DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
117.ANTARA SELLY DAN DIANA.


__ADS_3

Jam kini menunjukkan pukul 12.00 saatnya para karyawan beristirahan untuk makan siang.


Abraham yang sedari tadi berada di biliknya dengan sangat sabar dan profesioal membimbing Arthur dalam bidang management dan bisnis.


Arthur dengan serius memperhatika dan sesekali bertanya apa yang belum Ia paham, demikin juga dengan Abraham ia dengan sabar membimbing Arthur dan menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan Arthur kepadanya.


"Nak kita hentikan dulu sejenak, kita perlu mengisi perut supaya tenaga dan otak kita bisa bekerja dengan baik" ucap Abraham sambil memungut berkas yang berserakan diatas meja kerjanya.


"Iya Ayah Arthur juga lapar mungkin karna terlalu fokus dan Asyik membahas masalah bisnis membuat Ayah dan Aku lupa waktu kalau sudah menunjukkan pukul 12 siang" balas Arthur sambil membantu Abraham menyusun kertas yang berhamburan diatas meja kerja.


"Astaga ....Maafkan Ayah Nak! Ayah benar benar lupa Ayah sudah membuatmu kelaparan kalau sampai Ibu tau matilah Ayah" ucap Abraham sambil melihat jam di pergelangan tanganya.


"Ha..ha ..Ayah ini SUTIS?" ucap Arthur sambil berdiri dan mengambil jasnya yang sedari tadi ia letakkan di punggung kursi.


Abraham mengedipkan bahunya dan mengkerutkan dahinya.


"Maksudnya SUTIS" ucap Abraham yang terus memandang kearah Arthur karna sakin penasaranya .


"Suami takut istri he ..he ..he " ucap Arthur cengengesan.


"Kau ini ..! Ayah bukanya takut tapi menghargai ibumu" Ucap Abraham membela diri.


"Terserah Ayah sajalah! Ayo kita makan Arthur benar benar sudah sangat lapar"balas Arthur sambil memegangi perutnya .


"Iya bawel " ucap Abraham sambil mengucak ucak rambut Arthur dan merangkul bahunya.


Mereka berdua melangkah keluar dari bilik kerja Abraham. Setelah keluar dari lift mereka terus melangkah menuju ke arah kantin.


Mereka berdua memasuki kantin perusahaan, ruangan yang tadinya ramai oleh suara para karyawan tiba tiba senyap begitu saja setelah Abraham dan Arthur memasuki tempat itu.


Ada yang hanya tertunduk karena takut ada pula yang saling berbisik satu sama lain.


"Yang datang bersama pak CEO itu kira kira siapa menurutmu" ucap Danu kepada temanya saat itu.


"Menurut kabar burung si anak muda itu adalah Anak Angkat dari Tuan Abraham" jawab Sinta temanya .


"Sunggu beruntung Anak itu, dari status biasa hingga menjadi luar biasa setelah pak Abraham mengangkatnya menjadi anak"ucap Danu kepada Sinta .

__ADS_1


"Tapi ada juga yang bilang kalau dia itu cucu dari Nyonya AMANDA tapi itu masih simpan siur shi! Ah sudahlah lebih baik kita diam jangan sampai Tuan Abraham mendegar ucapan kita bisa bisa kita kena PHK" ucap Sinta sambil menyeruput teh yang ada di tanganya.


Abraham dan Arthur terus melangkah menuju ruang kantin yang di khususkan untuk CEO para petinggi perusahaan.


Dalam ruangan itu tampak sunyi hanya ada dua tiga orang saja yang sedang menikmati hidangan makan siangnya di sana.


Abraham dan Arthur duduk di meja khusus di peruntukkan buat CEO .


Setelah mereka duduk dan saling berhadapan, dua pelayan bergegas menghampiri mereka berdua.


"Tuan Tuan Anda mau makan apa biar kami siapkan untuk Tuan Tuan?" ucap salah satu pelayan kepada Abraham dan Arthur.


"Nak kau mau makan apa? " ucap Abraham menatap kearah Arthur yang duduk di hadapanya.


"Terserah Ayah saja! Arthur ikut sesuai dengan pesan Ayah" balas Arthur.


" Baiklah ! Tolong buatkan dua porsi Ayam bakar, cumi goreng, udang crispy di tambah sayur bening! minumanya teh dingin saja" ucap Abraham sambil memandang kearah daftar menu makanan yang ada di tanganya.


