
Di suatu hotel di Labuan Bajo...
"Andy! What's really happen with you and that woman (Apa yang sebenarnya terjadi di antara kamu dan wanita itu/Anna)?! Media got rilled up by your news again now (media jadi heboh oleh berita kalian lagi sekarang)!"
Pekikan suara Huges di seberang telepon mengejutkan gendang telinga Andrew yang baru saja sampai di hotel.
"What the he*ll! I've been arrived in hotel just now (apaan sih! Saya baru aja sampai di hotel)," sahut Andrew seraya rebahan di atas spring bed.
Pemuda itu merasa sedikit jet lag usai melakukan perjalanan Sidney- Jakarta - NTT non stop. Dan ia hanya memiliki waktu istirahat sekitar empat jam saja sebelum ia harus melakukan shooting video klip sebuah lagu di kota Labuan Bajo ini.
Andrew ingin melepas penat yang ia rasa dengan menikmati tidur siang yang berkualitas. Namun baru juga lima menit ia memejamkan kedua matanya, deringan telepon dari Huges malah membawa berita yang menjengkelkan baginya.
'Media dan anjing-anjing nya!' umpat Andrew dengan gusar.
"Go wake up now (bangun sekarang juga)! And see by yourself (dan lihatlah sendiri)! My hand is full now, clearing up your troubles (aku sangat sibuk sekarang ini, membereskan masalah-masalah mu)!"
Klik. Dan sambungan pun diputus oleh Huges dengan tiba-tiba.
Andrew melempar asal ponsel nya ke atas spring bed. Dan ia hampir akan menyerah pada rasa kantuk nya lagi jika saja ia tak mengingat ucapan Huges tadi.
Huges mengatakan kalau media kembali heboh dengan berita tentangnya dan juga wanita itu.. deg. 'wanita itu..'
Seketika saja satu wajah terbentuk di benak Andrew. Kemunculan wajah cantik itu langsung mengusir rasa kantuk yang Andrew rasakan.
'Anna..?' batin Andrew menerka-nerka.
Dengan sigap Andrew mengumpulkan nyawanya dan bangkit bangun. Netranya lalu mencari ponsel yang tadi sempat dilemparkannya secara asal.
Begitu netranya menangkap keberadaan ponsel keluaran terbaru dari i phone itu, tangan Andrew pun sigap meraihnya kembali. Dan segera saja, jemari Andrew berselancar di atas keypad smartphone nya, mengetikkan nama dirinya di salah satu situs pencarian.
Secepat kilat kemudian, muncul lah beberapa hasil penelusuran yang ia cari. Beberapa website gosip menampilkan headline tentangnya dan Anna dengan judul-judul yang provokatif.
'Model Top Andrew Terciduk Liburan dengan Istri Orang'
'Andrew dan Sugar Mama nya Pergi Berlibur'
'Kisah Terlarang antara Andrew dan Anna, Istri Seorang Pengusaha Muda'
__ADS_1
Dan masih banyak head line-head line lainnya yang berjudul serupa.
Namun, yang paling menarik perhatian Andrew adalah foto dirinya dan juga Anna yang sedang tertidur berdampingan. Setelah mengamati baik-baik foto itu, Andrew cukup yakin kalau foto itu baru saja diambil ketika mereka masih berada di pesawat tadi.
Andrew mengerutkan kening. Ia merasa khawatir pada Anna. Ia tak ingin berita tentang mereka ini membawa kesulitan bagi hidup wanita yang dicintainya itu.
Andrew lalu bergegas menelpon Huges kembali. Dan meminta agar Huges membungkam media seperti yang pernah dilakukannya terakhir kali. Namun jawaban dari Huges kemudian malah mengejutkannya.
"Andy.. Andy.. it's not me who cleared up your news last time (itu bukanlah aku yang membereskan berita tentang kalian terakhir kali)," tutur Huges dari seberang telepon.
"Then who (lalu siapa itu)?" Tanya Andrew.
"My Man told me, some one who has connection with the upper, is the one who did it (mata-mata ku bilang, seseorang yang punya hubungan dengan orang 'Atas' lah yang melakukannya).."
