DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
104. JALINAN DARAH


__ADS_3

Artuhur berjalan memasuki dapur cafe disana ia berencana menyimpan tas miliknya dan mengganti baju dengan seragam yang sudah di sediakan oleh pihak kafe.


Arthur berjalan memasuki lorong cafe yang berada di pojokan .Tapi langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan Susi yang sedang membawah nampang berisi minuman juice dan buah buahan diatas nampang tersebut.


"Arthur kebetulan sekali kau datang! Tolong bantu kakak ya! bawah ini kemeja 8 yang ada di pojokan sana kakak kebelet pipis " ucap Susi yang memberi langsung nampang itu ke pada Arthur.


Arhur menerima tanpa ada penolakan sedikitpun.


"Baiklah kak Arthur akan tolong cepat pergi takutnya kakak ngompol disini lagi" ucap Arthur sedikit cengengesan.


"Kau bisa aja ..kakak duluan ya" ucap Susi sambil berlalu pergi menuju kamar kecil .


Setelah kepergian Susi Arthur berjalan melewati beberapa meja pengunjung dengan sangat hati hati dia membawah nanpan itu menuju ke meja nomor 8 seperti yang di perintahkan Susi kepadanya.


"Tuan, Nyonya ini pesanan Anda" ucap.Arthur dengan menunduk sambil meletakkan dua buah gelas berisi juice dan beberapa buah buhan yang terletak diatas piring.


"Silahkan Tuan, Nyonya menikmati bila kalian memerlukan sesuatu lagi jangan sungkan untuk memanggil saya atau pelayan lain yang ada di sini! kalau begitu saya permisi dulu mari" ucap Arthur yang masih tertunduk dan memeluk nampan di depan dadanya .


Artur membalikkan tubuhnya dan melangkah tapi tiba tiba .....


"Arthur tunggu dulu ......." ucap Seorang wanita parubaya memanggilnya .


Arthur berhenti dan berbalik..........


Matanya melotot melihat siapa yang sedang berada disana.


"Nak ....." ucap Ryo dengan nada sangat lembut .

__ADS_1


Mendengar Ryo memanggilnya dengan sebutan Anak Arthur sama sekali tidak menanggapinya, ia hanya memandang sinis kepadanya .


"Mari duduk Nak temani Ayah dan Oma disini! ucap Ryo sambil menarik satu kursi dan mempersilahan Arthur untuk duduk .


"Ayah, Oma ....hah! balas Arthur yang masih memandang sinis melihat dua orang yang ada di hadapannya itu.


"Iya ...Ini oma sayang " ucap Rita sambari berdiri ingin memeluk Arthur.


"Jangan coba coba menyentuhku Nyonya! Dan ingat saya bukan Cucumu atau Anak dari pria itu " ucap Arthur yang mencegah Rita untuk memeluknya dan menunjuk ke arah Ryo .


" Nak bagai manapun, kau terima atau tidak terima Aku ini Ayahmu kandungmu! ucap Ryo yang masih dalam nada yang sangat lembut .


"Ha ha ha ..Anak katamu Tuan! Apa Tuan Tau Arti seorang Ayah!Ah.. Sudahlah orang seperti Tuan ini mana mungkin mengerti? ucap Arthur yang mulai sedikit Emosi .


"kau ini sangat kurang Ajar kepada Ayah kandungmu sendiri" Bentak Rita kepada Arthur.


"Iya saya tau memang saya kurang ajar mengucapkan ini kepada orang yang lebih tua dari saya akan tapi dengan kalian berdua saya rasa saya tidak kurang ajar sama sekali" ucap Arthur yang memandang sinis kearah Rita.


Ucapan Arthur benar benar membuat api kemarahan Rita memuncak tanganya di ayunkan kearah pipi kiri Arthur .


Plack........


"Mommi .........."Ucap Ryo bangkit dari tempat duduknya


"Kau lihat Anak ini dia benar benar tidak diajari ibunya untuk sopan santun kepada orang yang lebih tua " ucap Rita kepada Ryo sambil menunjuk kearah Arthur .


Mendengar nama ibunya di bawah bawah Arthur sangat emosi .

__ADS_1


"Dengarkan Nyonya peot jangan sesekali kau mengatakan ibuku begitu. Ibuku adalah wanita baik dan penuh kasih sayang beliau tidak perna mengajariku untuk berbuat tidak hormat kepada yang lebih tua,ini memang karna keinginan saya sendiri menghina orang yang sudah menghancurkan beliau dan memukulku tanpa belas kasihan! jadi jangan coba coba lagi mencelah beliau dihadapanku, Nyonya mengerti itu" ucap Arthur di penuhi emosi.


"Mom, Arthur ......sudahlah Kita ini satu keluarga jadi janganlah saling mencelah' ucap Ryo mengusap punggung ibunya dan memandangi Arthur.


" Aku bukan keluarga kalian jadi jangan mimpi aku akan mengakuinya "Ucap Arthur sambil melipat kedua tanganya di depan dada .


"Kau ini benar benar ya .....walaupun kau tidak mengakuinya tapi ingat darah yang mengalir dalam tubuhmu itu sama dengan darah yang mengalir dalam tubuh Ayah jadi mau tidak mau kau tetap anakku Arthur " ucap Ryo yang mulai bangkit emosinya .


Baiklah mulai sekarang aku akan memutuskan jalinan darah itu ...


Arthur melangkah mendekati meja mereka dan mengambil pisau yang tergeletak bersama dengan buah buahan yang dibawahnya tadi .


"Nah lihatlah hari ini aku akan memutuskan ikatan darah antara aku dan keluarga kalian dan setelahnya ini jangan lagi kalian menagih darah dariku ...ingat itu " ucap Arthur ...dan


Tiba tiba darah menetes diatas lantai.........


Arthur memotong setengah jari kelingkingnya diatas meja.


"Arthur kenapa kau lakukan semua ini Nak" ucap Ryo mendekati Arthur .


"Jangan kau mendekat Aku bukan anakmu dan mulai sekarang jalinan darah kita terputus, kau sudah mengambil bagian darahmu dalam tubuhku setelah kau memukulku berkali kali dan sekarang aku yang mengeluarkan sisanya" ucap Arthur yang masih memegangi sisa jari kelingkingnya .


Ryo dan Rita cuma terdiam melihat darah yang menetes terus menerus di jari kelingking Arthur tanpa bisa berbuat Apa apa .


👉vote ,like .......Author masih tunggui sepaya bersemat nulisnya ...gratis kok ..


trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2