
Ryo megeryitkan dahinya dan memandang kearah Rico dan seketika itu juga melepaskan genggamanya dari kerah baju Rico sambil mendorongnya hingga hampir terjatuh.
"Maksudmu Abraham yang menyuruhmu? ucap Ryo.
Rico tertunduk lesu Ia sama sekali tidak berani menatap kearah Ryo.
"Cepat katakan ! ucap Ryo membentak
"Iy..a Tuan Ryo ...Tuan Abrahamlah yang menyuruhku berbuat ini semua! selebihnya saya tidak tau karna saya hanya menjalankan perintah" ucap Rico masih terbata bata karna ketakutan .
"Kurang ajar kau Abraham" ucap Ryo dengan wajah memerah sambil memukul mukulkan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.
"Awas saja kalau sampai kau membohongiku maka kutamatka riwayatmu beserta perusahaanmu ini" ucap Ryo menunjuk kearah Rico dan berlalu pergi.
Ryo menjalankan mobilnya begitu kencang ke arah perusahaan AMANDA grup. Berkali kali Ia membunyikan klakson supaya pengendara lain membuka jalan untuknya.
"Abraham apa sebenarnya tujuanMu berbuat ini padaKu! Tidak puas Kau merebut posisiku dan mengambil hati Maya dan Arthur" Gerutu Ryo dalam mobil.
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Ryo sudah memasuki halaman luas milik AMANDA grup.
Semua karyawan disitu langsung tertunduk dan terpaku ketika Ryo lewat di hadapan mereka.
Ryo segera memasuki lift dan menuju ke arah ruangan Abraham.
Langkah Ryo begitu cepat seolah olah tidak menginjak lantai ketika Ia keluar dari lift.
Tidak lama kemudian kini Ryo sudah tiba di depan pintu ruangan milik Abraham.
Tanpa mengetuk Ryo langsung memutar gagang pintu tersebut dan mendorongnya hingga terbuka.
"Maaf Tuan Ryo....Tolong sopanlah sedikit budayakan mengetuk atau memberi salam sebelum Anda memasuki ruangan ini" ucap Leon yang menghadang langkah Ryo.
__ADS_1
"Berani sekali kau Leon menentangku sekarang! apa gaji yang diberikan tuanmu itu lebih besar dari gaji yang aku berikan dulu" balas Ryo.
Abraham yang sedari tadi menatapi layar laptopnya kini mengangkat wajahnya sedikit keatas ketika mendengar Ryo dan Leon sedang beradu mulut di depan pintu.
"Leon biarkan Dia masuk..! " ucap.Abraham dari arah meja kerjanya.
Leon hanya mengangguk kecil setelah mendengar ucapan Abraham.
" Silahkan masuk Tuan Ryo" ucap Leon sembari menundukkan kepala sebagai penghormatan kepada
Ryo
Ryo langsung menuju kearah Abraham dan memegangi ujung kedua kerah baju Abraham dan sedikit mengangkatnya naik.
"Kenapa kau lakukan ini padaKu ?"ucap Ryo membentang Abraham dengan wajah dan mata masih memerah .
"Tuan Ryo tolong lepaskan tangan Anda" ucap Leon yang tiba tiba datang dan menarik tangan Ryo supaya melepaskan tanganya dari kerah baju milik Abraham.
"Jangan pura pura tidak tau Abraham! Kamu kan yang menyuruh stasion televisi milik Rico untuk menyiarkan adegan 19 tahun silam tentang pengusiran Maya dari Mension itu" ucap Ryo masih membentak kearah Abraham dan sedikit keluar percikan air liur dari mulutnya.
Abraham sedikit mengkerutkan dahinya dan mencoba menarik kedua tangan Ryo yang memegang erat pada kedua ujung bajunya.
"Lepaskan dulu tanganmu! Aku benar benar tidak mengerti apa yang kau maksud"ucap Abraham sabil menarik tangan Ryo .
"Jangan mencoba membohongiku! sebenarnya Aku sudah tak ingin mencari masalah denganmu lagi, tapi jika Kau memulai Aku akan meladenimu" balas Ryo.
"Sama juga sepertiku! Maka dari itu lepaskan dulu tanganMu supaya kita dapat bicara baik baik! ucap Abraham .
Seketika itu Ryo melepaskan tangannya dari kerah baju milik Abraham .
__ADS_1
"Coba jelasin apa sebenarnya terjadi padamu! ucap Abraham dengan tenang sambil duduk di kursi kerjanya.
Ryo ikut duduk di depan Abraham dan menghela nafas panjang ...
"Kata Rico kau yang menyuruhnya memutar adegan penyiksaan Maya 19 tahun silam yang Aku lakukan nersama keluargaku! Aku sangat takut Arthur melihatnya sehingga Ia semakin membenciku" ucap Ryo sambil tertunduk dan kedua tanganya di letakkan di meja untuk menopang kepalanya.
"Apa katamu! Pria buncit itu memfitnahku seperti itu ah! Ryo ..Ryo ..Kau ini gampang sekali di hasut itu makanya kau sangat muda di perdaya! dan ingat Ryo Aku tidak akan berbuat hal sehina itu sekarang karna kau Tau Aku tidak mau Maya dan Arthur membenciku seperti mereka membenciMu sekarang kalau dulu mungkin itu bisa saja Aku lakukan" ucap Abraham lagi.
Ryo mengangkat wajahnya setelah mendengar ucapan dari Abraham.
"Apa Ia memfitnahmu seperti itu ! terus tujuan diapa Apa! ucap Ryo menatap kearah Abraham.
Abraham mengedipkan kedua bahunya.
"Aku tidak tau coba kau tanya sendiri " balas Abraham.
"Si tua bangka itu ingin bermain main denganKu! Leon cepat kau bawah si Rico kemari jangan sampai Ia melarikan ke luar negeri" ucap Ryo menatap kearah Leon.
"Maaf Tuan saya bukan bawahan Anda lagi jadi saya tidak bisa melakukanya" balas Leon menolak keinginan Ryo.
"Lihatlah Abraham kau sudah mengambilnya semua dariku! bahkan ikan piranha ini juga sudah tidak mau lagi mengindahkan perintahKu" ucap Ryo mengalihkan pandanganya kearah Abraham.
Kembali Abraham mengedipkan bahunya sambil tersenyum melihat tingkah Ryo yang mengaduh kepadanya.
"Leon segera bawah kemari pria usang itu kemari jangan sampai Ia lolos! Aku mau tau tujuan Dia memfitnahku seperti itu" ucap.Abraham menatan kearah Leon sambil memainkan pulpen di jari jarinya.
"Baiklah Tuan akan kulaksanakan sesuai perintah Anda!" ucap Leon dan melangkah ke luar ruangan .
"Bawahkan juga Aku minuman Aku haus" ucap Ryo sebelum Leon membuka pintu.
"Kau ini tidak pernah berubah! Dasar manja" ucap Leon sambil membuka pintu.
__ADS_1
"Kau......" balas Ryo ingin berdiri tapi Leon sudah hilang di balik pintu.
👉hay kawan kawin pinta Votenya ya yang banyak ..supaya Author semangat nulis ...makasih ...gratis kok.