Cinta Sang Maharani

Cinta Sang Maharani
Mrs. Corrine Gibston


__ADS_3

Anna mendelikkan matanya pada Daffa. Sementara yang dipandang terlihat santai. Parahnya, melihat Anna yang semakin mendelik malah membuat Daffa tersenyum.


Dalam hatinya, pemuda itu mengira jika Anna mungkin cemburu. 'Bukankah cemburu tanda ia menyukaiku?' begitu pikir Daffa.


Anna semakin kesal lantaran Daffa yang malah tersenyum. Ia sudah akan berbalik dan meninggalkan suaminya itu dengan wanita Amerika latin berkulit cokelat, jika saja Daffa tak menahan lengannya tiba-tiba.


Daffa mengeratkan pegangannya di lengan Anna, lalu memperkenalkan Anna pada wanita Amerika itu.


"Mrs. Corrine. You've just pushed me in a big trouble (Nona Corrine. Anda baru saja mendorong saya ke dalam masalah besar). Here look. My wife got jelous toward you (lihatlah. Istri saya cemburu pada Anda). She may though there are something fishy between us (dia mungkin mengira ada yang mencurigakan di antara kita)," tutur Daffa pada Nona Amerika.


Sang Nona Amerika tampak terkejut dan akhirnya melihat Anna untuk pertama kalinya. Sekilas, Anna menangkap kilat cemburu di mata wanita itu.


"Oh! So you really were married! (Jadi, kamu beneran sudah menikah!) I thought you just make a bull (kupikir kamu cuma beromong kosong)" ucap Corrine.


Kemudian Corrine beralih menghadap Anna. Selama sepersekian detik Anna mendapati dirinya dinilai oleh wanita asing itu. Tapi lalu Corrine memberikannya senyuman hangat yang, menurut Anna dibuat-buat.


"Hey, Anna. My name is Corrine Gibston. Just call me Corrine!" Sapa Corrine seraya mengulurkan tangan kanannya.


Sebenarnya Anna tak suka dengan wanita di hadapannya itu. Tapi demi menjaga kesopanan, akhirnya ia pun membalas uluran tangan Corrine.


Setelah jabatan tangan yang berlangsung singkat, Corrine kembali mengalihkan perhatiannya ke Daffa.


"So, Daffa. How about dinner? (Bagaimana tentang makan malam?) I wait your response (aku menunggu jawabanmu),"


Ditanya oleh Corrine seperti itu telah memunculkan gurat ketidaksukaan di wajah Daffa. Ia melirik Anna yang memberikan pandangan bertanya padanya.


Akhirnya, dibanding menjawab pertanyaan Corrine, Daffa memilih untuk memberikan penjelasan kepada Anna. Ia tak ingin istrinya itu jadi salah paham kepadanya.

__ADS_1


"Jadi begini, Anna. Dia mengundang kita sebagai ucapan terima kasih karena telah menolongnya kemarin. Itu loh, yang saya bikin kamu nunggu kelamaan pas saya beli makanan seafood," tutur Daffa.


Melihat wajah kebingungan Anna, Daffa kembali menerangkan lebih lanjut.


"Waktu kita baru sampai di sini. Kan saya cari makan dulu. Sementara kamu nunggu di dekat pantai. Terus kamu balik ke kamar dan ketiduran. Saya cerita kan kalau saya sempat mengalami kecelakaan?" Terang Daffa lebih lanjut.


"Oh!" Anna terlihat mengingat sesuatu.


"Nah. Waktu itu kecelakaan yang saya maksud itu nolongin Mrs. Corrine ini. Gak sengaja juga kok nolongin nya. Jadi dia kemarin mengundang kita makan malam tapi saya jawab kalo saya sibuk.." Daffa mengaku.


"Kamu yakin, dia mengundang 'kita'? Bukannya kamu doang?" Tanya Anna tiba-tiba, memotong ucapan Daffa.


Daffa berdeham pelan dan melirik Corrine. Sebenarnya ia tahu dengan maksud wanita Amerika itu mengundangnya dinner. Karenanya kemarin dia sudah menolak undangan Corrine.


