
Setelah kepergian Ryo, Kembali suasa dalam ruangan itu hening. Maya duduk di kursi menggantikan Ryo.
Sedangkan Rita berada di dekatnya.
"Maya ........" ucap Rita memutar kursi rodanya menghadap kearah Maya.
Maya tidak menggubri sama sekali ucapan Rita. Sakit hati yang Ia rasakan mungkin masih tertanam lekat dalam hatinya walaupun sudah tidak seperti dulu lagi buktinya Ia tidak mengusir Rita keluar dari ruangan Itu.
"Walau Ibu tau sangat sulit bagiMu dan Arthur untuk memaafkan Ibu tapi, hari ini Ibu memberanikan diri meminta maaf kepada Kalian berdua, Ibu dan Ryo sudah menerima ganjarannya walau tidak seberat apa yang kami perbuat kepada kalian berdua di masa lalu! untuk itu dengan kerendahan hati tolong Maafkan Ibu Nak dan Juga Ryo" ucap Rita dengan deraian Air mata.
Kembali Maya hanya terdiam tak membalas atau menoleh sedikit pun kearah Rita.
Sama seperti Maya, Arthur pun melakukan hal yang sama. Dia hanya terdiam memandangi Rita yang sedang memelas kepada Ibunya.
Tidak lama kemudian kembali Docter Vian mengetuk pintu 2 kali dan masuk kedalam bilik itu.
"Tuan Arthur Saya harap Tuan bersiap siap hari Ini untuk melakukan transplantasi ginjal karna kami sudah mendapat pendonor yang sesuai seperti apa yang kamu inginkan" ucap Docter Vian yang berdiri di sisi tempat tidur.
__ADS_1
"Alhamdullihlah Akhirnya Ryo bisa menebus sedikit demi sedikit kesalahanya walau harus mengorbankan satu ginjalnya untuk putranya" ucap Rita tersenyum sambil menyeka Air matanya.
"Kira kira jam berapa operasi pencangkokan ginjal akan di lakukakan Doc? ucap Maya menatap kearah Docter Vian.
" Sekitaran jam 15.00 Nyonya! Makin cepat makin bagus mengingat kondisi kesehatan Tuan muda semakin hari semakin menurun" balas Docter Vian .
"Kalau begitu lakukan yang terbaik Doc untuk putra Saya dan Ryo" Ucap Maya.
"Baiklah Nyonya kami akan mengusaakan yang terbaik untuk Tuan Muda dan Tuan Ryo! Kalau begitu Saya mohon diri dulu! Saya harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum proses operasi transplantasi ginjal antara Tuan Ryo dan Tuan Arthur kami lakukan" ucap Docter Vian menunduk dan berbalik arah keluar dari bilik itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 14.30, Arthur sudah berada dalam bilik operasi sedangkan Maya, Naomi, Leon, Diana, Tiara serta Rita sudah berada sedari tadi di depan ruang operasi menunggu dengan perasaan was was nenanti jalannya operasi.
"Iya.... Bu semoga saja Aamiin" ucap Maya sambil menatapi pintu ruang operasi dengan tatapan kosong.
Jam berganti jam kini proses operasi sedang berlangsung di dalam sana. Itu terlihat dari lampu indikator yang sudah menya 5 menit yang lalu.
Ketegangan antara mereka yang berada di luar ruang operasi tersebut semakin meningkat. Ada rasa was was dan takut semuanya bercampur menjadi satu dalam hati masing masing.
__ADS_1
"Leon Aku sangat takut bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan menimpah mereka" ucap Rita yang duduk diatas kursi roda sambil meremas remasi jari jarinya.
"Semoga saja mereka berdua selamat Nyonya! Sebaiknya kita berdoa saja! Agar operasinya sukses dan mereka berdua tidak mengalami hal yang tidak kita inginkan" ucap Leon yang duduk tepat di samping kiri Rita.
Tidak lama kemudian lampu indikator pun padam menadakan operasi kini telah selesai.
Pintu Ruang operasi terbuka nampak Docter Vian yang pertama kali keluar dari dalam bilik itu.
Maya dan Naomi segera bangkit dan berjalan tergesah gesah menghampiri Docter muda yang terbilang sudah berpengalaman dalam bidang operasi dan pembedahan di rumah sakit itu.
"Docter bagai mana keadaan Anak dan Ryo" ucap Maya yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Docter Vian.
"Alhamdulillah keduanya selamat berkat doa kalian semua dan kekompakan dari team medis rumah sakit ini! Tapi....." ucap Docter Vian sedikit menggantung ucapanya.
"Tapi Apa Docter......" ucap Maya penasaran karna Docter Vian menggantung ucapanya.
"Ah .... tidak Apa apa Nyonya! yang jelasnya keduanya akan segera membaik beberapa hari kedepanya, Kalian boleh menyeguk pasien ketika mereka sudah berada pada kamar inap! Kalau begitu Saya mohon diri Nyonya " ucap Docter Vian sambil meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Maya tidak menjawab sama sekali Ia masih kepikiran dengan ucapan Docter Vian menggantung kata tapi......Sebenarnya apa yang di rahasiakan Docter itu kepada mereka.....
👉Beri like, Coment, vote dan rate bintang limanya jangan pelit pelit dong ..kan gratis...trimah kasih.