
Sudah dua hari berlalu sejak malam pertama Anna dan Daffa terjadi. Pada hari itu Daffa masih berpamitan kepada Anna untuk menyelesaikan pekerjaannya di pulau Gili Trawangan. Ia pun masih pulang setelah langit menggelap.
Tapi syukurlah, Daffa tak lagi harus pergi melintasi pulau untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ini mungkin juga disebabkan oleh cuaca di Gili Trawangan yang masih berangin kencang.
Faktor cuaca yang buruk pun sempat menyebabkan jaringan komunikasi di pulau itu sempat terganggu. Lantaran beberapa tower jaringan yang ada telah rusak diterpa hujan badai dua hari lalu.
Alhasil, selama dua hari itu Anna pun terputus dari berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya di Jakarta. Ia sangat berharap tower jaringan komunikasi bisa cepat selesai diperbaiki. Jadi dia bisa mengetahui kabar adiknya, Zizi.
Pagi tadi sebelum berangkat, Daffa berpamitan kepada Anna kalau ia akan pulang siang nanti. Ia juga mengatakan kalau ia sudah menyelesaikan pekerjaannya siang nanti dan bisa menemani Anna berlibur. Sekalian menikmati momen honey moon mereka yang sebenarnya.
Sekitar jam sepuluh pagi, yang diharap-harapkan Anna akhirnya terkabul jua. Jaringan telepon akhirnya kembali ada.
Saat itu Anna sedang sibuk memainkan game cacing yang menjadi pelepas bosan nya beberapa hari ini. Ketika sedang bermain game itulah tiba-tiba saja handphone Anna menerima banyak pesan dan notifikasi.
"Alhamdulillah! Akhirnya jaringannya ada lagi!" Ucap syukur Anna, di atas kursi goyang yang ia duduki.
Anna pun langsung membuka aplikasi pesan di handphone nya itu. Dan, ia langsung dibuat terkejut dengan apa yang dibacanya.
Beberapa pesan datangnya dari Dodi yang mengabarkan soal Zizi. Adik tirinya itu mengatakan kalau ia mengajak Zizi duduk di teras rumah. Dan Zizi sepertinya senang karena ia akhirnya bisa tak melulu terkunci di dalam kamar. Itu bisa Anna lihat lewat foto Zizi yang Dodi kirimkan kepadanya.
Dalam foto yang dikirimkan Dodi pagi tadi itu, Zizi tampak sedang duduk di lantai teras. Buku sketsa berada di atas pangkuannya. Serta seulas senyum telah menghiasi bibir tipis Zizi. Terlihat jelas jika adiknya itu sedang menggambar sesuatu.
Melihat foto itu telah memberikan ketenangan dalam hati Anna. Selama dua hari ini ia memang selalu memikirkan tentang kabar Zizi. Ia berharap Daffa mau menerima permintaannya untuk mengajak serta Zizi tinggal bersama mereka.
"Aku akan mengatakannya pada Daffa sore nanti. Semoga Daffa mau mengijinkan," gumam Anna pelan.
Anna lalu melihat pesan-pesan yang lain. Ada tujuh pesan masuk dan tujuh panggilan tak terjawab dari Karina, teman di kampus nya. Merasa penasaran dengan isi pesannya, Anna pun bergegas membuka semua pesan itu satu persatu.
Dari: Karina
Isi Pesan ke 1: Duilehh yang lagi honeymoon.. Inget untuk bayar pajak ke teman mu ini ya, Ann. Gak usah yang mahal-mahal. Yang penting unik dan antik!😜
__ADS_1
Isi pesan ke 2: lagi apa Ann? Bete banget dah nih. Mr. Oyon mendadak abstain. Baru dapet kabar pas nyampe kampus. Langsung deh balik pulang lagi. Bete.. gak ada kamu..👻👻
Pak Oyon adalah Dosen Filsafat Pendidikan. Nama aslinya adalah Pak Imron Mustofa. Tapi beliau lebih sering dipanggil Pak Oyon di kalangan mahasiswa. Entah kenapa.
Isi pesan ke 3: Anna! Gila! Why not telling me that your hubby is a superb? (Kenapa gak bilang kalau suami kamu itu seleb?) Ughh.. i though we were friends (kupikir kita berteman)...just kidding (becanda) ✌️😁 But really, i'm shocked! But also happy for you! (Tapi beneran! Aku kaget, sekaligus senang untukmu juga)
Isi pesan ke 4: tes.. tes.. kenapa wa ku gak dibalas sih Non? Honey moon nya gak sampe bulan kan?
