DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
198. SIGAPURA.


__ADS_3

Sementara itu Arthur yang berada di Singapur bersama dengan Ryo sedang memasuki ruang rapat.


Para peserta rapat mulai memenuhi kursi yang sudah disediakan oleh panitia rapat.


Arthur duduk di kursi pemimpin rapat sementara Ryo berdiri disampingnya sambil memegang beberapa Map ditanganya.


Posisi sekertaris sementara Ia pegang karna Leon tidak ikut bersama dengan mereka.


Setelah semua kursi penuh oleh para undangan, Arthur mulai membuka rapat.


""Selamat siang semua! Karna Tuan Abraham tidak sempat hadir karna suatu halangan maka, Aku yang menggantikanya untuk sementara"ucap Arthur membuka jalanya rapat.


Para peserta rapat saling memandang satu sama yang lain.


Ada yang mengangguk ngangukkan kepalanya tapi tidak sedikit yang memandang remeh kepadanya.


"Apa anak kecil sepertinya bisa memimpin rapat sebesar ini" ucap Sandy salah satu perwakilan dari negara Malaysia kepada Rinto teman senegaranya.

__ADS_1


"Kita lihat saja dulu, Kita jangan memandang remeh seseorang sebelum kita membuktikanya sendiri" balas Rinto yang berada disampingnya.


"Baiklah kita mulai meetingnya! Pertama tama kita bahas omset perusahaan yang semakin tahun semakin menurun, padahal bila kita lihat grafik keuntungan perusahaan dan daya beli kunsumen meningkat tinggi. Kenapa bisa sampai seperti itu! Pak wawan apa Anda bisa menjelaskan semua ini" ucap Arthur kepada Wawan yang sedari tadi memperhatikan map yang ada di hadapanya.


Wawan segera mengangkat wajahnya dan memandang kearah Arthur.


"Betul yang Anda ucapkan Tuan! kalau Kita lihat dan telitih lebih jelas memang omset yang kita dapat di tahun kemarin dan tahun ini memang meningkat tajam. Saya sebagai pelaksana dan penyedia barang juga heran kenapa Kok pendapatan kita tahun ini sangat minim di banding tahun kemarin padahal semua bahan baku perusahaan kita laris di pasaran! Kalau masalah keuanganya Tuan boleh tanya langsung pak Sandy karna beliaulah yang memegang kendali keuangan perusahaan" ucap Wawan memandang kearah Sandy yang duduk pas di depanyanya.


Sandy sontak mengangkat wajahnya seketika setelah Ia mendengar namanya disebut oleh Wawan.


"Maaf Pak Sandy! dalam hal ini Andalah yang bertanggung jawab dalam hal keuangan perusahaan karna semua pemasukan dan pengeluaran keuangan tidak bisa di cairkan tampa tanda tangan dari Anda bukan?" ucap Wawan mencoba membela diri.


"Iya itu memang benar tapi, Aku sudah menjalankan semuanya sesuai prosedur perusahaan! Jadi jangan coba coba menuduhKu korupsi" ucap Sandi sambil memukul keras meja rapat.


Semua peserta riuh oleh ulah Sandy yang begitu emosi.


"Dimana kata kata Aku yang menuduh Anda korupsi! Atau jangan jangan memang Anda sudah menggelapkan uang perusahaan tanpa sepengetahuan Tuan Abraham" ucap Wawan yang juga tersulut emosinya.

__ADS_1


"Apa kataMu tua bangka" ucap Sandy sambil berdiri dan ingin memuku Wawan tapi di tahan oleh Rinto.


"Tenangkan diriMu Sandy! Apa Kau tidak takut dengan perwakilan dari AMANDA grup" ucap Rinto sambil memandang kearah Arthur.


"Anak kecil sepertinya mana mungkin Aku takuti! Kecuali Tuan Abraham yang duduk disana baru Aku takut" ucap Sandy yang ikut memandang kearah Arthur.


Arthur yang melihat wajah Sandy yang masih memerah karna ucapan Wawan tersenyum getir.


"Sandy apa Kau mau mengaKu atau Aku sendiri yang akan membuka kedok kebusukanMu" ucap Arthur menatap tajam kearah Sandy.


Sandy begitu gugup mendengar ucapan Arthur tapi, Ia tetap tenang untuk menyembunyikan kegugupanya pada peserta rapat yang hadir di tempat itu.


"SilahKan saja Kaau Kau bisa" ucap Sandy menentang Arthur.


Arthur dan Ryo saling menatap sembari tersenyum mendengarkan tantangan Sandy.


👉like, comen, vote dan rate bintang limanya ya ..trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2