DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
140.CEMBURU .


__ADS_3

Ketiganya kembali ke mobil dan duduk pada posisi seperti sebelumnya Arthur dan Jonathan di depan sedangkan Diana duduk di kursi penumpang.


"Din ...Agenda selanjutnya apa ?" ucap Arthur memecah keheningan di dalam mobil.


"Kita ke kantor cabang Tuan! di sana sedang diadakan Audisi model untuk promosi Perusahaan ! Tuan bisa langsung terjun memberi penilaian" balas Diana.


"Bolehkah paman jo mengantar kami ke kantor cabang" ucap Arthur menatap kearah Jonathan yang sedang asik mengemudi.


"Tentu saja boleh Tuan Muda itu memang sudah jadi tugas saya" balas Jonatan tanpa memandang kearah Arthur sakin sibuknya menyetir mobil.


Memobil yang mereka tumpangi kini melaju membela keramaian kota menuju kantor cabang AMANDA tivi.


Hanya butuh waktu 20 menit saja kini mobil yang dikendarai Jonathan sudah berbelok memasuki halaman kantor cabang AMANDA tivi.


Suasana kantor siang itu terlihat sangat ramai karna haru ini sedang diadakan audisi pencarian model untuk menjadi icon AMANDA tivi nantinya.


Mereka bertiga melangkah memasuki gedung itu. Nampak disana sini orang sedang berlalu lalang sibuk dengan aktivitas masing masing.


Para karyawan tenunduk hormat saat Arthur, Jonathan dan Disna lewat di depan mereka.


"Siang Tuan Muda " ucap salah satu karyawan yang berlari kecil.menghampiri mereka.


"Siang ....." ucap Arthur tersenyum kepada karyawan tersebut.


"Tuan acara pemilihan model akan segera dimulai, kiranya Tuan bersedia untuk ikut memberi penilaian kepada para model tersebut" ucap Karyawan tadi.


Arthur melihat kearah Jonathan dan Diana, Keduanya mengangguk sembari memberi senyuman.


"Oke baiklah ! Mari kita kesana" ucap Arthur mengajak mereka semua


Tidak lama kemudian kini mereka sudah berada dalam ruang Audisi.

__ADS_1


Arthur duduk tengah tengah para juri sedangkan Jonathan dan Diana duduk agak jauh darinya.


Para model memperagakan Aksinya, Ada yang sengaja berlenggak seperti ular, meluk liuk tubuhnya diatas panggung dengan tujuan untuk menarik peehatian para juri.


Pakaian mereka rada rada kurang bahan, membuat Diana yang duduk agak jauh dari panggung itu merasa malu sendiri dobuatnya.


"Ayah jangan dilihat! ucap Diana menutupi wajah Jonathan dengan map yang sedari tadi Ia genggam.


"Apaan si Nak! Ayah juga tidak tertarik kecuali Ibu Naomi yang melenggak lenggok seperti itu baru Ayah tertarik" ucap Jonathan sambil menepis map yang menutupi penglihatanya.


"Mana juga Ibu mau berlenggak sepert itu! melihatnya saja pasti Ibu merasa jijik" Ketus diana kepada Ayahnya.


Jonathan hanya sengegesan mendengar keluh kesah Diana.


Tidak lama kemudian acarapun selesai para juri tidak bisa memberi keputusan, siapa pemenangnya kali ini karna Arthur belum menemukan sosok yang cocok untuk dijadikan Icon AMANDA tivi.


"Tuan Muda bagai mana keputusanya"ucap Diana begitu penasaran.


"Terus calon yang seperti apa yang Tuan Muda inginkan! " balas Diana yang masih penasaran terus penasaran.


Lama Arthur berpikir tentang calong yang Ia gadang gadang.


"Ya ...seperti Kau kali!" ucap Arthur asal


"Ye....." ucap Diana sambil memukul bahu Arthur dengan map.


Jonatan dan Arthur terbahak bahak melihat tingkah Diana yang sedikit ngambek sambl memanyun mayunkan bibirnya kedepan.


Kini mereka bertiga kembali melangkah dan berencana untuk menemui Abraham di perusahaan AMANDA grup, karna sebelumnya mereka sudah ada janji.


Tapi tiba tiba tiga wanita cantik mendekati mereka bertiga.

__ADS_1


"Eee Tuan Arthur juga kesini" ucap Selly sambil mengayut manja di lengan Arthur.


Arthur mencoba menepisnya tapi pengan Selly cukup kuat bergantung di lenganya.


"Iya ...kau sendiri buat Apa disini" ucap Arthur membalas ucapan Selly.


"Buat Apalagi kalau bukan ikut Audisi pencarian model buat perusahaan kita" ujar Selly yang menyandarkan kepalanya dan menggek gesekkan masa depanya di lengan Arthur.


Mendapatkan perlakuan seperti itu Arthur menjadi risih dibuatnya.


"Boleh tidak Nona Selly melepaskan pegangan Anda di lengan Aku" ucap Arthur yang benar benar risih dibuatnya.


Lebih lebih Diana dari tadi Ia mengobel dalam hati melihat ulah si Selly.


"Dasar Ganjen! Tuan Arthur juga kayaknya senang bangat di gituin sama ulat bulu ini" Gerutuh Diana dalam hati.


Dengan berat hati Selly melepas rangkulan tanganya di bahu Arthur.


"Guys ! kenalin calon Aku nich " ucap Selly memperkenalkan Arthur ke pada kedua temanya.


Kedua Teman Selly langsung menyodorkan tanganya tetapi tiba tiba di saja Diana menarik pergelangan tangan Arthur.


"Ayo berangkat! Tuan Abraham sedari tadi menunggui kita" ucap Diana sambil menarik tangan Arthur dan pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Arthur ....!!


Siapa si perempuan ganjen itu berani sekali Dia menarik calon tunangan Aku" teriak Selly kepada Arthur tapi Arthur tidak memperdulikanya sama sekali.


Sementara itu Jonathan yang mengikuti mereka berdua dari belakang hanya mengeleng gelengkan kepalanya.


"Anak Ayah mulai tumbuh dewasa" ucap Jonathan terus mengikuti langkah kaki mereka berdua.

__ADS_1


đŸ‘‰terus bagi vote, jempol , coment dan favoritenya ya makasih......


__ADS_2