
Pagi ini matahari begitu cerah, sinar matahari menembus cendela kamar dimana Arthur sedang dirawat.
Perlahan kelopak mata Arthur dibuka sedikit demi sedikit karna terkena silauan matahari pagi.
"Umm......."gumamnya sambil merentangkan kedua tangannya .
Maya yang baru saja keluar dari kamar mandi segera menghamirinya.
"Nak kau sudah bangun! Bagai mana keadaanmu? Apa kamu lapar?Apa ada yang sakit?" ucap Maya memberi pertanyaan yang bertubi tubi lantaran paniknya.
Arthur mengkerutkan dahinya mendengar ocehan dari ibunya.
"Ibu tanyanya satu satu dong! Ibu tak usah terlalu kuatir Arthur baik baik aja kok " ucap Arthur melihat kepanikan ibunya.
"Ah kau ini ...Pintar sekali menjawab"Ucap.Maya sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di samping tempat tidur.
Arthur cuman tertawa geli melihat tingkah laku yang ngambek atas jawabanya tadi .
"Bu ayah mana sejak tadi Arthur tidak melihatnya?"Ucap Arthur melihat kearah sofa tempat Abraham semalam tertidur .
"Ayah tadi minta izin keluar mau nelpon paman Jonathan katanya mau nyuruh beliin kapurung makanan kesukaan Arthur " ucap maya sambil mengelus pucuk kepala anaknya .
Arthur cuman mengangguk pelan sambil tersenyum.
"Nak kamu disini dulu ya Ibu keluar temuiin Ayahmu sebentar! Awas kamu jangan nakal tetap berbaring disitu bila butuh bantuan teriak saja ibu ada di luar"Ucap Maya dengan satu tarikan nafas.
"Iya ...Ibu bawel" ucap Arthur lagi sambil senyum mendegar ocehan ibunya.
"Ah kau ini dibilangi juga" ujar Maya sambil berdiri menuju kearah pintu .
Sementara di luar ruangan Abraham sedang Serius berbicara dengan seseorang melalui telpon genggamnya .
"Bereskan perempuan itu ...jangan sampai jadi benalu dalam......" ucap Abraham di gantung karna mendengar ucapan Maya dari arah belakang .
"Perempuan benalu maksudnya apa Bram"Ucap Maya yang sudah berdiri di belakang Abraham .
Abraham melotot kehadiran Maya tiba tiba membuatnya kaget .
__ADS_1
"An...u sayang ....Ada sedikit masalah di perusahaan Babang di luar kota" ucap Abraham sedikit gugup melihat kedatangan Maya tiba tiba .
Maya tersenyum tipis melihat suaminya sedikit gugup dan grogi di hadapannya.
"Tak usah se grogi itu bram ..lanjutin saja biar saya tunggu di bangku itu" ujar Maya sambil menunjuk ke kursi tunggu yang ada dekat mereka.
"Iya sayang ....trimah kasih" ucap Abraham sambil tersenyum .
Tidak lama kemudian dari arah lift nampak Jonathan sedang menenteng sebuah rantang bersusun berwarna warni, Jo melangkah mendekati mereka.
"Pagi Tuan dan Nyonya " ucap jonathan sambil menundukkan kepala kepada mereka berdua.
"Pagi Jo" ucap Abraham dan maya bersamaan
"Ini Pesanan Tuan" ucap Jonathan sambil memberikan rantang di tanganya kepada Abraham
Tapi belum sempat Abraham mengambil dari tangan Jonathan tangan Maya terlebih dahulu meraihnya .
" Bram biar Aku saja! sekalian menyiapkannya di kamar Arthur, biar kita bisa sarapan sama sama " ujar Maya sambil tersenyum.
"Baiklah sayang ..kau duluanlah dulu sebentar kami nyusul, masih ada yang harus kami bicarakan terlebih dulu" ucap Abraham sambil tersenyum tipis.
