DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
148.AKAN SAMA DENGAN RYO.


__ADS_3

Abraham dan Jonathan kembali kekantor sedangkan Leon di tugaskan unruk mencari keberadaan istri, anak dan ibunya.


Kembali seperti semula Abraham duduk di kursi penumpang bagian belakang sedang kan Jonathan yang mengemudikan kendaraan.


Abraham sangat gelisah saat itu terlihat dari carana Ia meremes remas jari jarinya dan sesekali mengucak kasar wajahnya.


Matanya diarahkan keluar jendela memandangi gemerlapan sinar lampu Ibu kota.


"Sial kenapa Maya dan Arthur mengetahui ini semua" ucap Abraham sambil memukul keras pintu kaca mobil sehingga menimbulkan benturan keras disana.


Sontak membuat Jonathan yang saat itu mengemudikan mobilnya memandang kearah belakang melalui kaca spion. Jonathan cuman diam Ia tidak berani bicara karna takut membuat semuanya jadi runyam.


Kembali mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki area perusahaan AMANDA grup.


"Ayo cepat ..." ucap Abraham mengajak Jonathan berlari kedalam setelah mobil sudah terparkir.

__ADS_1


Kedua pria itu segera menaiki lift.


"Kenapa lama sekali sampainya" ucap Abraham memukul mukul tompol dalam lift tersebut.


Jonathan masih terdiam, dia hanya memperhatikan Abraham yang sangat frustasi kalah itu. Benar benar hari yang bersejarah baginya melihat seorang Abraham yang dulunya bisa tenang menghadapi semua masalah tapi hari ini Ia seperti orang lain dimatanya.


Setelah lift benar benar mentok di puncak kembali lift terbuka dengan sendirinya.


Abraham keluar dan segera berlari menuju ruanganya disusul oleh Jonathan.


Abraham langsung mendobrak pintu, Ia sudah tidak peduli lagi mau rusak kek mau tidak itu urusan nanti yang penting Dia harus segera melihat semua peristiwa tadi siang.


Dengan lincah Abraham mainkan jari jarinya diatas kaybord. Ia memutar kembali rekaman tadi pagi sampai Ia kembali ke mension.


Dari dalam layar nampak Maya, Arthur, Naomi serta Diana memasuki pintu perusahaan, kemudian mereka melangkah memasuki lift tidak lama kemudian ke empat orang tersebut keluar dari lift dengan sedikit candaan dari Arthur untuk menjaili Ibu dan Neneknya.

__ADS_1


Kemudian pergerakan mereka terus di pantau oleh camera CCTV sampai mereka tiba di depan pintu ruang kerja Abraham.


Nampak di dalam layar Maya menghalangi dan menghentikan langkah mereka kemudian menyuruh ketiganya untuk diam.


Tidak lama kemudian Maya mengajak mereka untuk kembali. Nampak wanita itu mengusap Kedua matanya dengan ibu jarinya.


Jonathan yang sedari tadi biasa biasa saja mulai keluar dari mension sampai memasuki gedung AMANDA grup masih dalam spersi yang sama, kini berubah raut wajahnya ketika menyaksikan siapa siapa yang ada di dalam layar itu ....Jonathan mulai gelisah sama seperti yang dialami Abraham, kini giliran Dia yang mengusap kasar wajah dan mengacak acak rambutnya.


"Astaga ternyata ini yang sedari tadi di kuatirkan oleh Tuan Abraham! Kenapa Aku baru sadar! bodoh ...bodoh betul" ucapnya sambil berbalik memukul dinding ruangan itu.


"Jo mereka mendengarkan percakapan kita tadi siang" ucap Abraham terduduk lesuh diatas tempat duduknya.


"Iya Tuan! Ini semua salahKu ...telah memancing Tuan " ucap Jonathan dengan nada penyesalan


"Hancur sudah semuanya Jo ...kejadian yang sama yang dialami Ryo akan menimpahku juga! Aku yakin mereka akan membenciku seperti mereka membenci Ryo" ucap Abraham sambil meletakkan kepalanya diatas Meja.

__ADS_1


"Pasti hal mengerikan Akan terjadi pada kita berdua Tuan! Nyonya Naomi dan putriKu pasti sangat terluka hatinya" ucap Jo berjalan menuju arah sofa dan duduk disana sambil menyandarkan tubuhnya di punggung sofa dan kedua tanganya di bentangkan kekepala sofa.dan kepalaya menegada keatas menatapi plafon ruangan itu.


👉Kok masih berkurang like ,vote dan coment nya ya padahal gratis kok ...Authornya jadi pusing up dua bab sehari like, vote dan coment sama saja dengan satu bab ....mending Author tidur ah dari pada pusing ..trimah kasih tetap setia di Novel saya ini.


__ADS_2