
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini memasuki gedung pencakar lagit dimana lagi kalau bukan stasion tivi terbesar dan termegah di kota itu.
Walau tidak sebesar dengan perusahaan AMANDA grup tapi mau di bilang kalau AMANDA tivi ini memiliki omset yang juga tidak kalah jauh dengan AMANDA grup.
Arthur melangkah memasuku gedung itu dengan diikuti Diana dari belakang.
Mata karyawa tak henti hentinya memandang kearah pria tampan itu terutama para kaum hawa. Mata mereka seakan akan ingin menelanjangi Tubuh Arthur hingga tidak tersisa satu benang pun di tubuhnya.
Mereka terkagum kagum melihat sosok pemuda tampan, energik, kaya, terkenal pula. siapa coba yang menolak menjadi pendampingnya walau hanya semalam.
Sementara itu di posisi Diana, Ia nampak risih dengan pandangan para perempuan centil yang terus memandang lekat kearah Arthur.
"Dasar centil! kayak tidak perna lihat pria tampan saja" gumam Diana dalam hati dan terus mengikuti pergerakan kaki Arthur.
Tidak lama kemudian seorang staff berlari kecil mendekati mereka beedua.
"Pagi Tuan muda Arthur! meeting akan segera dimulai para diriksi dan penanggung jawab periklanan perusahaan sudah menunggu kehadiran Anda" ucap Tono salah seorang saff AMANDA tivi.
"Pagi pak Tono! Kalau begitu mari kita ke ruang meeting! Diana tolong persiapkan semua kebutuhan meeting pagi ini" ucap Arthur berbalik kearah diana.
"Baik Tuan akan saya siapkan sesuai keinginan Tuan" balas Diana .
__ADS_1
Ketiganya melangkah lalu menuju keruangan meeting dimana para taff dan dewan direksi sudah menunggu kehadiran mereka disana.
Ketika tiba di depan ruangan, Tono membukakan pintu dan mempersilahkan keduanya untuk masuk.
"Trimah kasih pak Tono!" ucap Arthur sambil tersenyum kepada Tono.
"Sama sama Tuan" balas Tono singkat.
Di dalam sana nampak hanya tersisa satu kursi kosong yang di perentukkan hanya untuk CEO saja, yang lainya sudah terisi oleh staff dan para dewan direksi.
Tono kembali dengan sigap menalik kursi kebesaran untuk CEO buat Arthur dan di sambut senyuman tanda terimah kasih dari Arhur.
Arthur segera duduk sementara Tono dan Diana berdiri di samping kiri dan kananya
"Pagi Tuan ......" jawab peserta rapat secata bersamaan.
"Pertama tama trimah kasih atas waktu yang kalian sisihkan untuk menghadiri meeting kali ini, Saya sangat terharu betapa antusiasnya kalian semua untuk memajukan stasion televisi yang kita cintai bersama ini dengan mengikuti meeting pagi ini...Baiklahlah tak perlu panjang lebar lagi saya bicara mari kita mulai saja meeting kita pagi ini! Secretaris diana boleh kau berikan agenda meeting pagi ini" ucap Arthur sedikit menoleh kearah Diana yang sedang berdiri di samping kirinya .
"Ini Tuan ..." ucap Diana sambil menyodorkan map warnah merah di depan Arthur.
"Baiklah disini kita akan membalas tentang bagaimana cara kita menarik Investor dan para pengusaha untuk mejajalkan Iklan mereka di perusaaan kita ini...ditambah lagi persaingan di bidang penyiaran sangat ketat akhir akhir ini oleh karna itu kita harus cari ide bagaimana caranya para investor dan pengusaha tadi hanya tertarik dengan perusahaan kita ini bukan yang lain dan tentunya mau kerja sama dengan kita! Apa diantara rekan rekan punya ide untuk kita pertimbangkan bersama?" ucap Arthur dengan nada begitu yakin dengan ucapanya.
__ADS_1
"Begini Tuan bagaimana kalau kita cari model untuk mengiklankan AMANDA tivi supaya bisa dikenal di kalangan masyarakat luas dan kedua kita cari program baru untuk menunjang supaya para pemirsa hanya tertarik dengan program acara kita karna kita beda dan lain dengan stasiun pertelevisian lain" ucap Windy wanita cantik yang sudah senior di RC tivi dulu.
Para peserta rapat saling memandang satu dengan yang lain mereka kemudian saling mengangguk menandakan kalau mereka menyetujui saran dari Windy tersebut.
"Kalau itu saya setuju Tuan kita harus punya gebrakan baru supaya dapat menarik para pemirsah untuk tetap setia menonton program program baru kita, bukan yang itu itu saja" Sambung Bunda bilkiz yang sering kasih komen dibawah walau terkadang telat.
"Saya akui pemikiran pemikiran kalian memang cemerlang tak salahlah kiranya kalau AMANDA grup mempekerjakan orang orang Genius dan berwawasan luas seperti kalian ini ...Apa masih ada usulan lain sebelum kita menutup meeting pagi ini" ucap Arthur memandang mereka satu persatu .
"Heem ..maaf sebelumnya Tuan, saya ada suatu ide diterimah syukur tidak diterimah tidak apa apa juga" ucap Diana yang tiba tiba maju satu langkah mendekat kearah Arthur.
Semua sorot mata bertuju kepada Diana sementara itu Arthur menoleh sedikit ke belakang dan menganggukkan kepalanya.
"Silahkan secretaris Diana Anda meluapkan ide Anda disini" ucap Arthur kembali menghadap kearah depan.
"Terimah kasih sebelumnya ...Begini Tuan saya pernah melakukan penelitian di daerah terpencil, disana para penduduk sama sekali tidak bisa menikmati acara pertelevisian seperti kita orang orang kota pada umumnya! disebabkan signal lemah bahkan tak ada sama sekali, padahal mereka rata rata orang yang bisa membeli televisi dalam artian mampu .... Saya kasihan kepada mereka, mereka harus ketiggalan informasih padahal rata rata memiliki IQ hampir sama dengan orang orang kota pada umumnya ..jadi maksud saya disini perusahaan AMANDA tivi yang kita cintai ini bisa lebih memperkuat jaringan signalnya sehingga dapat menjangkau para saudara saudara kita yang ada di daerah daerah terpencil agar tidak ketinggalan informasi dan dapat sejajar dengan kita orang orang kota" ucap Diana dengan begitu mengebuh gebuh tanpa gemetar karna mendapat sorotan tajam dari para peserta rapat.
Seketika hening ......mata peserta rapat di buat takjub oleh seorang gadis kecil yang sangat peduli dengan orang orang disekelilingnya.
Arthur berdiri dan tiba tiba suara tepuk tangan terdengar dari kedua tanganya yang saling berbenturan.
peserta rapat juga turun berdiri dan melakukan hal yang sama yang di lakukan Arthur.
__ADS_1
đŸ‘‰Sesuai janji author tadi yang masih gantung dengan cerita ini sudah puas bukan ..maka dari itu tinggalin jejak ya like, comen , vote ...gratis kok gak usah poin poin segala trimah kasih.