
Sore itu abraham menjalankan mobilnya menuju kediaman maya , sebelumnya abraham sudah berjanji ingin mengajak arthur untuk jalan jalan sekalian refresing .
mobil mewah yang dikendarainya kita sudah tiba di depat bagunan yang di tujuh yaitu kediaman maya .
Abraham memarkir mobilnya tepat di bawah pohon mangga yang rindang di halaman tersebut .
"Assalamu alakum " ucapnya setelah tiba di depan pintu .
tidak begitu lama suara pintu terbuka , seorang pria tampan sedang berdiri sejajar dengan pintu tersebut .
"waalakum salam " ayah " ucap artur sambil berlari memberikan pelukanya ke pada abraham .
" Anak ayah tambah tampan saja " ucap abraham membalas pelukan arthur.
Naomi yang dari tadi memperhatikan mereka sungguh sangat terharu , gimana tidak arthur yang sedari lahir tidak perna mendapat kasih sayang seorang ayah kini dia dapat merasakannya dari seorang abraham walaupun dia tau kalau abraham bukanlah ayah kandungnya .
" sampai kapan kalian berdua berdiri disitu " kalau tidak mau masuk saya tutup pintunya. takut ayam tetangga masuk mengacak acak isi rumah " ucap naomi sambil mencoba menutup pintu .
"Ciee cemburuh ni ye " ucap artur melepas pelukannya.
"chiii ....kalian berdua bukan levelku " kilah naomi .
Abraham dan arthur cuma terkekeh mendengar ucapan naomi.
"Bram silahkan duduk anggaplah rumah sendiri tapi jangan dijual " ucap naomi sambil mempersilahkan abraham duduk .
"Trimah kasih say " ucap abraham sambil terkekeh diiringin oleh arthur .
"ihh....geli " ucap naomi sambil berlalu pergi meninggalkan mereka berdua .
__ADS_1
"Nak jadikan sore ini kita jalan jalan " ucap abraham membuka pembicaraan saat mereka di ruang tamu .
"Tapi arthur pamit sama ibu dan nenek dulu ya " ucap arthur .
" gimana kalau kita ajak ibu dan nenek supaya ramai " ucap abraham memandang arthur.
"Good idea " kalau begitu arthur panggilin mereka dulu ya" ucap arthur sambil berdiri dan melangkah ke arah dapur mencari ibu dan neneknya .
"yess " ucap abraham dalam hati .
Sambil menunggu arthur memanggil ibu dan neneknya abraham mengambil majalah yang terletak di atas meja ruang tamu .
" bram sudah lama ya " ucap maya yang sambil membawah segela minuman di tanganya dan posisi arthur di belakanya .
Mendengar ada suara , abrahan mendongakkan kepalanya lalu meletakkan lagi majalah diatas meja .
" baru ajak kok dek " upzz maksudku maya " ucap abraham sambil menutup mulutnya dengan telapak tanganya .
"trimah kasih bayak " balas abraham.
Untuk mengurangi rasa canggungnya abraham menyeruput kopi di hadapanya dan meletakkan kembali di posisi semula.
"Bu bagai mana kalau hari ini kita jalan jalan bersama Ayah mumpung kami berdua sedang ada waktu luang " ucap arthur yang duduk disamping kiri maya .
"MAAf NAk ibu lagi sibuk banyak pekerjaan dapur yang ingin ibu selesaikan " ucap maya padahal sebenarnya dia canggung dengan abraham.
"Ayolah bu sudah lama kita tidak pergi bareng
mumpung sore ini arthur libur jadi ibu ikut ya " ucap arthur sambil memeluk ibunya .
__ADS_1
Melihat hal itu wajah abraham memerah ada rasa kesal didalam hatinya tapi masih bisa di tahan .
"Nak gak usah peluk peluk ibumu seperti itu , kamu tu sudah gede masa masih meluk meluk gitu sih malu tu sama pot bunga " ucap abrahan yang tak relah arthur memeluk maya.
Mendengar ucapan abraham arthur makin mengeratkan pelukannya .
"Ibu arthur juga !" tu yang salah kalau meluk ibu orang " kilah arthur
Maya hanya diam mendengar ocehan kedua pria itu .
" Terserah kau AH " ucap abraham sambil menyeruput kembali sisa kopi yang tadi .
"Maya ayolah ikut kami " apa kau tidak kasihan kepada arthur " ucap abraham menatap maya .
mendengar perkataan abraham maya pun melunakkan hatinya untuk mengikuti dua pria tampan itu .
" baiklah ibu akan ikut " tapi kalian tunggu di sini ibu akan berbenah dulu " ucap maya sambil berdiri dan melangkah menuju bilik kamar.
Tidak begitu lama kini maya keluar dari dalam kamar. polesan make up wajahnya sangat natural tapi tidak mengurangi kecantikanya di balut dengan blazer berwanah abu abu di padukan denga jeans warna hitam membuat penampilanya sederhana tapi sangat memukau .
Abraham dan arthur tiba tiba melotot mulutnya terbuka memandangi wanita cantik yang berdiri di hadapatnya itu.
"cantik" ucap arthur dan abraham bersamaan.
Kini mereka bertiga sudah berada diatas mobil sedangkan naomi tidak bisa ikut karna sibuk menelpon keluarganya di Mamuju (sulbar) . Abraham sesekali mencuri pandang ke arah maya melalui kaca spion ,
Sementara itu Ryo juga kini melaju mobilnya bersama rita menuju kearah pusat kota .
👉 ***hay silessurang ogiku ..dan sahabat sebangsa dan setanah air ..bagi like ,coment, favorite dan rate bintang 5 dong ..yang banyak biar authornya tambah semangat .👈**
__ADS_1
@bersambung*@