DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
71 .BUKAN MAHROM


__ADS_3

Kini mobil yang di kendarai oleh mereka sudah duduk manis dihalaman gedung AMANDA grup mereka bertiga berjalan memasuki gedung mewah tersebut .


" Bu arthur tinggu di Aula saja , arthur tidak ingin mengganggu rapat kalian " ucap arthur setelah mereka berada di dalam gedung .


" Baiklah nak ! tapi kamu jagan kemana mana duduk manislah di sofa dan jangan nakal " ucap maya sambil mengelus rambut anaknya .


" ciap BOSSku " ucap arthur sambil merapatkan kedua kakinya , mengangkat tanganya dan meluruskan jari jarinya serta meletakkan di dahinya .


Maya dan jonathan kembali melangkah dan memasuki lift khusus CEO dan menekan angka 7 . lift meluncur dengan cepat naik ke lantai tujuh dimana ruangan CEO ada disana .


Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah berada di depan ruangan abraham .


jonathan mengetuk pintu tersebut sebelum di persilahkan masuk .


Tock ...tock...tock.....


" Silahkan masuk " suara abraham yang kedengaran dari dalam ruangan .


Maya dan jonthan membuka pintu dan melangkah masuk ruangan tersebut .


Abraham terlihat sedang duduk di kursi kebesaranya sambil memandang lekat pada laptop kerjanya , abraham belum menyadari kalau di depannya sedang berdiri seorang wanita cantik .


" Ada apa jo " ucap abraham yang masih tetap fokus pada laptop kerjanya .

__ADS_1


" pagi tuan nona maya ingin bertemu anda " ucap jo yang sembari memersilahkan maya duduk di sofa yang ada dalam ruangan tersebut .


Mendengar nama maya di sebut abraham langsung mendongakkan kepalanya dan memandang kearah depan " bibadari syurgaku " ucapnya tanpa mengkedipkan matanya .


Maya dan jo hanya saling bertatapan mereka berdua tidak mengerti apa yang sedang di ucapkan oleh abraham .


Abraham berdiri dan mendekat ke arah sofa dimana maya sedang duduk cantik .


" pagi maya " ucap abraham sambil mendudukkan tubuhnya didekat maya .


melihat abraham duduk hampir rapat denganya maya menggeser dubuhnya agak menjauh sedikit dari tubuh abraham "bukan mahrom tau " ucap maya sambil menarik bokongnya menjauh dari abraha .


abraham hanya terkeke melihat tingkah malu malu maya .


" makanya terimah lamaranku maka kujadikan engkau mahromku " ucap abraham sambil tersenyum .


" baiklah ..baiklah calon istri kok galak amat ! terus ke datangan ade kesini mau apa selain mau ketemu babang ganteng ? ucap abraham acuh karna kurang mendapat respon dari maya .


"saya hanya datang untuk menandatangani apa yang terlupa pada saat rapat kemarin " ucap maya


" Oh itu saya sudah persiapkan semuanya , nona maya bisa langsung menandatanganinya dan satu lagi mengenai aliran dana untuk panti sosial apa masih tetap di lanjutkan atau di stop mengingat saham yang 50 persen yang tak bertuan dulu kan sudah menjadi hak maya seutuhnya .


" kalau itu tetap lanjutkan karna seingat saya nenek AMANDA sedari dulu memang sudah memberikan 10 persen keuntungan perusahaan untuk panti sosial dan lembaga pendidikan yang benar benar membutuhkan bantuan " ucap maya lagi .

__ADS_1


" tak salah aku memilihmu dinda kau benar benar wanita cantik , pintar dan baik hati ingin rasanya cepat cepat aku menikahimu " ucap abraham yang membuat maya sangat malu di depan jonathan .


" Dasar bucin " ucap jonathan yang sedari tadi berdiri di dekat mereka berdua tapi masih bisa di dengar samar samar oleh abraham dan maya .


" Apa katamu jo coba ulangi " ucap abraham membentak secretaris jo


Maya yang mendengar ucapan jonathan tertawa terbahak bahak sampai air matanya keluar .


" Maaf tuan saya kecoplosan " ucap jo menunduk takut pada abraham .


" sudalalah bulan depan gajimu di potong " ucap abraham kesal


" tapi tuan " ucap jo yang memandang abraham yang seakan akan tak relah gajinya di potong .


Tidak perlu waktu lama kini semua urusan maya di AMANDA grup sudah selesai , maya berniat untuk pamit kepada abraham mengingat arthur yang pasti sudah jenuh menunggu di aula .


" bram saya pamit dulu saya kuatir arthur sudah bosan menunggu dia aula " ucap maya sambil memasukkan berkas kedalam tas .


" loh kenapa tak sekalian ajak kemari arthurnya ! selain rindu padamu saya juga sangat rindu anak kita " ucap abraham yang berubah mimik wajahnya saat mendengar nama arthur .


" Arthur tidak mau ikut sebab ia tidak mau mendengar ibunya terus terus di gombalin oleh mu " ucap maya sambil berdiri .


mendengar ucapan itu abraham tertawa habis habisan senang sekali rasanya dia mengerjai maya .

__ADS_1


👉budayaka like , coment ,vote , favorite , rate bintang lima yang banyak ya gratis kok .👈


@bersambung@


__ADS_2