 10 malam. Tapi Anna belum juga bisa memejamkan kedua matanya. Memikirkan apa yang akan dihadapinya esok hari membuat jantungnya berdegup tak terkendali.
'Aku akan menikah besok. Ini serasa mimpi saja,' hati Anna membatin.
Anna menatap langit-langit di kamarnya. Tiba-tiba pula sosok Daffa terbayang di benaknya. Apalagi kalimat terakhir yang didengarnya dari mulut pemuda itu membuatnya kebingungan.
Semalam, saat Anna mengantarkan pemuda itu ke mobilnya sebelum pulang, Daffa tiba-tiba berkata seperti ini.
'Anna.. kamu amat mirip dengan seseorang yang saya kenal. Sudah bertahun-tahun lamanya saya mencari dia.
'Bahkan hingga saya terjebak di dunia ini. Saya tak tahu apakah saya bisa kembali ke Nevarest, tapi jika suatu saat nanti saya menemukan jalan pulang ke sana, saya berharap kamu mau ikut dengan saya ke sana.
'Sementara untuk saat ini, saya akan berusaha membuat kamu bahagia semampu yang saya bisa.'
"Sebenarnya apa maksud ucapan Daffa itu? Seolah-olah dia datang dari dunia lain saja. Dia memang pemuda yang aneh. Apa aku telah membuat kesalahan besar ya dengan menyetujui untuk menikah dengan Daffa?" Anna bergumam cemas.
"Tiririit.. tiririit.." smartphone Anna berdering, pertanda ada panggilan masuk. Anna bergegas meraih smartphone yang diletakkannya di nakas.
Anna lalu melihat nama Karina yang tertampil di layar smartphone nya. Ia pun langsung mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya itu.
"Assalamu'alaikum.." sapa Anna.
"Anna! 'Alaikumsalam. Warohmatullah.. hey! Kamu mau nikah, An? Besok??" Tanya Karina tiba-tiba.
".. iya."
"Kok dadakan amat sih? Kayak tahu bulat aja!" Gerutu Karina.
"Kamu yang kemana aja, Rin. Dari kemarin aku bel ga di angkat-angkat!" Balas Anna menggerutu.
"Iya. Iya sorry.. kan aku lagi proses healing. Patah hati, Cin habis dikacangin sama gebetan," Terang Karina.
Anna (Tsy) teringat dengan kejadian dua hari lalu yang dialami Karina. Saat itu Karina bercerita kalau ia ditinggal pergi saat acara dating dengan pria yang disukainya.
"Hh.. oke kamu healing. Tapi jangan salahi aku juga dong kalo kamu ketinggalan berita soal pernikahanku besok!" Ucap Anna lagi.
"Tapi bener, An. Kok dadakan banget sih. Kamu gak MBA kan?" Tuduh Karina.
"Apaan tuh MBA?" Tanya Anna tak mengerti.
__ADS_1
"Married by Accident, An. Hamil.." Jelas Karina.
"Diih. Enggak lah. Kan aku udah ceritain panjang lebar soal muasal pernikahanku ini lewat sms. Kamu baca gak sih, Rin?" Tanya Anna protes.
"Maksud kamu, kamu mau nikah kontrak sama orang asing yang gak kamu kenal? Itu beneran?" Tanya Karina tak percaya.
"Ya.. syuut.. jangan teriak-teriak dong. Ini udah malam kan. Takut Zizi kebangun!" Tegur Anna.
"Sorry.. sorry.. tapi An, setahuku nikah kontrak itu gak dibolehin kan? Gak sah atau gimana gitu secara hukum," Ucap Karina menjelaskan.
"Maksud kamu?"
"Iya. Aku pernah denger Daddy ku bahas soal nikah kontrak. Dalam Islam itu namanya nikah mut'ah. Itu udah enggak diperbolehkan lho zaman sekarang ini.
"Kalau zaman dulu, masih peperangan kan ya. Diperbolehkan nikah mut'ah buat para prajurit yang bertugas di tempat yang jauh dari tempat tinggal keluarganya. Jadi daripada zina, diperbolehkan deh nikah mut'ah.
"Kalau sekarang, setahuku udah gak boleh, An. Atau coba kamu searching deh di youtup atau gooogle," Jelas Karina panjang lebar.
