DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
161. MEMERIKSAKAN KANDUNGAN.


__ADS_3

Pagi harinya setelah matahari bersinar begitu cerah burung burung berkicau menyambut datangnya pagi.


Kondisi Maya pagi ini mulai membaik. Maya dan Tiara berencana ke rumah sakit untuk memerikasakan kandungan mereka masing masing.


Naomi tidak sempat ikut karena ada urusan mendadak yang harus Ia selesaikan .


"Tiara.....! Sudah siap belum" teriak Maya agak sedikit keras memanggil Tiara dari dalam biliknya.


"Iya kak sebentar lagi" Balas Tiara dari dalam kamar .


Tak lama kemudian dari balik pintu nampak Tiara berlari kecil menghampiri Maya.


"Ayo kak ...kita berangkat" ucap Tiara ketika sudah berada di dekat Maya .


Maya mengangguk dan melangkah keluar rumah. Tapi alangkah terkejutnya ketika melihat sebuah mobil mewah sudah terparkir di halaman mereka.


"Siapa yang memarkirkan mobilnya disini! ucap Maya pada Tiara.


"Tiara tidak tau kak! Tiara juga baru lihat" ucap Tiara juga merasa heran.


Tidak lama kemudian muncul Arthur dari balik pintu dan tersenyum melihat kedua wanita itu sedang memandangi mobil yang sedang terparkir di halaman mereka.


"Ini buat Ibu ! Arthur memesan khusus langsung dari dealer mobil terkenal di negeri kita ini" ucap Arthur sambil memegang pundak Ibunya.


"Betulkah Nak! Mobil ini buat Ibu? " ucap Maya begitu bahagia.


"Iya ..! Sebagai hadiah karna Ibu sudah mengandung calon adik Arthur" balas Arthur tersenyum.


"Trimah kasih Nak! Tapi Ibu tidak bisa mengendarainya Gimana dong" ucap Maya sedikit bingung.


"Tenang saja Bu ! paman Leon akan mengantar Ibu untuk sementara waktu" ucap Arthur.


"Terus kau sendiri siapa yang akan mengantarMu ke kantor lagian kalau tidak ada Leon disana siapa yang akan membantu pekerjaanMu" balas Maya.


"Arthur 3 minggu ini sudah diajari oleh paman Leon untuk mengebudikan mobil dan Arthur berhasil. coba Ibu lihat ini, Arthur sudah punya SIM. Masalah pekerjaan Arthur bisa hendel kok apa lagi ada Diana di sana yang setiap saat bisa Arthur andalin. Jadi, Ibu jangan kuatir tentang Arthur" ucap Arthur memperlihatkan surat SIM yang ada tanganya.


"Oke baiklah kalau begitu! Ibu berangkat, Kau hati hati di jalan jagan ugal ugalan seperti ABG masa kini" ucap Maya sambil melangkah menuju arah mobil dimana Leon sudah menunggui mereka disana.

__ADS_1


"Pagi Nyonya, Pagi Nona Tiara! ucap Leon dengan mata terus memandang kearah Tiara.


Menbuat Tiara sangat Malu di buatnya.


"Bagi Leon ..." ucap Maya .


Maya menepuk punggung Tiara yang hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Tiara kalau orang kasih salam itu di jawab bukan di diamin" ucap Maya memandang heran pada Tiara.


"Iya Kak .....! Pagi Tuan Leon" ucap Tiara sedikit terbata bata karna gugup.


Leon hanya menyungginkan senyum melihat tingkah polos gadis sulawesi barat itu.


Tidak lama kemudian kendaraan yang di kemudikan Leon kini melaju menuju rumah sakit terdekat di kota itu.


Di dalam mobil nampak mereka terdiam dalam lamunan masing masing. Hanya mesin mobil dan suara kendaraan yang lalu lalang sesekali terdengar di telinga mereka bertiga.


"Dek Tiara kalau di kampung ade kerja apa disana" ucap Leon membuka pembicaraan.


"Saya dirumah saja Tuan Leon! Memasak untuk Almarhum Ibu dan Almarhum suami Tiara" ucap Tiara tanpa memandang kearah Leon .


"Jadi Ade janda ya! Maaf bukan maksud apa apa ya dek" ucap Leon sedikit kikuk.


"Iya Tuan ...." Balas Tiara polos.


"Yess....." ucap Leon dengan pelan tapi masih bisa di dengar baik oleh Maya .


"Yess Apa Leon! ucap Maya kepada Leon.


"Tidak ada maksud Apa apa Nyonya " ucap Leon kalang kabut.


Kembali Leon melajukan Mobilnya dengan hati senang entah karena apa.


Kini mobil mereka memasuki area rumah sakit yang terbaik di kota itu.


Setelah memarkirkan mobilnya Leon membukakan mereka pintu. Maya turun terlebih dulu sedangkan Tiara di belakangan. Gadis itu susah turun kebawah karna ukuran badanya memang lumayan kecil di tambah lagi Ia sedang mengandung.

__ADS_1


Tanpa menunggu perintah leon langsung mengangkat tubuh kecil Tiara dari dalam mobil dan menurunkanya di atas lantai.


Mata Maya terbelalak melihat kejadian itu baru kali ini Ia melihat Leon memperlakukan wanita dengan sangat lembut.


Sementara Tiara hanya tertunduk malu. ucapan trimah kasih yang biasanya Ia ucapkan kini sudah tidak terdengar lagi lantaran Malunya pada Maya.


"Ayo masuk! ucap Maya sambil menarik pergelangan tangan Milik Tiara.


Keduanya masuk kedalam rumah sakit sementara itu Leon menunggu mereka di dalam mobil.


Mereka bergantian Memasuki ruangan pemeriksaan khusus buat Ibu hamil.


Tiara tersenyum setelah keduar dari bilik itu.


"Bagai mana keanadaan bayinya" ucap Maya setelah Tiara duduk di sampingnya.


"Kata docter bayi sehat kak, dan kakak tau tidak! kata dokter bayinya laki laki" ucap Tiara dengan Antusias.


"Selamat ya! kau harus terus menjaga sampai Ia lahir kedunia" ucap Maya ikut merasa senang .


Tidak lama kemudian dari balik pintu nampak suster keluar dari sana dan sedikit berteiak.


"Nyonya Maya harap segera masuk" ucap suster itu menoleh ke kiri dan ke kanan karna Ia tidak tau yang mana nama Maya.


"Kakak masuk dulu ya! kau jangan kemana mana" ucap Maya sambil berdiri dan melangkah masuk keruangan yang sama dengan Tiara tadi.


Sama seperti Tiara hanya butuh 10 menit saja kini Maya keluar dari bilik tersebut dan melangkah mendekat kearah Tiara.


"Bagai mana keadaan janinya kak " ucap Tiara


"janinnya sehat cuman kata docter masih lemah karna masih sangat muda jadi docter menganjurkan untuk banyak istirahan dan minum vitamin serta jangan sampai stres karna bisa mempengaruhi si cabang bayi" ujar Maya panjang lebar.


Tanpa sadar dua bola mata sedang memperhatikan dan mendengar percakapan mereka berdua.


"Istri Tuan Abraham mengandung! tapi kok Aneh kenapa si calon Ayah itu tidak menemani istrinya" ucap Docter Ryan yang sedari tadi memperhatikan dan mendengar obrolan mereka berdua.


👉Ayo sama sama satukan like, comen , vote dan rate bintang lima ...gratis kok trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2