Cinta Sang Maharani

Cinta Sang Maharani
Kisah Anna (Tsy) bag. 1


__ADS_3

[Dear readers, sebagai peringatan. Jadi nanti akan ada penyebutan nama "Anna" untuk dua orang yang berbeda yaa.


1. Anna (ysb), yaitu Anna yang sebenarnya, yang awalnya tinggal di bumi lalu menyusul Jordan dan akhirnya kini tinggal di Nevarest. Dan


2. Anna (Tsy), yaitu panggilan untuk putri Jordan-Elva yang sebenarnya bernama Tasya.


Tasya ini mulanya tinggal di Nevarest. Ia lalu ke bumi untuk mencari ayah dan saudari kembarnya yang sudah lama tak dijumpainya.]


***


"Frans, Tante harus membatalkan pertunangan kamu dan Anna besok!" Ucap Mama Ira lewat sambungan telepon.


"Apa?! Tante becanda kan?!" Teriak Frans.


"Tante minta maaf. Ternyata Anna sudah punya pacar yang mau menikahinya," Jelas Mama Ira lagi.


"Mereka cuma pacaran doang, Tan. Kalo Frans kan mau tunangan sama Anna," Protes Frans lewat telepon.


"Tapi mereka juga udah nyiapin acara pernikahan mereka, Frans!"


"Brengs*k!" Frans memaki kesal.


Tak lama dari seberang telepon terdengar suara barang yang dibanting.


"Tikus mana yang berani nyuri Anna dari Frans, Tan?" Tanya Frans lagi.


"Namanya Daffa. Udah beberapa hari ini Tante memang lihat cowok itu nganterin Anna pulang terus."


"Oh. Jangan-jangan itu cowok yang Frans temuin waktu di butik ya. Tapi kata Tante Ira, Anna belum punya pacar!" Frans melepas kesal pada Mama Ira.


"Iya maaf. Padahal Tante yakin kalo Anna memang belum punya pacar. Tapi ternyata kan gini ya sekarang."


"Terus Frans gimana dong, Tan? Frans mau Anna!" Rengek Frans.


Mama Ira mendesah letih. Menghadapi keponakannya yang satu ini memang cukup sulit.


Mungkin karena sedari kecil Frans sudah terbiasa selalu dituruti semua keinginannya. Jadi sampai besar pun, semua keinginan Frans harus selalu dipenuhi.


Jika tidak, anak itu akan berbuat tantrum. 'mirip seperti Zizi, anak gila itu, jika sedang kumat!' Mama Ira membatin dalam hati.


"Kenapa sih harus Anna, Frans? Tante punya kok kenalan yang anak perempuannya cantik-cantik. Gak kalah cantik dari Anna," Rayu Mama Ira.


"Tapi Anna itu beda, Tan. Dia.." Frans terdiam.


"Beda gimana, Frans? Anna--" Ucap Mama Ira yang kemudian dipotong Frans.

__ADS_1


"Tante inget gak sekitar 5 tahun lalu? Waktu Anna pernah menghilang, kayak Om Jordan. Terus gak lama kemudian Tante dapet kabar, kalo Anna ketemu. Tapi... sikap Anna jadi aneh," Tanya Frans perlahan.


"Itu.."


Mama Ira terdiam sejenak. Berusaha mengingat kembali peristiwa yang sudah lama terjadi itu.


***


Flash back on.


Hari itu Ira baru pulang dari kantor Sam, Pengacara khusus Jordan, suaminya yang telah lama menghilang.


Ira mencoba membujuk Sam untuk mengurus pengalihan nama pewaris harta Jordan menjadi dirinya. Ira berdalih karena Anna telah menghilang seperti ayahnya sejak 3 bulan yang lalu.


Sayangnya, Sam tak bergeming. Ia tetap memutuskan untuk menggenapkan masa tunggu hingga menjadi 1 tahun sebelum pengalihan nama waris bisa dilakukan.


Selama masa tunggu itu, Sam mengerahkan pihak kepolisian serta detektif untuk mencari keberadaan Anna. Ia menduga Ira memiliki andil dalam kejadian hilangnya Anna yang tiba-tiba. Padahal Ira sama sekali tak melakukan apapun kepada Anna ataupun Jordan.


Ira memang berhasrat untuk menguasai seluruh harta Jordan agar menjadi miliknya. Tapi tak pernah terbersit walau sedetik pun di pikirannya untuk melakukan tindak kriminal. Ia takut jika harus dipenjara.


Ketika sampai di rumah, hari masih sore. Ira menengok ke kamar Tedi, putranya yang baru berusia sekitar 1 tahun. Tedi terlihat pulas di kasur kecilnya.


