DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
192. USIL.


__ADS_3

Tidak terasa sudah tiga hari Naomi dan Jonathan menginap di hotel.


Pagi ini mereka sudah bersiap siap ingin balik kekediaman Jonathan.Setelah terlebih dahulu meminta izin pada Maya dan Abraham.


"Sayang apa tidak ada lagi barang kelupaan?" ucap Jonathan yang sudah siap menarik koper miliknya dan Naomi.


'"Kurasa semua sudah Aku masukkan dalam koper" Balas Naomi sambil mengambil selendang miliknya untuk menutupi bagian lehernya yang penuh dengan bekas merah akibat ulah Jonathan.


Setelah merasa semuanya beres, keduanya melangkah keluar bilik menuju kearah lift dan turun kelantai dasar.


Tak lama kemudian kini mobil baru hadiah pernikahan mereka melaju menuju kearah pusat kota dimana kediaman Jonathan berada.


Butuh waktu 30 puluh menit saja kini, mobil mewah itu sudah tiba di halam rumah mewah Jonathan.


Setelah memasukkan mobil mereka kedalam garasi, Jonathan dan Naomi keluar dari dalam sana dan melangkah menuju pintu masuk.


Diana yang sedari tadi menunggui mereka di depan pintu segera berlari memeluk Naomi.


"Ibu ........." ucap Diana menghamburkan pelukanya pada Ibunya.


Naomi membalasnya sembari mengusap lembut kepalanya.


"Biarkan IbuMu masuk dulu Nak!Nanti kangen kangenanya di dalam saja ya!" Ucap Jonathan sembari menarik koper miliknya dan Naomi masuk kedalam.


Naomi dan Diana mengikuti Jonathan masuk kedalam rumah dan menuju kearah ruang tamu.


Setelah mereka bertiga sudah duduk manis disana. Jonathan memanggil pelayan untuk menyimpan koper mereka di dalam biliknya.


"Tono ..! Tolong simpan barang barang kami dalam bilik ya!" ucap Jonathan pada seorang pelayan pria yang sedari tadi berdiri di sisi sofa.


"Baik Tuan Jo! "Ucap Tono menari kopor mereka dan membawahnya ke dalam bilik Jonathan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian seorang wanita cantik datang membawah nampan berisi teh dan beberapa toples berisi cemilan ringan diatasnya.


"Nyonya, Tuan silahkan dicicipi minuman dan makanan ringanya! Maaf ya karna Tiara cuman bisa bikin cemilan kampung! ucap Tiara sambil meletakkan nampan diatas meja.


"Ah Tiara....! kapan Kau tiba! Kenapa tidak kabarin Ibu? " ucap Naomi sambil merangkul Tiara.


"Kemarin Nyonya! Maaf tidak sempat hadir ke pernikahan Nyonya dan Tuan soalnya Tiara ketinggalan pesawat" ucap Tiara dengan raut wajah sedih.


"Tidak apa apa sayang! Kau tidak usah sedih seperti itu!" ucap Naomi mengelus elus pundak Tiara.


"Nak Tiara kau tidak usah repot repot menyediakan kami minuman dan makanan seperti ini! Bi Ona saja. Lagian kasihan kandunganMu kalau sampai kau kecapeaan!"ucap Jonathan.


"Iya Nich kak Tiara, dari kemarin dilarang larang malah tidak di dengarin! Kasihan dedek bayinya" ucap Diana.


"Tidak apa apa kok Tuan dan Nona, Tiara sudah biasa melakukanya! Apalagi badan Tiara terasa pegal pegal kalau tidak bergerak sama sekali" Balas Tiara.


"Baiklah kalau begitu, asal Kau hati hati dan beristirahatlah setelah kau merasa cape. Satu lagi jangan panggil Tuan panggi Ayah dan Ibu saja seperti Diana memanggil kami" ucap Jonathan.


Kedua wanita itu tersenyum sembari menganguk pelan.


"Hore...Diana dapat kakak, sebentar lagi dapat ponakan yang lucu! Tapi kapan dapat ade baru" ucap Diana sembari menatap kearah Ayah dan Ibunya.


Naomi yang saat itu sedang meminum tehnya tiba tiba tersedak mendengar ucapan Diana.


"Sayang, Ibu..." ucap Jonathan bersamaan sambil mengelus elus pundak Naomi.


"Tidak apa apa sayang! tadi Aku hanya terburu buru meminum tehnya" ucap Naomi sembari meletakkan gelas tehnya kembali keatas meja.


Tiara yang melihat kejadian itu merasa terharu.


"Tuhan kapan Engkau memberiKu juga keluarga lengkap dan saling menyayangi seperti mereka" ucap Tiara dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


Tidak lama kemudian pintu diketuk dari arah luar.


Seorang pelayan berlari kecil dan membuka pintu.


"Ee. Tuan Arthur, Tuan Ryo! Silahkan masuk" ucap Bi Ona sembari tersenyum.


"Makasih Bi! Kakek dan Nenek ada?" balas Arthur.


"Ada Tuan! Mereka sedang berada di ruang tamu! Tuan masuk saja" ucap Bi Ona.


Arthur dan Ryo melangkah masuk dan menuju ruang tamu kediaman jonathan.


"Nenek...." Teriak Arthur sambil berlari kecil memeluk Naomi.


"Kau datang dengan siapa! " ucap Naomi mengelus elus kepala Arthur.


"Tu ..dengan Ayah Ryo" ucap Arthur memanyunkan bibirnya kearah Ayahnya.


"Ee ..Tuan Ryo! Silahkan duduk Tuan" ucap Jonatahan berdiri dan mempersilahkan Ryo untuk duduk.


"Trimah kasih Jo...Eee Paman"balas Ryo


Ryo mendudukkan tubuhnya diatas sofa tapi matanya tidak berhenti menatap kearah Tiara.


"Ayah Jangan hanya di lihatin! Kenalan dong" ucap Arthur yang membuat Ryo kelabatan dan membuang pandanganya tempat lain.


"Kau ini tidak perna berubah! Masih saja usil seperti dulu" ucap Naomi sambil menepuk punggung Arthur.


"Usil Arthur dari mana coba! Kalau bukan turunan dari nenek" balas Arthur membuat semuanya tertawa terbahak bahak.


👉kurang like, coment dan votenya nich.....ayo dong gratis kok..makasih.

__ADS_1


__ADS_2