Cinta Sang Maharani

Cinta Sang Maharani
Berita Hoaks


__ADS_3

"Oh! Jangan-jangan ini gara-gara kejadian waktu itu!" Anna tetiba saja teringat sesuatu.


Anna teringat pada kejadian ketika ia diikuti oleh seseorang yang membawa kamera sepulangnya dari membeli suvenir. Saat itu waktu menjelang maghrib.


Anna yang baru pulang dari berbelanja suvenir merasa sangat kelelahan. Itu adalah hari yang berangin. Dan Anna kembali teringat kalau pada malam harinya badai hujan terjadi. 'Juga malam ketika ia dan Daffa..'


Blush.


Semburat merah memberi warna pada kedua pipi Anna yang putih. Dengan buru-buru Anna mencoba mengembalikan kembali jalur pikirannya ke waktu ketika ia dibuntuti oleh seorang lelaki asing.


Syukurlah saat itu Mr. Andrew tiba-tiba saja datang dan menolong Anna. Andrew berusaha menutupi keberadaan Anna dari lensa kamera lelaki asing yang mengikutinya. Untuk hal itu Anna berterima kasih kepada Andrew.


Meski begitu, seingat Anna, setelahnya ia dan Andrew tak berbincang lama-lama. 'Jadi, bagaimana foto di internet itu bisa tercipta?' Anna merutuk sebal.


Anna lalu kembali melihat foto di laman penelusuran handphone miliknya. Ia lalu mengetuk asal pada salah satu foto. Segera setelahnya layar handphone pun menunjukkan situs web tempat foto yang diketuk oleh Anna tadi berasal.


Di layar handphone Anna kemudian membaca judul artikel gosip yang menjadi sumber foto ia dan Andrew berasal. Di sana tertulis, "MODEL PAPAN ATAS, ANDREW LAWALATA TELAH MENAMBATKAN HATI PADA MS. X!"


Anna lalu membaca cepat isi artikel tersebut. Dan, ala yang dibacanya sungguh membuat Anna jadi gerah hati. Bagaimana tidak? Dalam artikel itu disebutkan kalau Anna adalah kekasih rahasia Andrew yang selama ini berhasil ia tutupi.


"Cinta rahasia apa an! Baru juga kenal berapa hari! Ngaco banget sih ini artikel!" Anna menggerutu seorang diri.


Anna lalu keluar dari website itu dan membuka situs-situs lain yang berisi berita tentangnya dan Andrew. Dan, setelah membaca semua artikel itu Anna langsung bisa menyimpulkan kalau ternyata apa yang ditulis di internet itu kebanyakan palsu.


Simak saja fakta-fakta yang dituliskan oleh jurnalis tentang Anna berikut ini.


...Mrs. X adalah teman sekolah Andrew.. "Ngarang!" cibir Anna merasa kesal.


..Mrs. X adalah salah satu fans lama Andrew. Keduanya menjadi akrab setelah chat DM yang sering dikirimkan Mrs. x kepada Andrew.. "Ngarang bebas!" kembali Anna mencibir.


... Keduanya terlibat cinta segitiga dengan seorang pebisnis top.. "Cinta segitiga apa an! Aku kan cuma cinta Daffa!" Gerutu Anna dengan suara agak keras.


Anna merasa muak membaca sisa artikel tentangnya dan Andrew di internet. Ia menduga isinya pasti sama 'sampah' nya seperti isi artikel yang sudah dibacanya.

__ADS_1


Lagipula, Anna baru teringat. Kalau tulisan terkait hal pribadi orang lain kan juga bisa dikategorikan sebagai gosip. Ghibah. Dosa.


Anna hanya berharap, semoga berita tentangnya dan Andrew akan cepat berlalu diganti dengan berita artis lainnya. Sepenilaian Anna biasanya memang seperti itu. Perputaran berita di dunia entertainment selalu berubah begitu cepat. Jadi, Anna tak mau memusingkan tentang foto dirinya dan Andrew itu.


"Ehem!"


Suara deheman pria sontak menyadarkan Anna akan kedatangan seseorang. Ia langsung menolehkan kepalanya ke samping dan mendapati kehadiran Daffa yang sudah hampir sampai ke tempat kursi goyang yang diduduki Anna berada.


"Daff!" Seru Anna terkejut.


Anna sekilas melirik jam digital di layar hand phone nya.


'Sudah jam setengah dua belas siang. Cepat banget! Padahal cuma baca-baca artikel aja tadi,' Anna membatin.


