
Setelah kepergian Rico tampak suasana sedikit hening. Abraham melanjutkan kerjanya yang sempat tertundah tadi karna kedatangan Ryo dan Rico.
Ryo masih betah tinggal disana dan tetap duduk manis seolah oleh Ia menunggui Abraham sampai Abraham selesaikan kerjanya .
"Tuan Abraham apa Anda butuh kopi biar saya benyediakanya untuk Anda" ucap Leon memecah keheningan di tempat itu.
Bukanya menjawab Abraham malah melepas kaca matanya dan mematikan layar laptopnya.
Beda halnya dengan Ryo Ia megeryitkan dahinya dan menatap lekat kearah Leon.
"Leon kenapa kau tidak menawarkan juga padaku" ucap Ryo sedikit protes.
Leon memalingkan sedikit wajahnya menghadap kearah Ryo.
"Saya kira Anda sudah pulang! lagian saya ini secretaris pribadi khusus buat CEO AMANDA grup kalau Anda mau minum nanti saya suruh OB untuk membuatkanya untuk Anda Tuan Ryo" ucap Leon sedikit tegas kepada Ryo.
"Sepertinya Kau punya dendam pribadi padaku Leon saat Aku jadi CEO dulu" ucap Ryo membalas ucapan Leon .
__ADS_1
"Mana saya berani Tuan Ryo! kalau menyumpahin si kadang kadang" ucap Leon tanpa merasa bersalah.
Pertengkaran mulut Antara Ryo dan Leon membuat Abraham cengegesan sendiri.
"Kau benar benar ya.." decak Ryo sambil membinyikan rahangnya.
"Sudah sudah kalau masih mau tinggal tinggalah! saya mau pulang Istri dan Anak saya pasti sudah gelisah menunggu kepulanganku" ucap Abraham sedikit memanas manasi Ryo dan mengambil jasnya yang sedari tadi Ia letakkan di atas punggung kursi kerjanya.
"Abraham Aku ikut ! Aku kangen Arthur" ucap Ryo sedikit memelas kepada Abraham.
"Jangan dulu..! Arthur masih sangat dendam padaMu, Anak seumuran Arthur itu masih sangat labil Aku takut Ia akan melukai dirinya lebih dari apa yang Ia lakukan sebelumnya jadi ku harap kau bisa mengerti" ucap Abraham sambil memakai jas kebesaranya tak lupa memasang kaca matanya kembali.
Ryo mengangguk pelan ..
"Aku harap Kau membantKu mendapatkan hatinya! Aku ingin sekali membahagiakanya dan menebus semua dosa dosaku padanya di sisa sisa hidupku ini" ucap Ryo ikut bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Aku usahakan akan memberinya pegertian! tapi kembali lagi ke Arthurnya apa bisa iya memaafkanMu setelah apa yang kau perbuat padanya dan di tambah lagi video penyiksaan ibunya yang Kau lakukan bersama keluargaMu itu pasti menambah goresan luka dalam hatinya" ucap Abraham sambil memegang pundak Ryo bagian kiri.
Ryo mengusap kasar wajahnya nampak goresan goresan frustasi terpancar disana.
"Pulanglah urus dan cari mantan istriMu itu! jangan sampai Ia berbuat lebih nekat dari ini! dan ingat Ryo kalau Ia atau keluargaMu yang lain mencoba mengusik ketenangan keluargaKu jangan salahkan Aku kalau Aku lebih nekat lagi menghancurkan mereka satu persatu." ucap Abraham dengan tegas.
"Baiklah Aku akan pulang dan mencari perempuan j4lang itu tidak akan kubiarkan Ia lolos lagi setelah apa yang Ia perbuat kali ini!" ucap Ryo sambil melangkah keluar dari Ruangan itu .
Selepas Ryo pergi kini Abraham pun bersiap siap untuk pulang. Setelah dirasa semuanya beres Abraham mengambil tas jinjingnya dan menyerahkan kepada Leon.
"Ayo pulang...." ucap Abraham menepuk bahu kiri milik Leon.
" Baik Tuan ....." balas Leon sembari berlari kecil membukakan pintu buat Abraham
Mereka berjalan memasuki lift...
tidak lama kemudian lift bergerak turun ketika benar benar mentok lift terbuka dengan sendirinya.
__ADS_1
Keduanya pria tampan itu berjalan tanpa sedikit pun menoleh pandanganya lurus menuju pintu keluar gedung AMANDA grup.
👉hay readers tetap semagat ya dan budayakan like , vote ,coment serta follow me ya ...makasih.