
Abraham, maya dan arthur kini tiba di pusat perbelanjaan di tengah tengah kota , mereka bertiga melangkahkan kaki kearah pintu gedung mewah tersebut
"Ayah sudah lupa kapan terakhir kalinya ayah menginjakkan kaki di tempat semacam ini " ucap abraham tampa menghentikan langkahnya .
Semenjak kepergian istrinya helena, abraham tak perna lagi meginjakkan kakinya di pusat perbelanjaan seperti sekarang ini. semua kebutuhanya di serahkan ke pria paruh baya itu !" siapa lagi kalau bukan jonathan manusia dingin penuh misteri.
" Tapi sekarang ayah sangat bahagia karna bisa bareng dengan kalian berdua . kita sudah semacam keluarga kecil ada ayah , ibu dan anak "sambung abraham sambil senyum senyum bahagia.
Mendengar ucapan abraham arthur cuma mengangguk kecil beda halnya dengan maya rasanya ingin berlari ke taman dan menyembunyikan wajahnya di semak belukar sakin malunya apa yang di dengarnya dari mulut abraham .
"Maya dan arthur boleh pilih apa saja yang kalian sukai biar ayah yang bayar " ucap abraham setelah mereka tiba didalam .
"Serius ..." ucap arthur memandangi abraham .
Mendengar ucapan arthur sontak maya memberikan cubitan di lengan anaknya itu .
" Maaf bram bukanya menolak tapi kau jangan terlalu memanjakan anak ini " takutnya dia akan bergantung terus ke padamu " ucap maya sambil melepaskan cubitanya di lengan athur.
Arthur yang mendapat perlakuan seperti itu dari ibunya cuman dapat memanyunkan bibirnya.
" Ha ha ha kau ini , bagai manapun arthur sudah saya anggap anak sendiri jadi semua yang ada padaku bisa di bilang miliknya juga, sedangkan kau sudah saya anggap sebagai ist.....!?"abrahan menggantungkan ucapanya sambil memalingkan wajahnya kearah lain disusul siulan dari bibirnya.
Kini wajah maya merah merona , rayuan dari seorang abraham membuatnya seakan akan tidak berkutip beda sekali bila melawan keluarga ryo maya akan berubah menjadi seorang iblis menakutka.
__ADS_1
Setelah melakukan perdebat yang sengit akhirnya maya mengalah , arthur di izinkan memili barang sesuai kebutuhanya saja ..gak boleh lebih .
" Maya pililah juga apa saja yang kau sukai dan jangan kwatir uang mas mu ini tidak akan habis walau suluruh isi MALL ini kau kuras " ucap abraham sambil senyum manis ke arah maya .
Mendengar kata kata dari abraham , membuat wajahnya makin memerah ingin rasanya ia berlari mengelilingi MALL itu sebanyak 100 x.
" maaf bram sungguh untuk saat ini saya belum terlalu meginginkan sesuatu " ucap maya yang tak berani memandang wajah abraham .
" baiklah kalau begitu Mas yang akan memilikan sendiri gaun tercantik untuk nona manis ini " ucap abraham sambil melangkah menuju toko butiq .
" Bram .." teriak maya sambil menyusul ke arah abraham pergi .
Kini abraham berada dalam butiq , mata para pelayan butiq tidak henti hentinya memandanginya , karisma abraham membuat mereka sangat terpesona .
" selamat sore menjelang malam " kalau boleh tau TUAN mau membutuhkan gaun yang seperti apa " ucap pelayan butiq yang sedari tadi mencuri curi pandang ke pada abraham .
"Oh iya saya mencari gaun yang paling cantik , paling mahal tapi tidak menampakkan aurat " ucap abram sambil pandanganya berkeliaran menyelusuri semua isi butiq tersebut .
"Kalau itu mari saya antar tuan " ucap pelayan butiq .
Belum sempat melangkah kakinya, mata abraham tertuju pada gaun merah maron yang terpajang di dinding , segerah dia melangkahkan mendekati gaun tersebut .
" gaun yang sangat cantik .bila maya memakainya pasti gaun ini akan terlihat sangat mahal " ucap abraham sambil memegangi gaun itu.
__ADS_1
Belum sempat abraham memegang gaun itu dengan utuh , seorang wanita paruh baya merampasnya .
"jangan sentuh gaun ini " kau tidak akan bisa membelinya " ucap rita membentak abraham .
Abraham sungguh kaget sontak ia mengalihkan pandanganya kearah datangnya suara.
betapa kagetnya abraham orang yang sedari dulu menjadi musuh bebuyutan keluarganya kini berdiri dihadapanya dan merampas gaun incaranya.
" Ternyata kau Nyonya perampas !" wajarlah kedudukan saja kalian rampas apalagi hanya sebuah gaun " ucap abraham menatapi rita.
Mendengar ucapan abraham rita begitu murkah gaun yang tadinya jadi incarannya kini dibuang begitu saja ke lantai .
" Jaga mulutmu abraham , kau yang telah meramas posisi ryo sebagai CEO " ucap rita sangat geram sehingga keriput di wajahnya kini nampak sangat terlihat .
" HA H A ..merampas hak sendiri apa tidak boleh ?" ingat nyonya 20 yang lalu kau dan suamimu telah merampas dan menfitna ayahku hanya gara gara posisi CEO dan apa saya salah kalau saya menginginkan kursi itu dengan melenserkan putra anda juga tapi dengan cara berbeda !?" ucap abraham dengan geram mengingat apa yang rita dan teos lakukan terhadap ayahnya.
"Beraninya Kau ..!" ucap rita dengan geram mendaratkan telapak tangannya kewajah abraham tapi ditangkap indah oleh abraham .
" jangan coba coba mengancamku seperti kalian mengancam kedua orang tuaku " ucap abram sambil mencengram tangan Rita .
"way ........b4jin9an lepaskan ibuku " suara yang terdengar dari arah pintu .
👉 ***hay kawan kawan autor masih nunggu like coment, favorite , vote , bintang limanya ...jangan pelit pelit dong kan cuman gratis ..👈
__ADS_1
@bersambung***@