Anna bergegas berdiri dari kursi goyang, lalu menutupi sisa jarak di antara ia dan Daffa. Kemudian Anna meraih tangan Daffa dan mencium punggung tangan suaminya itu. Daffa pun untuk sesaat kembali menahan kepala Anna dalam rengkuhan tangannya.


Sebuah kecupan lembut, Daffa sarangkan pada kening istrinya itu. Seketika itu juga, Anna merasakan ada kedamaian yang menyapu batinnya. Ia tak lagi merasa kesal atau gusar akibat membaca artikel hoaks tentangnya tadi.


Selagi Daffa masih memperlakukannya dengan penuh kasih seperti saat ini, apapun rasanya tak akan menjadi masalah bagi Anna.


Anna masih merasa malu untuk membalas balik pelukan dari Daffa kepadanya. Entah kenapa.


Setelah keheningan yang menenangkan, tiba-tiba saja Daffa memulai obrolan.


"Kamu ngapain aja tadi?" Tanya Daffa dengan suara ngebas tapi lembut.


"Biasa. Main game cacing. Sama nyelesain tugas kampus yang belum beres," jawab Anna.


"Oh.. Saya pikir kamu lagi baca novel atau teleponan sama temanmu yang biasa, siapa itu namanya?"


"Karina?" Sambung Anna.


"Iya. Karina."

__ADS_1


"Tadi emang sempet teleponan sama Karina sih. Tapi cuma sebentar. Soalnya dia lagi ada kelas."


"... Kalian ngobrolin apa aja?" Tanya Daffa kembali.


"Kami tadi itu.." ucapan Anna terpotong.


'Tunggu dulu! Aku gak bisa ceritain soal gosip hoaks tentangku dan seorang seleb ke Daffa sekarang ini. Kasihan kan Daff baru pulang. Pasti capek. Lagipula, sebentar lagi juga beritanya bakal hilang. Jadi mungkin ada baiknya kalau Daff gak usah tahu sekalian. Dia mana tahu berita gosip seleb!' monolog Anna dalam hati.


"Hmm? Anna? Kok bengong?" Suara Daffa yang menegurnya, membuat Anna tersadar kembali pada obrolan mereka.


"Sorry.. sorry.. kami tadi itu gak ngobrol banyak. Soalnya dia kan lagi ada di kelas. Jadi cuma say hai, say bye doang sih.." jawab Anna tak jujur.


Dalam hatinya, Anna merasa sedikit bersalah kepada Daffa.


'Apa sebaiknya aku ceritain aja ya ke Daff tentang gosip itu?' batin Anna dilanda bingung.


"Hey.. kok malah bengong lagi. Kita makan di luar yuk. Aku udah pesen tempat di restoran seafood yang waktu itu. Kamu suka kan sama kepiting yang waktu itu?" Tegur Daffa kembali.


Benak Anna langsung teralihkan ke ingatannya tentang sea food yang ia santap bersama Daffa sewaktu mereka baru tiba di pulau Gili Trawangan. Membayangkan lidahnya akan menikmati sajian sedap itu lagi, membuat Anna terlupa pada kekalutan yang sempat melintasi pikirannya tadi.


"Eh! Mau lah mau!" Seru Anna dengan bersemangat.


Saat menjawab itu, Anna langsung mengangkat pandangannya ke atas, tepat ke wajah Daffa. Dua gemintang cokelat milik Anna bersinar cemerlang menatap langsung dua gemintang hazzlenut nya Daffa. Seulas senyum mengembang sempurna pada bibir penuh nya Anna.


Daffa tersenyum, membalas keriangan istrinya itu. Dalam hatinya ia tertawa kecil.


'Begitu mudahnya membuat Anna tersenyum. Hanya dengan makanan pun istrinya itu langsung sumringah!' batin Daffa bermonolog.


"Yaudah. Kita berangkat sekarang aja yuk. Saya ganti baju dulu sebentar ya!" Ucap Daffa seraya melepaskan diri.


Merasa tak tahan, Daffa kembali mencium kening Anna sekali lagi. Nampaknya ia sudah kecanduan mencium aroma bunga yang samar-samar bisa ia hirup dari ujung kepala istrinya itu.


Dalam hatinya, Daffa masih memikirkan kalimat Anna yang sempat ia dengar saat ia baru pulang tadi.

__ADS_1


'Cuma cinta Daffa! Saya jelas banget mendengar Anna mengucapkannya. Atau.. Apa saya salah ya?' batin Daffa bermonolog dalam kebingungan.


***


__ADS_2