Isi pesan ke 5: Aaaaaannnnaaaaaa!!!!
Isi pesan ke 6: asli nyebelin deh ya. Bener memang kata orang. Kalau teman kita udah nikah, alamat kita jadi makhluk yang terpinggirkan ya! Bales dong, Ann..
Isi pesan ke 7: minta foto kalian lagi kissu kissu aja deh. Biar nanti ku kirim ke paparazzi. Lumayan dapet duit jajan tambahan.. pliis Anna, bales gercep donk!
Anna mengernyitkan dahi ketika membaca semua pesan dari Karina.
"Superb? Seleb? Maksudnya apaan sih?" Gumam Anna tak mengerti dengan isi pesan dari Karina.
"Ehh? Kok di reject? Masa iya dia marah?" Anna merasa sedikit bingung.
Tapi tak lama kemudian, panggilan dari Karina masuk ke handphone Anna. Ia pun segera mengangkat panggilan dari sahabatnya itu.
Karina: "Anna!"
Anna: "Iya, Rin?"
Karina: "*Kalo ngebel yaa lihat waktu dulu dong say. Untung tadi hp ku lagi mode getar doang. Kalo sampe berdering kan gak enak sama Miss Elsa. Udah tahu guru satu itu rada strict. Kan serem tahu!"
Anna mencoba memahami maksud ucapan Karina barusan. Dan, ia baru teringat kalau pada jam sekarang (di Lombok jam 10, di Jakarta jam 9), sedang ada matkul Psikologi Pendidikan.
Anna: "Oiya. Maaf ya Rin.. aku lupa!"
__ADS_1
Karina: "Iya gak apa-apa. Ann, kita lanjut telponnya nanti lagi aja ya. Soalnya aku gak bisa ijin ke toilet lama-lama, nih. Nanti dikira aku boker lagi. Tengsin lah!"
Anna: "Oke, Rin. Eh bentar éeh bentar!"
Karina: "Apa Ann?"
Anna: "Maksud kamu suamiku superb tuh apa? Aku gak paham."
Karina: "Halah.. sok sok an merendah segala. Iya. Iya.. sekarang aku udah tahu kok kalau kamu jadi istrinya model top Indonesia. Model superb nan ganteng itu emang keren badai lah. Bikin iri deh. Udah ah. Lanjut lagi nanti aja ya!"
Anna: "HAH?! ap.. apaan sih? Karina, tolong jelasin lagi coba. Maksudnya jadi istri model top tuh apa? Siapa?"
Karina: "Lha ya iya kamu lah, Anna sayaang.. Suami mu itu Andrew Lawalata kan? Seluruh warga Indonesia juga sekarang udah tahu kok. Dengan foto romantisnya honeymoon kalian di internet. Eh, tapi netizen kayaknya belum ada yang tahu identitas kamu deh. Soalnya di dumay (dunia maya) mereka ngasih kamu julukan, Mrs X."
Anna: "???!!!!!"
Karina: "Udah dulu ya, Ann. Beneran udah kelamaan ini di toilet. Awas ya kalo Miss Elsa sampe ngeledekin dan mengira aku habis boker. Pokoknya aku bakal minta jajan Es Krim Molan sebulan sama kamu! Bye, Anna!"
Anna: "....!!!"
Setelah Karina memutuskan sambungan telepon pun Anna terlihat masih diam termangu. Merasa Karina mungkin sedang mencandainya, akhirnya Anna pun mencoba untuk mencari foto yang dimaksud Karina tersebar di internet itu.
"Siapa namanya tadi? Henru Lawalata? Atau Andrew ya?" Anna bergumam pelan.
Selepas itu Anna langsung membuka situs pencarian dan mengetikkan key word "foto Andrew terbaru". Dan... Apa yang ditunjukkan mesin pencari di handphone nya itu sungguh sangat mengejutkan Anna.
Terdapat beberapa kotak kecil di layar handphone Anna. Ke semua kotak itu hampir menunjukkan satu foto yang sama. Dimana dalam foto itu terdapat citra dirinya yang berpandangan serius dengan seorang lelaki.
Dan lelaki itu adalah Mr. Andrew. Turis pria yang Anna temui beberapa kali di tepi pantai dekat hotel tempatnya menginap.
"Duh! Kok bisa gini sih?!" Anna mencebik, penuh rasa khawatir.
__ADS_1
**