
Dear everybody.. apa kabar semua?smg smua snantiasa dilingkupi kebaikan dunia akhirat yaa...
Mau sekedar berbagi kabar. kalau mel release novel ke dua mel. judulnya, "Aku Bukan Rumput Liar". genre nya komedi romantis.. jika berkenan, silahkan mampir ya.. terima kasih..🙏🙏 mel usahakan novel ini dibuat ringkas. gak sepanjang Cinta Sang Maharani..
mohn doa untuk klancaran sgalanya ya..
ohayoo..🐯🐯🐯
Ini cuplikan bab awal novel Aku Bukan Rumput Liar karya mel ya..
Bab 1. Kesalahan Terbesar (POV Laila)
~Jika takdir memberiku pilihan untuk mengulang hidup,
Maka aku akan kembali ke saat pertama kali kita bertemu.
Jika aku tahu dengan mencintaimu akan membuatku merasakan luka yang tak terperi,
Maka aku ingin memilih untuk tak mengenalmu sama sekali.
Cinta, lihatlah kini.
Kau buat sayap hatiku patah hingga terbelah,
__ADS_1
Lalu bagaimana aku bisa kembali melangkah?~
#suara hati Laila.
***
Telah setengah jam lamanya aku menunggu di tepi danau ini. Di hadapan telaga yang menampung kedalaman air yang tak siapapun mengetahui kedalamannya, aku merenungkan kehidupanku beberapa bulan ini.
Aku sadar, setiap orang mungkin akan melakukan kesalahan besar minimal sekali saja dalam hidupnya. Tapi aku tak pernah membayangkan, bahwa kesalahan besar yang akan kulakukan adalah karena aku mencintai seseorang.
Ya. Kurasa mencintai lelaki itu adalah sebuah kesalahan besar.
...
...
Tapi jelas sekali, rasa cintaku ini adalah sesuatu yang salah. Karena adanya cinta yang kurasakan di antara aku dan lelaki itu, pada kenyataannya telah menyakiti perasaan wanita lain.
Bagaimana bisa?
Bisa. Karena rasa cinta yang perlahan bersemi di hatiku telah mengusik cinta milik wanita lain yang sedang bersemi pula. Sementara kami berharap pada satu kumbang yang sama. Kami melabuhkan perasaan kami pada satu lelaki yang sama. Kiyano, nama lelaki itu.
Tak pernah terbayangkan di benakku kalau aku akan mencintai seseorang yang telah menjadi suami dari wanita lain.
__ADS_1
Sehingga oleh sebab perasaan cinta inilah aku mendapatkan cap pelakor di mata dunia. Aku dicaci oleh semua wanita. Bahkan aku pun telah menorehkan luka kecewa di hati Mama yang sangat kucinta..
Mama, satu-satunya orang tua yang ku anggap ku miliki di dunia ini. Karena Papa kandung ku entah tak ku ketahui kabarnya ke mana sejak lama.
Mama pun pada kenyataannya pernah merasakan pahitnya cinta karena tersingkirkan dari biduk pernikahannya sendiri oleh seorang pelakor. Papa lebih memilih hidup bersama pelakor itu, dan meninggalkan Mama dan aku.
Dijualnya rumah kami satu-satunya, dan dibawanya pergi semua uang dan harta yang ada demi hidup baru nya dengan pelakor itu.
Mama yang hanya tinggal memiliki satu cincin pernikahan di jari manis nya itu pada akhirnya harus menjual satu-satunya harta yang ia miliki. Demi bisa menyewa sebuah kamar untuk tempat bernaung kami berdua selama satu bulan ke depan nya.
Itu terjadi ketika aku masih sangatlah kecil. Sembilan tahun kiranya usiaku saat itu.
Pada akhirnya Mama mengulikan dirinya menjadi buruh cuci baju di rumah orang kaya. Sambil menyambi jual gorengan yang akan dititipkannya kepada ku untuk ku bawa ke sekolah.
Begitu pelik dan sulitnya masa kecilku dulu. Sehingga membuat hatiku menyimpan dendam pada dia yang bergelarkan pelakor.
Karena menurutku, seorang pelakor bukan hanya merebut laki orang. Melainkan juga merebut kebahagiaan yang seharusnya menjadi milik istri dan juga anak-anak dari lelaki yang direbutnya itu.
Sungguh sangat kejam, pelakor itu!
Namun kini, Mama harus dikecewakan pula oleh aku, putri satu-satunya ini. Karena aku malah terjun bebas menjadi seorang pelakor. Perebut laki orang. Perebut kebahagiaan milik orang lain.
Kutorehkan pula kecewa yang cukup dalam di hati Mama yang sangat ku cinta. Dan aku sungguh amat menyesali kesalahan besar ku ini.
__ADS_1
...
bersambung.