
Setelah mengantar Diana kerumah sakit, Jonathan langsung menghubungi Leon sesuai perintah dari Abraham.
"Hallo Kau dimana sekarang? ucap Jonatan kepada Leon melalui hubungan telpon.
"Aku di rumah Nyonya! tumben kau menghubungiKu" ucap Leon rada cuek dengan Jonathan.
"Bagini Leon! Tuan Arthur saat ini di culik oleh orang tak di kenal dan Tuan Abraham menunggu kita di markas tapi Kau jangan beritau Nyonya Maya dulu, karna Tuan Abraham takut istrinya melakukan hal hal yang tidak di inginkan setelah mendengar kalau Tuan Muda sekarang dalam bahaya" ucap Jonathan.
"Apa Diculik! berani sekali manusia lakhnat itu bermain main dengan keluarga AMANDA! Oke baiklah , Aku akan segera kesana soalnya sudah lama tanganKu ini tidak memukuli orang" balas Leon.
"Oke kami tunggu kedatanganMu sekarang disana.! ucap Jonathan dan mematikan panggilanya terhadap Leon.
Leon yang sedang duduk di kursi taman saat itu segera bangkit dari tempat duduknya dan melangkah masuk ke dalam rumah.
"Nyonya ! Saya permisi dulu ada hal penting yang harus saya selesaikan! jika Nyonya ada keperluan nantinya, bisa hubungi saya lagi" ucap Leon kepada Maya .
"Baiklah Leon kau bawah saja mobil itu karna Aku tidak akan ke mana mana, soalnya perasanKu hari ini sangat aneh seakan akan ada sesuatu yang terjadi pada orang terdekatKu" ucap Maya menyandarkan tubuhnya di punggung sofa ruang tamu.
"Ternyata perasaan orang Ibu terhadap anaknya tidak bisa dibohongi! walau jarak memisahkan mereka, feeling seorang ibu begitu kuat kalau ada yang terjadi pada anaknya" ucap Leon dalam hati.
"Baiklah Nyonya, Saya undur diri dulu" ucap Leon sambil menundukkan kepalanya dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.
Tidak lama kemudian kini Leon melajukan kendaraannya menuju ke arah markas. Tetapi belum juga Ia tiba disana tiba tiba Ia merem mendadak mobilnya dan menepikan di pinggir trotoar.
"Astaga hampir saja Aku melupakan si manja itu" ucap Leon merogo kantong celananya dan mengeluarkan handponenya.
"Hallo Tuan Ryo! Anda dimana sekarang?" ucap Leon setelah tersambung dengan Ryo di handpone.
__ADS_1
"Aku dirumah sakit! ada apa kau menelponKu secretaris sombong" ucap Ryo masih merasa kesal kepada Leon.
"Iii...Tuan ini tidak perna berubah selalu saja membuatku jengkel" ucap Leon mengerutukan dahinya karna kesal dengan ucapan Ryo.
"Cepat katakan ada apa kau menelponKu" Teriak Ryo dalam handpone yang membuat Leon menjaukan handponenya dari daun telinganya.
"Begini Tuan Ryo! Tuan Muda di culik oleh orang yang tak di kenal jadi Tuan Abraham mengundang kita berkumpul di markas untuk menyusun strategi dan menyelidiki siapa siapa orang yang bisa kita curigai sebagai dalang penculikan itu" ucap Leon .
"Apa anak Saya di culik! Kurang ajar. Baiklah segera kau SMS lokasinya Aku akan segera meluncur kesana"ucap Ryo mematikan hubungan telponenya.
Kembali Leon melajukan mobilnya setelah selesai mengirimkan pesan singkat kepada Ryo. Dengan kecepatan tinggi, Leon menuju ke tempat Abraham dan Jonathan sedang menungguinya.
Tak lama kemudian kini, Ia sudah tiba di tempat yang Ia tujuh. Sebuah bangunan Tua yang di penuhi dengan penjagaan ketat dan jebakan di sana sini sehingga orang asing akan berpikir dua kali untuk memasuk bangunan itu.
"Tuan Abraha apa sebenarnya terjadi pada Tuan Muda! kenapa sampai ada orang yang berani menculiknya" ucap Leon setelah tiba di tempat Itu
"Bisa jadi Tuan! Mereka dendam kepada Tuan Ryo, Anda dan Nyonya Maya dan membalas kalian dengan melalui Tuan Muda"Balas Leon.
Tidak lama kemudian dari arah pintu muncul Ryo sambil berlari kecil mendekati mereka bertiga.
"Bram bagai mana dengan Anakku! " ucap.Ryo dengan panik mendekat kearah Abraham.
"Tenangkan dulu diriMu! Kita sama sama paniknya. Arthur itu anak Aku juga jadi kita sama sama harus berpikir jerni dalam hal ini" balas Abraham menenangkan ke panikan Ryo.
"Terus siapa kira kira kau curigai dalang dari penculikan Arthur" ucap Ryo.
Lama mereka terdiam hingga Abraham menghitung dengan jarinya orang orang yang patut Ia curigai.
__ADS_1
"Arcan ah mustahin dia sudah jatuh miskin
Evan mana mungkin aku subah meratakanya dengan tanah
Rico tidak mungkin juga, tua bangka itu kembali ke negara ini lagi setelah Aku mengancamnya.
Viona mustahil Ia bisa bebas dari penjarah bawah tanah milik AMANDA grup.
Zainuddin ayah Viona tak mungkin juga Ia sudah jatuh miskin diluar negri. Apa lagi Maya sudah memblockir namanya untuk tidak masuk negeri ini lagi
Terus kalau bukan Mereka mereka itu siapa kira kura " ucap.Abraham menghitung satu satu musuhnya.
Hening seketika memenuhi ruangan itu......
Tiba tiba Ryo menggebrak meja.... Plaraack..........
"Aku tau pelakunya Ayo ikut....." ucap Ryo sambil berlari keluar.
"Jo siapkan semua pasukan! Baik melalui darat, air dan udara! dan Kau leon kau ikut dengan Ryo jangan sampai Ia melakukan tindakan ceroboh yang bisa membahayakan Arthur dan juga dirinya" ucap.Abraham memerintahkan kedua secretaris itu.
"Siap Tuan" ucap Leon dan jonatan secara bersamaan.
Ketiganya kini bergegas pergi meninggalkan tempat itu menyusul Ryo yang sudah duluan meninggalkan mereka bertiga.
catatan: Yang mau gabung grup chat ayo ikut bersama kami happy happy ...makasih.
"Tetap beri like , coment ,vote dan rate bintang 5 ya makasih.
__ADS_1