"Baik Tuan ! Apa masih ada lagi" ucap pelayan itu dengan sopan.


"Baiklah kami harap kesediaan Tuan Tuan menunggu sebentar kami akan menyiapkanya segera" ucap Pelayan itu berlalu pergi diikuti oleh temanya.


Dari arah pintu tampak Jonathan dan Diana juga memasuki ruangan Itu, Abraham mengangkat tangan keatas dan memberi kode kepada mereka untuk mendekat.


Jonathan dan Diana membelokkan langkahnya kearah Abraham ketika mendapatkan kode darinya.


Kembali Jonathan menundukkan kepala tanda penghormatan kepada Tuannya diikuti oleh putrinya.


"Slamat siang Tuan Abraham dan Tuan Arthur ucap Jonathan yang masih tertunduk.


"Siang Jo, siang paman" ucap Arthur dan Abraham bersamaan .


"Maaf Tuan ada perlu apa Tuan memanggil saya kemari " ucap Jonathan memandang kearah Abraham.


"Tak ada perlu apa apa Jo! Aku memanggilmu kemari supaya kau dan anakmu Diana bisa bergabung makan siang dengan kami disini" ucap Abraham dan diikuti anggukan dari Arthur.


"Tapi Tuan kami berdua tidak layak duduk bersanding dengan Tuan Tuan di meja ini! biarlah kami berdua mencari meja lain saja!" ucap Jonathan yang sungkan duduk bersama Tuanya.

__ADS_1


" Paman jangan Terlalu merendah! lagian kami sudah menganggap paman sebagai bagian dari keluarga kami" ucap Arthur memegangi tangan Jonathan.


Jonathan terkesima ada rasa haru, gembira bercampur baur dalam hatinya setelah mendegar ucapan Arthur! Bagai mana tidak pelayan biasa sepertinya bisa dianggap keluarga oleh keluarga Abraham yang sangat kaya dan tersohor itu.


"Baiklah Tuan!Trimah kasih sebelumnya" ucap Jonathan sambil menarik kursi untuk Diana.


Tidak lama kemudian para pelayan meletakkan hidangan diatas meja sesuai dengan pesanan mereka masing masing.


Mereka menyantap hidangan tersebut dengan hening. hanya suara sendok dan piring yang sesekali terdengar disana.


Tidak lama kemudian mereka pun sudah menyelesaikan makan siang hari ini.


Mereka berempat keluar kantin tanpa ada satu kata keluar dari mulut mereka, Ya itulah Abraham CEO dingin yang selalu jaga wibawah di hadapan para karyawan berbanding terbalik saat berada bersama istrinya.


Dari Arah jauh nampak seorang pria parubaya dan seorang gadis belia berlari kecil mendekati mereka.


"Siang Tuan Abraham, Siang Tuan Arthur" ucap Gunawan yang di ketahui sebagai salah satu pemegang saham di AMANDA grup.


"Hemm Siang " ucap Abraham sedikit cuek kepada Gunawan beda halnya dengan Arthur Dia menyapa salam Gunawan dan tersenyum manis.


"OH iya kenalin ini Anak saya Selly mungkin seumuran dengan Tuan Arthur rencananya Selly ini mau magang perusahaan ini" ucap Gunawan mendorong sedikit tubuh Selly sebagai kode agar dia menyalami Arthur.


"Selly..." ucap Selly yang tidak henti hentinya memandang kearah Arthur sambil menyodorkan tanganya kearah Arthur.


"Arthur...." ucap Arthur menyambut uluran tangan Selly.


Arthur segera melepaskan genggaman tanganya tapi sayang Selly menggenggamnya begitu erat.


Sementara Diana yang melihat kejadian itu mengerutkan dahinya dan sesekali memutar kedua bola matanya.


"Nona Selly lepaskan tangan Tuan Arthur kasihan pasti tanganya sakit akibat Nona terlalu erat menggenggamnya" ucap Diana coplos begitu saja.


Abraham dan Jonathan sontak memandang kearah Diana. Abraham tersenyum tipis melihat tingkah Diana yang protektif kepada Arthur berbanding terbalik dengan Jonathan Ia mempelototin matanya ke Diana .


"Maaf ..." ucap Selly kepada Arthur sambil memandang sinis kearah Diana.


👉hay Readers Author sudah upayakan up yang panjang walau body belum terlalu fit...sekiranya Vote , like , coment and Follownya juga di perpanjang ya...gratis kok.....trimah kasih

__ADS_1


__ADS_2