DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
184. HARI BAHAGIA NAOMI DAN JONATHAN.


__ADS_3

Hampir satu jam Jonathan, Naomi dan Diana di kediaman Ryo. Setelah merasa semua sudah beres ketiganya berpaminatan untuk pulang.


"Tuan Ryo, Tuan Muda dan Nyonya Rita. Saya rasa semuanya sudah cukup kami sudah sangat merepotkan Anda jadi sebaiknya kami permisi dulu" ucap Jonathan memandang mereka satu satu.


"Aiss kok cepat bangat Arthur masih kangen Nenek" ucap Artur memeluk Naomi sambil bermanja manja di punggung Naomi.


"Kau ini masih seperti anak kecil saja. Tidak perna berubah kalau bukan jail, pasti manjanya ketulungan. Lagian di sini ada Oma Rita yang bisa kau jaili dan tempati manja manjaan." ucap Naomi sambil mengacak acak rambut Arthur.


"Ah Nenek sudah berubah...Nenek sekarang lebih sayang Paman Jo dan Diana di banding Arthur" ucap Arthur melepas pelukanya.


"Ah Kau ini ...sampai kapan pun Arthur itu nomor satu di hati Nenek" ucap Naomi memeluk Arthur.


"Betulkah.....?" ucap Arthur tersenyum.


"Pastinya dong...." balas Naomi.


Tidak Lama kemudian Jonathan, Naomi dan Diana berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju pintu keluar.


Ryo, Arthur dan Rita mengantar mereka sampai halaman rumah.


"Sampai jumpa sayang ...." ucap Naomi setelah berada di dalam mobil sambil melambaikan tangan ke arah Arthur.


"Iya Nek ...hati hati ya" balas Arthur.


Tak lama kemudia Jonathan menghidupkan mesin mobilnya.


"Bye... Diana" ucap Arthur melambaikan tangan kepada Diana.

__ADS_1


Pluck............


Satu tamparan keras mengenai pantat Arthur.


"Awo........." ucap Arthur meringis kesakitan.


"Apaan si Oma...Sakit tau" ucap Arthur memanyun manyunkan bibirnya.


"Makanya Kau jangan Genit..." ucap Rita sambil melangkah masuk meninggalkan Arthur dan Ryo.


Ryo cuman tertawa geli melihat Arthur yang memegangi pantatnya sambil memanyun manyunkan bibirnya. Sudah di pastikan bekas tangan Rita pasti menempel di dalam sana.


"Ayo cepat mandi lalu kita main geme seperti semalam! Kau masih punya hutang dengan Ayah bukan " Ucap Ryo sambil merangkul bahu Arthur masuk kedalam mension.


"Ayah yang kalah masa Arthur yang hutang! Gimana ceritanya" balas Arthur mengikuti Ryo masuk kedalam.


Waktu terus berlalu kini hari pernikahan Jonathan dan Naomi sudah tiba.


Nampak di mension milik keluarga kecil Abraham terlihat ramai.


Banyak keluarga dekat dari Abraham dan tetanggan mereka turut hadir merayakan pesta menggembirakan itu.


"Sayang Kita pake baju yang motifnya sama ya " ucap Abraham yang baru saja keluar dari dalam bilik kamar mandi.


Maya yang asyik merias diri hanya mengangguk tanda setuju dengan ucapan suaminya.


Tak lama kemudian Maya melangkah mendekat kearah Abraham yang asyik memainkan handponenya.

__ADS_1


"Pakailah ini ..." ucap Maya memberi satu style pakaian kepada suaminya.


Abraham langsung mengambil dan memakainya.


Tidak beberapa lama nampak keduanya sudah keluar dari dalam bilik kamar. Abraham yang memakai kemeja putih dibalut dengan jas warnah hitam nampak begitu menawan.


Sedangkan Maya menggunakan drees yang di rancang khusus untuk Ibu hamil.


Nampak Maya terlihat lebih gendut dan perutnya kelihatan lebih besar. Kalau di lihat samar samar mingkin kita bisa menilai kalau umur kandungan maya saat ini 9 bulan padahal nyatanya baru umur 6 bulan.


Kadang Abraham kuatir dengan Janin yang ada di kandungan Maya. perut Maya terlihat lebih besar dari Ibu ibu yang sama dengan umur kandunganya.


"Sayang nanti di sana Kau duduk saja ya! semua kebutuhan pesta biar pelayan yang lakukan ! Karna hari ini babang membayar gaji mereka 3 kali lipat dari biasanya!" ucap Abraham memegangi tangan Maya yang menuruni anak tangga satu persatu satu.


"Iya ..Sayang kau ini bawel sekali! Kalah kalah ibu" ucap Maya yang terus melihat pijaksn kakinya pada anakan tangga.


"Itu tandanya Babang kuatir denganMu dan dede bayi! Babang tak mau sampai Kau dan dede bayinya kecapaian! paham" ucap Abraham yang kini sedang berada di lantai dasar.


"Iya Trimsh kasih sayangku, cintaKu, Leleku" ucap Maya tanpa putus membuat Abraham terbahak bahak .


"Na Istiri pintar" balas Abrsham .


"Bram boleh antar Maya ke bilik Ibu" ucap Maya


"Boleh dong sayang ...apa si yang gak buat calon Ibu dari anak anak babang ini"ucap Abraham sambil merangkul pinggang Maya dan mengarahkanya menuju bilik Naomi.


đŸ‘‰Nanti di lanjut ya ...tapi jangan pelit pelit dong"

__ADS_1


__ADS_2