
Hari terus berganti hingga tiba masa itu dikediaman Maya beberapa orang sedang sibuk mempersiapkan kebutuhan pesta , mulai dari dekorasi ruangan , kursi tamu dan tak lupa makanan dan minuman yang di tata sedemikian rupa diatas meja .
Ya ..betul hari ini hari pengucapan janji suci antara Abraham dan Maya. Mereka berdua sudah meneguhkan hatinya untuk menjalani bahtera rumah tangga .
Didalam bilik Maya sudah di dandani oleh penata rias profesional yang di datangkan langsung oleh Abraham untuk merias calon istrinya.
Tidak butuh waktu lama kini Maya sudah menampakkan Aura kecantikanya membuat sang penata rias takjub melihatnya .
" Wow Nyonya benar benar cantik luar biasa "ucap safira sang make up yang tak henti hentinya menatap takjub akan kecantikan Maya.
"Trimah kasih Nona ! tapi Anda kelihatannya sangat berlebihan " ucap Maya merendah dan tentunya merasa malu mendengar ucapan safira .
Tidak lama kemudian dari Arah pintu terdengar seseorang sedang mengetuk ngetuk bilik kamar itu ....
"Masuk saja pintu tidak dikunci " ucap Maya yang masih duduk di depan meja rias.
"Apa kau sudah selesai"ucap Naomi dari Arah pintu melangkah masuk mendekati Maya .
"Sedikit lagi Nyonya tinggal memasang anting dan kalungnya saja untuk menyempurnakah penampilan Nyonya Maya " ucap Safira yang masih sibuk memasang anting di telinga Maya .
__ADS_1
"Nak kau begitu cantik ! kau seperti dewi yang lupa pulang ke kayangan " ucap Naomi dengan suara cemprengnya.
Mendengar ucapan Ibunya, Maya terigat akan Abraham pria yang sebentar lagi akan jadi calon suaminya itu .
"Ibu ini mirip sekali dengan Abraham ! ucap Maya sedikit malu mengingat rayuan rayuan maut dari calon suaminya itu .
"Na selesai ...Sempurna " ucap Safira memotong pembicaraan kedua wanita yang ada di hadapannya itu .
"Nyonya sunguh cantik kalau boleh saya mau poto berdua dengan Nyonya buat poto frofil di Instagram milik saya!" ucap Safira yang sudah siap dengan camera handponenya .
Mendengar ucapan Safira Maya dan Naomi tertawa lepas membuat Safira heran dan terpaksa ikut juga tertawa..
Arthur yang sedari berdiri di pintu sambil menyandarkan dirinya ditiang pintu tersebut marasa sangat terharu, senyuman lepas ibunya hari ini membuatnya sangat bahagia.
"Semoga Ayah Abraham memberikan ibu kebahagian yang tak pernah ibu rasakan tahun tahun lamanya Aamiin" doa Arthur dalam hati
"Hay Bocah kemarilah lihat ibu sekarang bagaikan Artis metropolitan " ucap Naomi melihat Arthur melaman di depan pintu.
Arthur melangkah mendekati Ibunya kemudian memeluknya sangat Erat .
__ADS_1
"Bu Arthur doakan semoga ibu berbahagia selamanya! Arthur sayang ibu melebihi yang ibu tau "ucap Arthur sambil terus memeluk ibunya .
Maya membiarkan anaknya itu memeluknya dan meluangkan segala isi hatinya.
Naomi dan Safira turut meneteskan air mata melihat hubungan ibu dan anak yang begitu saling menyayangi satu sama lain .
Setelah puas memeluk dan menangis di hadapan ibunya Arthur pelan pelan melepaskan pelukannya .
Maya menghapus Air mata anaknya dengan ujung telapak tanganya .
"Nak apapun terjadi nantinya ibu tetap menyayangimu dulu sekarang dan sampai maut memisahkan kita " ucap Maya sambil mengelus elus pundak Arthur .
Arthur mengangguk dan memberi senyum kepada ibunya .
"Heem kau ini cengeng sekali biarpun ibumu nanti ikut dengan Ayahmu tho masih ada nenek yang siap menjagamu 25 jam non stop" ucap Naomi dengan percaya diri .
" 24 jam kali Nyonya " ucap Safira di iringi tawa dari mereka berempat .
👉vote , like , coment masih ditunggu ya ..upss kalau kawan kawan ada waktu mampir ya ke Cinta anak terbuang Hari ini crezy up soalnya kejar kontrak heee trimah kasih .
__ADS_1