Anna tercengang. Ia tak tahu soal nikah mut'ah ini. Selama beberapa saat, Anna tak bicara.
"An? Anna? You were there, right?" Panggil Karina.
"Nah. Dunia novel emang banyak salah kaprahnya, An. Apalagi ini soal pernikahan. Kan ngeri juga kalo kamu nekat nikah kontrak sama orang lain. Eh, tahu tahunya itu enggak sah di mata agama. Kan jatohnya zina. Serem, An."
"Iya.. makasih yaa Rin.."
"Sama-sama, An.."
"..."
"..."
"Gak nyangka.. ternyata aku bisa dapet ceramah dari miss Queen of Ice nya kelas," Seloroh Anna tiba-tiba.
"Apaan sih. Yaudah. Aku cuma mau ngabarin itu aja. Saran aku, mending kamu batalin deh niat gila tentang nikah kontrak itu. Sama orang asing pula.
"Aku takut kalo kamu jadi nikah sama orang itu, kamu nanti diculik dan dibawa pergi jauh. Aku kan gak mau kehilangan best friend nya aku yang cantik ini.." seloroh Karina.
"Hahaha.. bisa aja deh kamu, Rin. Yaudah. Aku tutup dulu ya."
__ADS_1
"Oke. Malam, Anna."
"Malam juga, Rin.."
Dan panggilan telepon itu pun terputus.
Meninggalkan Anna kembali dalam keheningan di ruangan kamarnya itu. Pikiran Anna menjadi kian kusut usai mendapat pencerahan dari sahabatnya barusan.
Sedetik kemudian, Anna pun membuka situs gooogle untuk mencari tahu kebenaran terkait pernikahan kontrak itu. Dan ia terkejut saat mendapati kebenaran yang disampaikan oleh Karina terkait dilarangnya pernikahan kontrak.
Dalam sebuah tesis yang disusun oleh Ari Puspitosari tahun 2002, dituliskan:
'Kawin kontrak adalah suatu bentuk perkawinan yang dibatasi oleh waktu tertentu sesuai yang diperjanjikan kedua pihak dan merupakan suatu bentuk perkawinan yang tidak sah menurut UU No.1 Thn. 1974 tentang perkawinan.
'Kawin kontrak telah melanggar ketentuan pasal 2 ayat (2) UU No.1 Thn. 1974 karena dalam perkawinan ini tidak dilakukan pencatatan pada pejabat yang berwenang(KUA atau Catatan Sipil) dalam rangka memperoleh kepastian hukumnya melalui surat nikah.
'Pada dasarnya Kawin Kontrak itu sendiri telah melanggar arti dan tujuan suci dari sebuah perkawinan sesuai dengan UU No. 1 Thn. 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, jadi tidak ada alasan untuk membenarkan dan mengesahkan keberadaannya.
'Menurut Hukum Islam, kawin kontrak ini juga haram hukumnya, yaitu dengan mendasarkan pada dalil-dalil baik berasal dari Al Qur'an maupun Hadist.
'Jadi tidak ada alasan untuk membenarkan bahkan mengesahkan keberadaan kawin kontrak atau kawin mut'ah ini.'
Dan Anna juga menemukan banyak tulisan ilmiah lain yang isinya serupa dengan tulisan karya Ari tersebut.
Pernikahan kontrak memang diharamkan. Karena ia memiliki batas usia pernikahan yang ditentukan. Itu sangat berbeda jauh dengan tujuan pernikahan yang sebenarnya.
Anna merasa gamang. Ia tak tahu apa yang harus dilakukannya kini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam, sementara pikirannya masih diselimuti oleh kabut kebimbangan.
'Haruskah aku membatalkan pernikahan besok? Bagaimana caraku untuk mengatakannya kepada Daffa? Bagaimana ini?'
Anna meletakkan smartphone nya kembali ke atas nakas. Sementara ia merebahkan kembali badannya di atas pembaringan.
Berusaha memejamkan matanya yang enggan mengalah pada rasa kantuk. Berusaha menjuruskan pikiran resahnya agar terlelap di dunia mimpi. Hasilnya musykil.
Baru saat malam benar-benar larut saja akhirnya Anna bisa tertidur. Itupun dengan membawa kegundahan yang dirasanya hingga ke alam mimpi.
***
__ADS_1