DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
171.TRANSPLANTASI GINJAL


__ADS_3

Hari berganti hari kini keadaan Ryo mulai agak membaik. Rita Ibunya juga sudah mengetahui kalau dirinya mengalami penembakan oleh mantan suaminya itu, makanya Ia pinda dari rumah sakit tempat Ia di rawat dulu ke rumah sakit di mana Ryo sedang di rawat sekarang ini.


"Nak bagai mana keadaanmu sekarang?" ucap Rita kepada Ryo yang gaya bahasanya sudah lumayan membaik, tidak sama seperti dulu tetapi, masih tetap menggunakan kursi roda.


"Ryo sudah baikan Bu" Kata docter minggu ini Ryo bisa pulang" ucap Ryo yang kala itu sedang duduk diatas pembaringan sambil menyandarkan tubuhnya di punggung tempat tidur.


"Syukurlah kalau begitu Ibu sangat senang mendengarnya" Balas Rita sambil tersenyum keada Ryo.


Lain hanya dengan Arthur yang berada kamar sebelah walau Anak itu sudah melewati masa kritisnya tetapi, Ia masih saja lemah tak berdaya diatas pembaringan .


Docter belum tau pasti kenapa Arthur masih belum bisa pulih seperti sedia kalah.


Maya dan Naomi saling bergantian menjaganya. kedua wanita itu tidak henti hentinya memberi semangat agar Arthur berjuang terus untuk sembuh seperti sediakala.


Seperti pagi itu giliran Maya yang menjagainya setelah semalam semalam full Naomi ada di ruangan itu bersama dengan Arthur.


"Nak kamu makan dulu ya! Ibu sudah membuatkanMu bubur ayam kesukaanMu" ucap Maya membelai lembut rambut putranya.


"Arthur cuman mengangguk pelan! tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


Maya menyuapin Arthur dengan sangat pelan dan sesekali melap bibir Arthur dengan tissu untuk menghilangkan sisa makanan yang melekat di bibir putranya itu.


Suap demi suap Maya sodorkan ke bibir Arthur hingga mangkuk yang berisi bubur di tanganya benar benar habis di lahap oleh Arthur.


Kembali Maya membaringkan tubuh Arthur di pembaringan setelah memberinya minum.


Maya menyimpan mangkuk bekas Arthur dan membungkusnya dengan rapi di dalam kantong plastik.


Maya kembali duduk dan memegangi tangan putranya.


"Nak tidurlah! Ibu akan menjagaMu disini! Kau bilang saja apa yang kau butuhkan biar Ibu mengambilkan untukMu.

__ADS_1


Arthur hanya mengangguk dan tersenyum! begitulah terus Ia lakukan dalam beberapa hari ini. Ya kalau bukan mengangguk ya tersenyum dan jarang sekali Ia membalas dengan ucapan.


Lama mereka terdiam hingga ketukan terdengar beberapa kali dari luar rangan.


Maya bangkit dari tempat duduknya dan melangkah mendekati pintu.


Maya dengan pelan membuka daun pintu tapi alangkah terkejutnya melihat dua sosok yang berada disana.


"Maya bagaimana keadaan Arthur" ucap Ryo yang sedang mendorong Ibunya.


Lama Maya terdiam kemudian memberanikan menjawab pertanyaan Ryo.


"Seperti Kalian lihat!" ucap Maya datar.


"Apa boleh kami masuk Nak?" ucap Rita dengan pandangan sayup.


Kembali Maya terdiam........


Ryo terus mendorong kursi roda Ibunya menuju pembaringan Arthur.


Ryo berhenti di sisi tempat tidur dan mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di sisi tempat tidur.


Dengan sangat hati hati Ryo memegangi tangan Arthur.


"Nak bagai mana kabarMu?" ucap Arthur memandang kearah Arthur yang sedang berbaring.


Arthur tidak menjawab tetapi tidak juga mengacukan Ia hanya menggerak gerakkan bibirnya tanpa mengeluarkan Suara memandang kearah Ryo.


"Ayah tau Kau masih marah sama Ayah! Tapi Ayah mohon kali ini saja, Arthur jangan lemah seperti ini, hanya berbaring tak berdaya seperti tidak ada keinginan untuk sembuh sama sekali. Mana anak Ayah yang kuat yang mampu melewati berbagai macam rintangan! Ayah mohon Nak bangkitlah dari keterpurukan ini" ucap Ryo berkaca kaca melihat kondisi anaknya yang tak berdaya diatas pembaringan.


Hening*************************

__ADS_1


Dan kembali daun pintu di ketuk. Nampak dokter Vian masuk kedalam bilik itu dan membawa poto rontgen di tanganya.


"Maaf Tuan dan Nyonya! Saya sedikit mengganggu ketenangan Anda" ucap Docter Vian mendekati mereka.


"Ada apa Docter Vian! Dan apa yang ada di tanganMu itu" ucap Ryo sambil memandan benda yang ada di tangan Docter Vian saat itu.


"Ini Hasil pemeriksaan Tuan Arthur" ucap Docter Vian memberikan Poto hasil rontgen kepada Ryo.


"Apa maksudnya Ini Docter" ucap Ryo sambil memandangi plastik hitam seukuran map.


"Itu hasil pemeriksaan Tuan Arthur! Tuan Arthur mengalami kerusakan ginjal yang cukup parah! Jadi di perlukan Ginjal yang cocok untuk di lakukan Transplantasi ginjal sebelum semuanya terlambat" ucap Docter Vian kepada Ryo.


"Kalau Begitu Ambil Gijel Saya docter" ucap Ryo dengan sangat yakin.


"Apa Tuan Ryo yakin" ucap Docter Vian Lagi.


"Iya Doc Aku sangat yakin" ucap Ryo dengan mantap.


"Kalau begitu mari ikut Saya! kita lakukan pemeriksaan. Semoga Ginjal Tuan Ryo sesuai dengan yang kami butuhkan" ucap Docter Vian Lagi.


"Nak tenanglah Kau akan sembuh seperti sediakala"Ucap Ryo membelai lembut ujung kepala putranya.


Arthur hanya terdiam entah perasaan apa yang sedang Ia rasakan saat ini....mendapat perlakuan seperti itu dari Ayah kandungnya.


"Maya Tolong jagakan Ibuku" ucap Ryo kepada Maya.


Maya hanya mengangguk pelan mendengar ucapan Ryo.


"Mari Tuan kita pergi sekarang" ucap Docter Vian sambil melangkah pergi.


Ryo mengangguk dan mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


👉Beri like, coment ,vote dan rate bintang 5 makasih.


__ADS_2