Tapi Daffa tak menyangka Corrine akan kembali menanyakan undangan makan malam itu, di depan Anna pula. Dia sepertinya harus memberi penjelasan pada Corrine kalau dia tak tertarik untuk berhubungan dengan wanita itu.


Dengan pandangan intens, di depan Corrine si wanita Latin, Daffa pun menjawab sindiran halus Anna kepadanya tadi. Kali ini Daffa berbicara dalam bahasa Inggris. Sehingga Corrine bisa mengerti dan paham benar-benar perasaan Daffa pada Anna.


"Of course, dear. Every invitation toward me means they also invite you (setiap undangan yang teetuju pada saya artinya mereka juga mengundang kamu). Cause i'm yours (karena saya adalah milik kamu). So if you say no, then i say so (jadi kalau kamu bilang enggak, maka saya juga). And if you say yes, then i'll go (dan kalau kamu bilang ya, maka saya akan pergi). I'm following your step to anywhere you go (aku akan selalu mengikuti langkahmu, kemana pun kamu pergi)," ujar Daffa mengakhiri ucapannya.


Blush.


Pipi Anna merona. Ia tak menyangka Daffa nekat bersikap romantis di muka umum. Rasanya Anna ingin segera masuk ke dalam kamar inapnya saja saat ini. Apalagi ia melihat, beberapa orang terdekat yang mendengar ucapan Daffa barusan menoleh ke arah mereka. Sungguh malu rasanya.


Anna berusaha melepaskan diri dari rengkuhan tangan kekar Daffa. Namun usahanya bernilai nihil. Jadi, ia masih tetap berada dalam pelukan Daffa ketika suaminya itu memberikan bom berikutnya kepada Mrs. Corrine.


"So, Mrs. Corrine. Another sorry. WE," ucap Daffa dengan menekankan suaranya pada kata We, yang memiliki arti 'kami'.

__ADS_1


"We really can't join your dinner time (kami sungguh tak bisa bergabung makan malam denganmu). Cause we're enjoying our honeymoon now (karena kami sedang menikmati bulan madu saat ini). Hope you don't mind it (semoga kamu tidak keberatan)," ucap Daffa kepada Corrine.


Anna melirik ke wajah wanita di hadapannya itu. Tampak jelas baginya, raut tidak suka menghiasi wajah Corrine.


"Fine!" Sahut Corrine singkat. Dalam hatinya Corrine merasa dipermalukan. Ia tak menyangka dirinya akan ditolak mentah-mentah oleh pemuda Indonesia yang telah menolongnya kemarin itu.


Di depan umum pula!


'And just for this bit*ch!' umpat Corrine dalam hati seraya menembakkan laser kebencian ke arah Anna.


Anna mengerjapkan mata. Ia merasakan jelas ketidaksukaan yang ditujukan oleh Corrine kepadanya.


Mulanya Anna merasa tak nyaman. Karena bagaimanapun juga ia tak suka memiliki musuh. Anna selalu berusaha menjaga situasi damai dengan siapa pun di sepanjang hidupnya.


Jadi, mendapati pandangan benci yang diberikan oleh Corrine itu membuat Anna sedikit takut.


Tapi kemudian Anna merasakan tangan Daffa meremas pinggangnya. Anna menatap Daffa di sampingnya. Dan, seolah memiliki ikatan batin, Anna merasa telah menerima kekuatan dari pandangan Daffa kepadanya itu.


Maka Anna pun kemudian membalas tatapan Corrine dengan lebih berani. Lagipula, dia merasa tak memiliki salah apapun pada wanita Amerika itu. Justru Corrine lah yang berusaha untuk mengusik hubungannya dengan Daffa.


Jelas-jelas wanita itu yang menyukai Daffa dan masih menggodanya. Padahal menurut Daffa ia sudah menolak wanita itu.


"So Corrine. We have to go (kami harus pergi). We want to have breakfast alone (kami ingin sarapan sendirian)," pamit Daffa kepada Corrine.


Anna lalu merasakan Daffa mengajaknya berbalik dan melanjutkan kembali langkah mereka menuju kamar inap mereka. Meninggalkan Corrine di belakang mereka yang menggerutu samar, "As if i wanna join you, hmph! (Memangnya aku mau gabung dengan kalian!? Hmph!)".


***

__ADS_1


__ADS_2