DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
178.AKU MAU IBU NAOMI.


__ADS_3

Entah sudah berapa lama Naomi terdiam di kursi itu sambil menundukkan kepalanya mengarah ke lantai.


Nampak Leon memperhatikan Naomi dari kejauhan. Ia merasa Iba melihat wanita parubaya itu tetapi, Ia tidak berani mendekat kearahnya.


"Semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik buat Nyonya Naomi dan keluarganya...Aamiin" ucap Leon yang terus menatap kearah Naomi seakan akan merasa apa yang wanita parubaya itu rasakan saat ini.


Nampak dari sana Naomi mengusap kasar wajahnya dan mencoba untuk bangkit dari tempat duduknya.


"Ayah pokoknya Diana tidak Mau ikut ke Amerika. Diana sudah betah di negara tercinta ini dan lagi pula Diana tidak mau jauh jauh dari Ibu Naomi titik" ucap Diana mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang Naomi juga duduki saat ini.


"Nak! Kita harus kesana karna kehidupan Kita sekarang ada disana. Ayah akan buat usaha dan menetap disana. Apa Kau tega melihat Ayah hidup sebatang kara di negara orang dan lagian Nyonya Naomi sudah membenci Ayah. Ayah takutnya Beliau juga membenciMu karna kesalahan Ayah" ucap Jonathan yang berdiri di hadapan Diana sambil menggendong rangsel dan menenteng kopernya.


"Ah ..tak mungkin Ibu bersifat seperti itu. Aku sangat yakin se yakin yakinya kalau Ibu Naomi tidak seperti itu! Itu hanya akal akalan Ayah saja, supaya Diana mau ikut dengan Ayah bukan?" ucap Diana melempar pandangannya kearah lain.


"Nak Kau harus ikut apa pun Alasanya! Kita akan berangkat dengan menggunakan rute lain jadi kau harus siap siap oke" ucap Jonatan terus saja membujuki Diana untuk ikut dengannya ke Amerika sana.


Diana tak menjawab hanya butiran butiran keristal yang keluar dari kedua kelopak matanya. Ia tidak tega meninggalkan Negaranya dan Naomi yang sudah Ia anggap sebagai sosok seorang Ibu yang bisa menjaganya di kemudian hari.

__ADS_1


Sementara Naomi itu yang tidak jauh dari kedua anak dan Ayah itu, seketika mengangkat wajahnya ketika mendengar suara yang sudah tidak asing lagi baginya.


Matanya terbelalak dan tak lama kemudian bibirnya tersenyum lebar. Semua kesedihannya seakan akan sirna seketika melihat kedua orang yang telah membawah separuh jiwanya hilang muncul dengan sendirinya tepat di hadapanya saat ini.


"Ayo Nak! Pesawat berikutnya Akan segera berangkat! Ayah tidak mau penerbangan kali ini kita batalkan lagi karna ulahMu itu" ucap Jonathan menarik Diana dari tempat duduknya.


"Ayah Diana tidak Mau! Diana mau Ibu" ucap Diana merontah rontah tapi apa daya tenaganya sangat kecil di banding kekuatan tarikan tangan Jonathan padanya.


"Kau pergilah bila Kau mau pergi tapi lepaskan tangan Anak Saya!" ucap Naomi menarik pergelangan tangan Diana yang sebelahnya.


Keduanya sontak terhenti dan berbalik badan kebelakang.Jonathan dan Diana terbelalak Seakan akan tidak percaya siapa yang sedang berdiri di hadapanya saat itu.


"Ibu ! Diana tidak Mau ikut Ayah, Diana mau sama Ibu di sini" ucap Diana yang terseduh seduh dalam pelukan Naomi.


"Iya sayang ! Kau tidak akan kemana mana. Kau akan tetap di negara ini bersama dengan Ibu " Ucap Naomi melepas pelukanya dan menghapus butiran butiran keristal yang menetes di pipi Diana menggunakan kedua Ibu jarinya.


Diana mengangguk sembari tersenyum lebar kepada Naomi.

__ADS_1


Jonathan hanya terpaku belihat pemandangan yang tak Lazim baginya itu.


Seorang wanita menyanyangi putrinya begitu tulus.


"Ayo Nak kita pulang! ucap Naomi mengambil koper dari tangan Diana.


"Ayo ..Ibu " ucap Diana mengayut manja di lengan milik Naomi.


Baru tiga langkah mereka mengayunkan kakinya tiba tiba Jonathan berlari kecil menghadang mereka berdua.


"Sayang apa Aku boleh ikut" ucap Jonathan sedikit memelas kepada Naomi.


"Terserah ....bagai mana Sayang " ucap Naomi kepada Diana yang masih bermanja manja di lengan kanan Naomi.


"Ia terserah.....hiii...hiii...hiii "balas Diana sambil tertawa lebar membuat Naomi ikut tertawa di buatnya.


Jonathan hanya menggaruk garuk kepalanyanya dan, melangkah mengikuti mereka berdua dari belakang.

__ADS_1


Leon yang sedari tadi melihat mereka dari kejahuan ikut tersenyum merasakan kebahagian kedua sijoli usang itu.


👉tetap beri like, vote, coment dan rate bintang 5 ya makasih.


__ADS_2