
Dari Arah luar ruangan terdengar seseorang sedang mengetok daun pintu.
Arthur dan Diana segera menyekah air mata mereka.
"Masuklah pintu tidak dikunci" ucap Arthur setelah benar benar tidak ada lagi butiran air mata di sudut matanya.
Nampak Jonathan muncul di balik pintu! Wajahnya yang tampan disertai senyuman yang manis membuat pria parubaya itu terlihat lebih fresh.
Jonathan mengeryitkan dahinya ketika memandang kedua anak muda yang ada di hadapanya saat ini.
Arthur dan Diana saling memandang satu sama lain dan bersamaan mengedipkan bahunya.
"Kenapa mata kalian merah seperti itu" ucap Jonahan kepada mereka berdua.
Arthur dan Diana kembali saling memandang.
"Oh tadi itu kami berdua terharu! makanya kami sedikit mengeluarkan Air mata! paman Jo bisa bayangin sendirikan! Saya yang belum pernah melakukan hal ini bisa mendapat sambutan baik dari para staff dan diriksi di perusahaan ini" ucap Arthur asal karna tidak mau Jonathan mengetahui hal sebenarnya.
Jonathan kembali tersenyum walau Ia tau sendiri kalau bukan hal itu yang membuat mata mereka sembab! coba bayangin mana ada orang terharu matanya bengkak separah itu.
"Ialah ...Ialah ...Ayo kita makan! saya yakin kalian berdua juga lapar bukan, sama seperti saya ? ucap Jonathan mengiayakan ucapan Arthur dan mengajak keduanya untuk makan.
Keduanya mengangguk pelan, Setelah semuanya dirasa meres mereka bertiga bergegas meninggalkan tempat itu untuk menuju kearah kanting perusahaan.
Tidak lama kemudian ketiganya memasuki kantin yang terletang di lantai dasar purasahaan tersebut.
Suasana kanting begitu ramai karna memang sudah jam istirahat makan siang.
perusahaan memanjakan para karyawan dengan menyediakan 1 kupon untuk satu orang perharinya supaya karyama tidak usaha kembali kerumah atau keluar kantor untuk makan siang.
Semua ide ini dibuat oleh Maya supaya karyawan merasa tidak terbebani karna harus pulang dulu setelah itu kembali lagi hanya karna ingin makan .
Semua karyawana merasa senang pemilik perusahaan bisa membaca keluh kesah mereka tentang hal itu.
__ADS_1
Semua mata kembali tertujuh kepada mereka bertiga.
Arthur dan Diana terus saja memberi senyuman manis kepada para karyawan yang sedang menikmati makan siang saat itu.
Lain hanya dengan Jonathan Ia hanya sekali saja tersenyum lalu kembali memasang wajah datarnya.
Arthur yang berjalan didepan diikuti Jonathan dan Diana dari belakangnya. mereka terus berjalan menuju ruangan khusus buat CEO dan para petinggi di perusahaan itu.
Didalam ruangan itu cukup sepih hanya dua orang saja yang nampak sedang duduk di pojokan menikmati makan siangnya.
Setelah mendapat tempat yang cocok untuk mereka huni ketiganya langsung duduk.
Tidak lama kemudian dua orang pelayan datang menghampiri mereka bertiga sambil tertunduk memberi hormat.
"Siang Tuan Tuan dan Nona! Kalian mau makan apa siang ini biar kami menyiakan untuk Anda" ucap seorang pelayang yang seumuran kira kira dengan Maya.
"Kami berdua minuman saja Bi soalnya kami bawah bekal! betul tidak Ayah" ucap Diana sambil memandang kearah Jonathan.
"Yee Ayah ...Gelas sedang aja Bi, Ayahku memang suka bercanda seperti itu jadi tolong di maafin ya Bi"ucap Diana memukul bahu Jonathan dan meminta maaf kepada pelayan yang sedang berdiri disampingnya itu.
Pelayan wanita itu hanya tersenyum melihat keakraban antara anak dan Ayah yang sedang duduk di hadapanya itu.
"Andai Aku punya Ayah kandung seperti paman Jonathan betapa bahagianya hidupKu" ucap Arthur dalam hati sambil terus melihat Ayah dan Anak itu saling meledek satu sama lain sambil ketawa cengegesan.
"Tuan muda sendiri mau pesan Apa" ucap Jonathn menghentikan gurauannya dan menatap kearah Arthur.
Seketika Arthur kaget dan tersadar dari lamunanya tadi.
"Eee...Aku minuman juga! sama dengan Nona itu " ucap Arthur kelabatan sambil menunjuk Diana menggunakan bibirnya.
"Loh terus Tuan Makan Apa? ucap Diana yang megeryit dahinya heran.
"Makan itu ....." ucap Arthur menunjuk kearah rantang yang sedari terduduk di atas meja pas di depanya.
__ADS_1
Jonathan dan Diana saling memandang satu dengan yang lain dan tidak lama kemudian keduanya saling mengangguk.
"Baiklah ...Tapi Tuan jangan mengejek jika masakan Diana tidak sesuai di lida Tuan nantinya" Balas Diana.
"Iya ..Bawel " balas Arthur singkat.
Setelah minuman sudah datang mereka bertiga kini menikmati makan siang mereka.
Sesekali Jonathan menyuapi Diana dengan penuh kasih sayang.
kembali lagi Arthur bapper dibuatnya......
"Diana bagaimana rasanya dapat suapan dari seorang Ayah" ucap Arthur memandang kearah mereka berdua.
Jonathan dan Diana tiba tiba berhenti mengunyah makananya dan keduanya langsung berpaling kearah Arthur.
"Heem ....ya rasanya tidak bisa di jelaskan dengan kata kata Tuan Muda, ada rasa bahagia tersendiri di dalam setiap suapan itu! walaupun makanan itu biasa biasa saja tapi kalau yang menyuapin itu penuh dengan kasih sayang rasanya seperti makan disebuah restaurn termahal di dunia" ucap Diana dengan panjang lebar.
Arthur binggung dengan penjelasan Diana! itu bisa terlihat dari Dia menggaruk garuk lehernya yang sama sekali tidak terasa gatal.
"Masa sih ....paman Jo Arthur juga mau" ucap Arthur membuka mulutnya.
"Tidak tidak ...Dia AyahKu tidak ada yang bisa merebutnya dariKu" ucap Diana mencegah Jonathan untuk menyuapin Arthur.
"Baiklah kalau begitu! ...Awas saja kalau kau memanggil Nenekku Ibu" ucap Arthur ngambek sambil melipat kedua tanganya di depan dadanya.
"Dasar pengancam ....Baiklah baiklah ini demi Ibuku Naomi ...tapi Tuan harus janji hanya kali ini saja ya" balas Diana sambil memanyunkan bibirnya ke depan.
Arthur tersenyum lebar dan mencoba membuka mulutnya agar Jonathan menyuapi seperti yang di lakukan pada Diana tadi.
Jonathan hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat dua anak muda yang sedang memperebutkan suapan darinya.
👉hay silessurang ogiku dan sahabat ku sebangsa dan setanah air semoga kalian dan keluarga sehat selalu Amin...sudah up ini tetap tinggalkan like, coment , vote dan favoritenya gratis kok jadi jangan pelit pelit ya ....makasih.
__ADS_1