"..."
Selama beberapa saat, sambungan telepon menjadi hening.
"Do you know, if he has relation with Anna (apa sepengetahuan mu, dia punya hubungan dengan Anna)?" Tanya Andrew ragu-ragu.
"Then how is now (lalu sekarang gimana)?" Andrew kembali bertanya.
"I've been trying to connect with those upper class who cleared up your news last time (Aku sudah mencoba menghubungi orang atas yang pernah membereskan berita tentang kalian itu). But they haven't give me response yet (tapi mereka belum memberiku respon)," papar Huges terdengar frustasi.
"..."
"..."
"Ok. Then i'm counting on you, Huges (baiklah. Kalau gitu saya bergantung padamu, Huges) ! Thanks!" Tutup Andrew sebelum memutus panggilan telepon dengan manajer nya itu.
Selama beberapa menit kemudian, Andrew dilanda kecemasan terkait kondisi Anna saat ini. Terlebih saat tadi ia tak sengaja bertemu dengan Anna di pesawat, sepertinya wanita itu sedang dalam suasana yang tegang.
Berkali-kali Andrew mendapati Anna melirik ke layar ponsel nya. Seolah sedang menunggu pesan atau memikirkan sesuatu yang berat.
Jika saja Andrew tahu dengan adanya berita tentang mereka di internet, Andrew sudah pasti akan mengikuti kemana Anna pergi.
Andrew khawatir dengan Anna yang berpergian seorang diri seperti tadi malah akan membawa gadis itu dalam incaran paparazzi yang gila berita.
__ADS_1
'Bagaimana jika Anna dibuntuti oleh orang yang jahat?'
'Bagaimana jika Anna tak mampu menghadapi serbuan paparazzi yang terkadang bersikap kelewatan dalam menyisir berita?'
Berbagai pikiran buruk pun memenuhi pikiran Andrew. Sehingga tanpa sadar, ia malah mencari nama Anna di daftar log panggilannya. Dan tanpa berpikir dua kali, Andrew langsung memencet tombol memanggil pada nomor Anna. Namun..
"Maaf. Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan menunggu beberapa saat lagi.."
Suara milik operator wanita lah yang ternyata ia dengar.
Spontan saja Andrew melempar kembali ponsel nya ke atas spring bed. Merasa gusar dan cemas yang bercampur aduk jadi satu.
Hingga Andrew pun merasa tak akan bisa menikmati waktu istirahatnya lagi. Padahal kini hanya tersisa tiga setengah jam lagi saja, sebelum ia harus pergi ke lokasi shooting, nanti.
"Shi*t! Where are you, Anna (sial! Di manakah kamu, Anna)?!" Andrew bergumam pelan.
***
Di salah satu ruang besar berpenerangan terang, Daffa menatap layar ponsel nya lekat-lekat. Ia mengamati foto Tasya yang tengah terlelap dan berdampingan dengan pria lain.
'Model itu lagi!' gusar batin Daffa.
Daffa memegang erat ponsel nya. Berusaha melampiaskan kekesalannya karena membaca berita gosip tentang istrinya itu lagi.
Cemburu itu pun kembali hadir tanpa Daffa minta. Ia memikirkan kembali ucapan Tasya yang memintanya untuk berpisah sementara waktu. Dan pikirannya lalu loncat ke berita skandal antara Anna dan model bernama Andrew itu, lagi.
Daffa menghela napas kasar.
Ia berusaha untuk menjernihkan pikirannya yang mulai semrawut oleh kabut cemburu. Namun kemudian, terdengar suara-suara dari earphone yang ia kenakan. Laporan dari anak buah nya terkait suatu berita lain yang juga tak kalah penting.
"Tangkap dia. Dan eksekusi langsung!" titah Daffa pada anak buah nya melalui ear phone.
Dan kemudian, pandangan Daffa kembali pada potret Tasya di layar ponsel nya. Tatapan nya tiba-tiba saja meneduh dan menyimpan luka.
"Kau harus menjelaskan padaku, Tasy. Aku akan menghukum mu nanti!"
***
__ADS_1