Setelah puas memandang Tedi, Ira menengok ke kamar Dodi. Anak pertama dari pernikahannya yang pertama itu tak ada di kamarnya. Merasa sedikit cemas, Ira mencari Dodi ke ruang dapur. Biasanya putranya itu tak pernah jauh dari Bik Inem, pembantu di rumahnya. Dan benar saja.


"Ody.. Mama pulang, sayang..," Ira memanggil Dodi dengan nama kesayangannya.


"Mama!" Dodi langsung tersenyum senang saat melihat Mamanya pulang. Ia bangun dari duduknya lalu menghampiri Ira.


Setelah mencium tangan dan pipi Ira, Dodi kembali ke kursi yang didudukinya tadi. Ia melanjutkan kegiatannya menghabiskan pisang goreng buatan Bik Inem.


Ira kemudian mengambil posisi duduk di samping putranya itu.


"Tedi anteng kan, Bik?" Tanya Ira.


"Anteng, Nya. Cuma dadanya tadi sempet sesak lagi. Tapi Bibi udah kasih obat sesaknya kok tadi," Cerita Bik Inem.


Segaris kerutan muncul di antara kedua mata Ira. Ia merasa cemas dengan kesehatan Putra keduanya itu.


Sebulan lalu saat check up, Dokter mendiagnosis kalau ada kelainan pada jantung Tedi. 'aku harus menguasai harta Jordan secepat mungkin. Tedi harus mendapatkan penanganan terbaik untuk penyakit jantungnya.'


Ira mengeluh dalam hati. 'masalah terus saja berdatangan. Satu per satu. Hhh..' Ira membatin.


Tak lama kemudian, terdengar suara dering handphone miliknya. Ira pun segera meraih hp dalam tasnya, lalu mengangkat telepon yang asalnya ternyata dari Sam.


'Sam? Apa dia merubah pikirannya dan mau mengubah ahli waris harta Jordan menjadi milikku?' Ira menebak dalam hati.

__ADS_1


Sebelum mengangkat telepon itu, angannya sudah melambung tinggi.


"Ya. Sam? Ada apa?" Tanya Ira dengan nada suara yang sedikit kelewat riang.


"Ira, detektifku menemukan Anna. Tapi ada sesuatu yang terjadi padanya," Jawab Sam dengan ragu.


"Oh!" Harapan Ira sedikit pupus. 'kukira dia mau menjadikanku ahli waris. Ternyata hanya berita tentang gadis itu. Huh!' batin Ira mengeluh.


"Di mana dia sekarang? Apa yang terjadi?" Tanya Ira kembali dengan nada datar.


"Dia ada di rumah sakit Horus. Cepat datang ke sini. Ada sesuatu yang salah dengannya," Ujar Sam kembali.


"...Apa yang sebenarnya terjadi pada Anna, Sam? Jelaskan sekarang juga," Paksa Ira pada Sam.


"... Jadi.. detektif bayaranku menemukannya di pinggir jalan tol yang menuju puncak.


"Saat itu Anna bersama dengan seorang gadis lain yang memiliki kelainan mental. Keduanya terlihat berjalan di tengah-tengah jalan tol. Syukurlah tak terjadi hal buruk pada mereka. Tapi.." Sam berhenti bercerita.


"Tapi apa Sam?" Tanya Ira penasaran.


"Tapi Anna terus menerus mengaku kalau namanya adalah Tasya. Dan bahwa dia adalah kembarannya Anna," Tutur Sam dengan perlahan.


Deg. Jantung Ira tiba-tiba berdegup lebih kencang.


"Kembaran Anna?" Tanya Ira untuk memastikan.


"Ya.. setahuku Anna adalah putri tunggal dari Jordan. Atau.. apa benar Anna memiliki saudara kembar?" Tanya Sam pada Ira.


Otak Ira berpikir cepat. Seingatnya Anna memang memiliki dua saudara lainnya. Tapi dua saudaranya itu telah dibawa pergi oleh istri pertama Jordan belasan tahun yang lalu.


'Apa wanita itu kembali ke sini? Tidak! Aku harus memastikannya dengan kedua mataku sendiri. Tapi Sam tak boleh mengetahui rahasia tentang saudara kembar Anna itu. Jika tidak, harta warisan Jordan untukku akan jadi lebih sedikit.'


"Mm.. enggak! Setahuku Anna gak punya saudara kembar. Apa mungkin... Dia mengalami kecelakaan jadi ada yang kacau dengan ingatannya?" Ujar Ira.


".. Entahlah.."


"..."


".. Ra, Datanglah ke rumah sakit sekarang juga. Kita akan mendengar penjelasan dokter tentang kondisi Anna ini. Semoga tak ada hal yang salah dengan hasil pemeriksaannya," Harap Sam.


"Ya.. oke. Aku ke sana sekarang juga."


Dan sambungan telepon itu pun terputus.


***

__ADS_1


__ADS_2