Tidak lama kemudian setelah mereka berempat sudah sarapan dan docter yang menangani Arthur sudah memberi izin untuk pulang kini bereka bersiap untuk kembali kerumah .
"Nak apa sudah tidak ada yang ketinggalan" ucap Maya kepada Arthur.
"Sudah tidak Ada bu semua sudah Arthur masukkan kedalam rangsel itu" ucap Arthur menunjuk rangsel miliknya yang sengaja ia letakkan diatas nakas.
"Kalau begitu ayo kita pulang! Apa Ayah boleh menggendongmu?" ucap Abraham yang duduk diatas kasur dekat Arthur berbaring.
Mendengar ucapan Abrahan sontak Arthur bangun dan turun dari tempat pembaringanya .
"Arthur tidak mau......geli" ujar Arthur sambil mengambil rangselnya dan berjalan keluar ruangan itu.
Abraham dan Maya tertawa melihat tingkah anaknya itu, mereka ikut berdiri dan keluar dari kamar itu untuk menyusul Arthur dan kembali ke rumah mereka.
Jonathan hanya geleng geleng kepala melihat keluarga kecil itu sembari tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Semoga kalian terus seperti ini " ujar Jonathan dalam hati sambil ikut keluar dari kamar itu mengikuti mereka bertiga dari belakang.
Kini Mobil yang ditumpangi mereka sudah terarkir di halaman rumah.
Mereka berempat memasuki rumah sederhana itu dengan sedikit canda tawa dari Arthur dan Ayahnya yang sengaja menjaili Maya.
"Silahkan masuk Tuan tuan dan Nyonya" ucap Jonathan yang membukakan pintu untuk mereka bertiga .
"Trimah kasih Jo" ucap Mereka secara bersamaan .
Tapi belum sempat melangkah memasuki rumah mata mereka melotot, Seluruh isi rumah sudah porak poranda bagai kapal pecah, semua barang barang berhamburan di atas lantai ....
"Ibu , Nenek....." Teriak Maya dan Arthur bersamaan mencari Naomi .
Maya dan Arthur berlari kearah kamar milik Naomi ...Setelah tiba disana mereka bergegas membuka pintu bilik itu . sama halnya di luar tadi semua barang barang juga berhamburan disana sini.Tapi sayang orang yang mereka cari tidak ada di dalam sana .
Mereka berempat terus mencari dan menelusuri seisi rumah akan tapi sayang semuanya nihil orang yang di cari tidak mereka temukan .
"Dimana Ibu ..?ucap Maya sambil menagis .
"Tenanglahlah sayang! ...ibu pasti baik baik saja " Ucap Abraham sambil merangkul istrinya .
Tidak lama kemudian dari Arah dapur terdengan suara jeritan kecil seorang wanita
"Ummmmmm.............."
Mereka berempat berlari kearah datangnya suara dan menemukan Naomi di dalam lemari kecil tempat menyimpan Alat dapur dengan keadaan mulut di sumbat dengan kain serta kaki dan tangannya diikat dengan tali...
"Ibu ..." ucap Maya memeluk Naomi dan melepaskan kain yang menyumbat mulutnya .
"Siapa yang tega lakuin semua ini bu?" ucap Maya setelah melepas semua ikatan yang ada di tubuh Naomi .
"Ibu tidak tau .....tiba tiba saja 5 pria tinggi besar menerobos masuk dan menghancurkan semua barang dalam isi rumah ini dan mengikat ibu" ucap Naomi sedikit menagis .
"Berani sekali mereka ...sampai ke lubang semut pun Akan Aku cari pelakunya ..Mereka harus mempertanggung jawabkan semua ini aku bersumpah. " ucap Maya dengan wajah memerah.
Ucapan Maya membuat Abraham dan Jonathan merinding .....
__ADS_1
👉Maaf ya kawan kawan ..Author lagi sakit .....jadi lambat upnya ....tetap semangat ya ..like coment ....votenya hari senin baru di gunakan ya makasih ...