DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
149. MUAL .


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur. Hewan pagi mulai saling bersautan menyambut datangnya pagi


Embun mulai berterbangan seiring munculnya sang mentari pagi.


Pagi itu dikediaman Maya, Maya yang baru saja bangun dari pembaringan tiba tiba merasa pusing dan mual. Ia berlari memasuku kamar mandi dan memuntahkan semua isi makanan dalam perutnya.


"Kenapa kepalaku pusing dan rasa mual tiba tiba menyerangku" ucap Maya memandang kearah cermin yang sengaja ia letakkan di sana.


Maya membersikah sisa muntahanya dan melangkah keluar dari bilik kecil itu tetapi belum juga sampai di pembaringan tiba tiba rasa mual kembali menyerangnya. Maya kembali berlari kecil ke dalam bilik ksmar mandi .


Hal serupa kembali terjadi, Maya kembeli muntah tapi cuman air saja yang keluar dari dalam mulutnya.


"Kemana tiba tiba sepeeti ini " ucapnya sambil terus memegangi kepalanya yang terasa sangat menyiksanya.


Sementara itu Naomi yang sedang menyiram bunga di halaman depan rumah merasa kaget dengan teriakan orang yang sedang memanggil manggil Dirinya.


"Ibu tolong buka pintunya" ucap Abraham dari luar pagar


Naomi mendongakkan kepalanya dan memandang kearah pintu pagar.


Wajahnya seketika memerah ketika melihat dua orang yang sudah tidak asing lagi baginya.


"Untuk apa lagi kalian kemari ah! ular seperti kalian itu memang tidak ada urat malunya" ucap Naomi memandang sinis kepada mereka berdua.


"Tolonglah Bu! Aku ingin berteMu dengan IstriKu" ucap Abraham sambil memegang pagar yang terbuat dari terali besi dilapisi aluminium.


"Sudahlah tak ada lagi yang harus di bicarakan Abraham! Kedokku sudah terbongkar jadi tidak usah lagi kau mengunakan topeng palsuMu itu untuk mengelabui Kami semua! Aku mohon pergilah dari sini dan sampai kapanpun Maya dan Arthur tidak akan menemuiMu lagi" ucap Naomi sambil meletakkan teko Air yang digunakanya tadi menyiran tanaman keatas meja.


"Bu Aku mohon tolonglah Bu! " teriak Abraham tetapi sama sekali tidak di pedulikan oleh Naomi.

__ADS_1


Sementara Jonathan yang sedari tadi berdiri di dekatnya hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan satu katapun.


Matanya sayup memandangi Naomi yang menghilang di balik daun pintu.


"Aku mohon maafkan Aku"Ucap Jonathan dalam hati.


Naomi terus melangkah masuk dalam ruangan. Kakinya terus diayun menuju ke bilik Maya .


Setelah tiba di depan pintu Naomi mengetuknya terlebih dulu.


Tock...tock...tock....


" Masuklah pintu tidak terkunci" ucap Maya yang sedang tertidur diatas pembaringan.


Naomi memutar gagang pintu dan sedikit mendorongnya kedepan.


Naomi mengeryitkan dahinya melihat Maya yang tifak biasanya tertidur jam segini.


"Nak kenapa Kau masih tidur! Ini sudah siang loh coba lihat jam itu, Ini sudah menunjukkan jam 8.30 " ucap Naomi sambil menunjuk jam yang menempel di dinding rangan.


" Tiba tiba kepala Maya terasa sakit dan merasa mual Bu" ucap Maya sambil terus memijiti kepalanya.


"Apa Kau sakit? Tapi kok tidak panas sama sekali " ucap Noami sambil memegangi jidat Maya.


"Maya juga tidak tau Bu! ucap Maya


Mungkin kau masuk angin tunggu sebentar disini Ibu akan membuatkan jahe hangat untukMu.


Maya hanya mengangguk pelan. Naomi berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar kamar.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Naomi datang dari arah pintu membawa nampang berisi satu gelas air jahe dan satu toples cemilan ringan.


"Ayo bangunlah! dan Minumlah air jahe ini supaya perasaaanmu membaik" ucap Naomi sambil memberi segelas air jahe ke pada Maya.


Maya segera mengambilnya dan memonumnya sampai mentok.


"Nak Abraham dan Jonathan tadi kemari. Abraham ingin menemuiMu" ucap Naomi sambil duduk di samping pembaringan.


"Untuk apa lagi Diakemari! apa mau Ia menguasai rumah ini juga" ucap Maya datar.


:Tidak taulah orang seperti mereka itu tidak akan puas walau sudah memiliki harta yang berlimpah ruah" balas Naomi.


Maya melipat dahinya ....


"Maksud Ibu mereka?" ucap Maya merasa heran.


"Siapa lagi kalau bukan Jonathan" ucap Naomi sambil mengambil toples yang ada dianas nakas dan membuka penutupnya.


"Makanlah supaya mualMu segera hilang" ucap Naomi sambil menyodorkan toples berisi cemilan kepada Maya.


Belum juga mengambilnya kembali rasa Mual menyerangnya Maya bangkit dari tidurnya dan segera berlari menuju kamar mandi.


"Owe...owe...." Ringis Maya memuntahkan sisah air dalam perutnya.


"Nak sebaiknya kita kerumah sakit, Ibu takut ada apa apa yang terjadi padaMu" ucap Naomi sambil memijit mijit punggung Maya .


"Tidak usah Bu! Ini cuman sebentar kok, Ibu tidak usah terlalu kuatir" ucap Maya sambil keluar dari dalam bilik kamar mandi.


đŸ‘‰semangat ya beri like, vote dan coment ...gristis kok trimah kasih.

__ADS_1


__ADS_2