
Sementara itu Leon yang mengendarai mobil membawa Naomi menuju arah Bandara.
Noami yang sedari tadi terlihat sangat Gelisah di belakang kursi penumpang.
"Leon jam berapa jadwal paling dekat maskapai penerbangan Garuda air lines Indonesia ke Amerika hari ini? ucap Naomi sambil meremas remakan jari jarinya secara bergantian.
"Menurut Info yang Saya dapatkan dari salah seorang teman yang bekerja di sana! Jadwal penerbangan hari ini indonesia ke Amerika menggunakan maskapai Garuda air lines cuma satu yaitu pukul 14.30 jadi kemungkinan Leon dan Nona Diana menggunakan jawdal itu" ucap Leon sambil terus melajukan kendaraanya.
Naomi segera menatap jam tangan mini yang ada di pergelangan tangan sebelah kiri.
"Astaga sisa 8 menit lagi Leon, pesawat akan lepas landas! Apa kita bisa sampai tepat waktu di bandara Leon?" ucap Naomi yang terus menatap jam tangan miliknya.
"Maaf Nyonya! Untuk waktu yang cuman 8 menit mustahil sekali kalau kita bisa sampai ke bandara Nyonya. Mengingat jarak dari tempat kita sekarang ini ke bandara harus menempuh paling cepat 20 menit, itu pun dengan kecepatan tinggi" ucap Leon sambil menatap kearah Naomi melalui kaca spion.
Noami begitu gelisah di dalam sana ! Sudah beberapa kali Ia menghubungi nomor handpone milik Jonathan dan Diana tapi masih tetap seperti sebelum sebelumnya yaitu tidak aktif atau di luar jangkauan.
"Mungkin mereka sudah terbang meninggalkan Indonesia" Gumamnya sambil menatap ke keluar melalui jendela kaca mobil.
__ADS_1
"Tenanglah Nyonya! Bila kalian Ada jodoh pastilah Tuhan akan beri jalan" ucap Leon mencoba menghibur Naomi.
Mobil mereka terus melaju menjauh dari pusat kota.
Kembali suasana dalam mobil hening. Hanya suara mesin mobil dan klakson mobil yang sesekali Di bunyikan Leon untuk memberi tanda pengendara lain untuk menyingkir.
Hampir 30 menit Leon mengendarai mobilnya hingga tiba juga mereka di sebuah bandara terkenal di tanah Air tercinta kita ini.
Leon segera memarkirkan Mobilnya. Mesin mobil belum juga di matikan, Noami segera membuka pintu mobil dan keluar dari sana.
Wanita parubaya itu segera berlari tanpa mempedulikan lagi keadaan di sekelilingnya.
"Maaf ...maaf! ucap Naomi sambil bangkit dan mencoba terus berlari ke balai Infomasi.
Entah sudah beberapa Kali Ia berbenturan dengan orang lain dalam bandara tetapi, Ia sama sekali tidak peduli. Yang ada dalam pikiranya saat ini hanya ingin bertemu Jonathan dan Diana saja.
Naomi terus berlari menuju balai Informasi.
__ADS_1
Butuh perjuangan panjang hingga wanita parubaya itu tiba di tempat itu.
"Mba Apa pesawat Garuda Air lines Indonesia ke Amerika sudah take off" ucap Naomi dengan Nada ngos ngosan kepada seorang wanita cantik yang berdiri di meja resepsionis dalam bandara tersebut.
"Iya Nyonya sudah 15 menit yang Lalu" balas wanita tersebut.
Mendengan Ucapan wanita itu tubuh Naomi seolah olah tidak bertulang. Nampak guratan guratan kekecewaan tergambar di wajah cantiknya.
Tanpa mengucap satu kata pun Ia langsung berbalik dan berjalan meninggalkan tempat Itu.
Pandanganya kosong! Ia berjalan seperti orang yang sudah tak punya gairah untuk hidup.
Beberapa kali Ia menabrak orang tapi tidak Ia pedulikan sama sekali walau, Ia harus mendapatkan cacian pedas dari mereka.
Naomi mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang di khususkan untuk para penumpang.
"Ya Tuhan bila mereka bukan jodohKu jauhkan lah. Tetapi, bila mereka kau peruntukkan untukku Maka, Aku mohon dekatkanlah mereka padaku" ucap Naomi sambil menundukkan kepalanya menatap kearah lantai.
__ADS_1
👉maaf lambat up lagi sibuk bangat ...tetap beri like, coment, vote ,dan rate bintang lima ..kenapa kalian harus beri itu semua ya tentunya gratis .....makasih.