DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
181. MELAMAR NAOMI.


__ADS_3

Siang Itu setelah keduanya sudah kemas kemas. dan docter kandungan selesai memerikasa kandungan Maya. Abrahan dan Maya kembali ke ruang tamu untuk bersantai.


"Sayang apa kamu tidak penasaran dengan jenis kelamin dede bayi" ucap Abraham sambil menyandarkan dirinya di punggung sofa.


Maya yang sedari tadi nonton program masak memasak yang di siarkan Oleh stasiun AMANDA tv segerah memalingkan wajahnya kearah Abraham.


"Maya sama sekali tidak penasaran Sayang! Mau laki laki atau perempuan Maya tetap syukuri pemberian dari ALLAH" ucap Maya sambil menatap kearah suaminya.


"Babang juga sama sepertiMu! Kalau laki laki Arthur punya teman bermain kalau perempuan berarti kita sudah punya anak sepasang" ucap Abraham sambil memeluk tubuh istrinya dan membenamkan wajahnya di punggung milik Maya.


Tak lama kemudian pintu mension berbunyi. Sesorang dari luar sana sedang mengetuk ngetuk daun pintu.


Seorang pelayan pria berlari kecil membuka puntu.


"Ee... Tuan Jonathan! Silahkan masuk Tuan" ucap Sang pelayan sambil membuka lebar daun pintu.


"Trimah kasih Daeng! Tuan Abraham dan Nyonya Maya ada?ucap Jonathan kepada pelayan itu yang biasa Ia panggil sebagai Daeng karna Ia berasal dari Makkassar.


"Ada Tuan! Keduanya ada di ruang Tamu" ucap Daeng.


"Baiklah dan trimah kasih! Aku akan menemui Mereka" ucap Jonathan sambil melangkah masuk menuju ruang tamu.


Jonathan terus melangkah lebih kedalam dan melihat kedua majikanya sedang bercanda gurau disana.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya" ucap Jonathan sambil menundukkan kepala kepada mereka berdua.

__ADS_1


Sontak Abraham berhenti menjaili istrinya dan memandang kearah Jonathan yang sudah berdiri di sampingnya.


"Ia siang Jo! Silahkan duduk" ucap Maya mempersilahkan Jonathan untuk duduk.


Abraham hanyam memplototkan Matanya melihat Jonathan yang datang mengganggu kesenanganya menjaili Maya.


"Ada perlu apa Kau ke mari Jo" ucap Abrahan sedikit ketus.


"Ada hal penting yang ingin Saya bicarakan Tuan" ucap Jonathan sedikit menundukkan kepalanya.


Abraham dan Maya saling bertatapan dan mengedipkan bahunya satu sama lain bertanda masing masing tidak merengetahui apa tujuan sebenarnya kedatangan Jonathan.


"Iya katakanlah Jo jangan bikin Kami penasaran" ucap Maya yang sedikit mencondongkan badanya ke depan.


"Begini Nyonya dan Tuan ! Kedatangan Saya kesini ingin mengutarakan niat baik Saya. Saya ingin menjadikan Nyonya Naomi menjadi Ibu dari anak anak Saya nantinya" ucap Jonathan yang mengangkat wajahnya ke atas dan memberanikan diri menatap Abraham dan Maya.


"Iya ..Tuan saya serius ngin memperistrikan Nyonya Naomi" ucap Jonathan yang sedikit gugup.


"Sayang Babang Tidak mau! Kalau Jonathan nanti jadi mertua Babang, Babang tidak bisa lagi menyuruhnya kesana kemari malahan Babang yang nanti jadi bawahnya" ucap Abraham berbisik ke telinga Maya.


Seketika Mata Maya melotot mendengar bisikan dari Suaminya.


Pluck..........


Satu pukulan mendarat di lengan Abraham.

__ADS_1


"Kalau kami si setuju setuju saja Jo mengingat, Kau juga sudah kami anggap sebagai keluarga... tapi itu lagi kami serahkan semua pada yang bersangkutan. Mau tidaknya tergantung dari keputusan Ibu"Ucap Maya


Tidak lama kemudian keluar Naomi dari arah dapur dan membawa nampang berisi kopi panas dan beberapa cemilan diatasnya.


"Nah ...yang bersangkutan sudah datang Jo boleh tanya sendiri tujuan Jo ke mari" ucap Maya .


Setelah meletakkan kopi dan Beberapa toples diatas meja Naomi duduk dan bergabung dengan mereka bertiga.


"Kami sudah membicarakanya Nyonya! Tinggal kami tunggu restu dari Tuan dan Nyonya agar proses pernikahan kami segera di laksanakan" ucap Jonathan menatap Naomi yang hanya terdiam sambil menundukkan kepala.


Abraham dan Maya saling memandang kemudian tersenyum sembari mengangguk tanda mereka setuju.


"Alhamdulillah............" ucap Jonathan dan Naomi secara bersamaan.


"Kapan Rencana Jo dan Ibu ingin melaksanakan pestanya pernikahan kalian"Ucap Maya menatap kearah Jonathan dan Naomi secara bergantian.


"Kami rencana dua minggu lagi! Sebenarnya Saya mau satu bulan lagi karna rencananya saya dan Diana ingin mengadakan pesta besar besaran tapi Nyonya Naomi bilang gak usah"ucap Jonathan.


"Terserah kalian Mana baiknya" balas Maya.


"Kalau sudah Deal dua minggu lagi! Kami berdua akan siapkan keperluan apa saja yang nantinya kalian butuhkan! Bagai mana sayang" ucap Maya memandang Abraham.


"Ya terserah kau Sayang Babang ikut sajsa yang mana baiknya menurut kamu." balas Abraham.


Keempatnya pun sudah sepaket dua minggu lagi proses pernikahan Jonathan dan Naomi akan di selenggarakan.

__ADS_1


👉tetap beri like, vote, coment dan rate bintang lima trimah kasih.....


__ADS_2