
Abraham dan Arthur kembali menaiki mobil yang sama untuk kembali ke kediamannya lagi .
Abraham sudah meminta izin kepada sang pemilik cafe yaitu Andy bahwa Arthur hari ini cepat balik karena ada permasalahan keluarga .
Mobil mereka melaju sagat pelan sengaja Abraham melakukanya karena Abraham ingin mengulur waktu agar bisa leluasa berbicara dengan Arthur .
Lama mereka terdiam ...sampai Abraham memulai mebuyarkan lamunan Arthur .
"Nak kau tidak Apa apa kan ? ucap Abraham masih tetap fokus ke mengemudi dan memandang lurus kedepan .
Artur hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara ...
" Apa Arthur marah kepada Ayah? dan apa Arthur percaya dengan kata kata Ryo tadi ? ucap Abraham sambil memandang lekat ke arah Arthur .
Arhur memalingkan wajahnya kearah Abraham dan tersenyum manis .
" Mana mungkin Arthur marah ke Ayah harusnya Arthur berterimah kasih ke ayah telah banyak melindungi dan membantu Arthur " ucap Arthur dengan diiringi senyum manisnya .
"Kau ini sangat berlebihan ! ayah melakukan semua itu karna ayah benar banar tulus menyayangi Arthur dan ibumu " ucap Abraham sambil fokus kemali memandang kedepan .
" Arthur tau itu kok yah " ucap Arthur singkat .
" Kalau begitu Arthur temanin Ayah ke mall yuk ! Ayah ingin membelikan sesuatu buat ibumu dan sebagai tanda terimah kasih ayah ke Arthur karna menemani ayah Arthur boleh pilih apa saja yang Arthur sukai bagai mana ?" ucap Abraham lagi .
" Arthur setuju temanin ayah tapi Arthur tidak ingin membeli sesuatu" ucap Arthur menolak keinginan Abraham .
"Pokoknya Arthur harus membeli susuatu nanti disana kalau Arthur tidak mau berarti Arthur marah setelah peristiwa tadi " ucap Abraham sedikit memaksa .
" Iya ..tersersh Ayah kalau begitu " ucap Arthur pasrah
" Kalau begitu senyum dong " ucap abraham lagi .
__ADS_1
Arthur tersenyum dengan sangat manis kepada Abraham .
Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi kini telah memasuki area mall yang di tujuh .
Mereka berdua memasuki mall tersebut dengan sedikit candaan dari Abraham untuk menghibur hati Arthur yang kurang bersahabat semenjak pertemuanya dengan Ryo tadi .
Mereka terus melangkah lebih masuk kedalam dan berhenti pada toko yang menjual berbagai jenis perhiasan .
Keduanya memasuki toko tersebut para karyawan manita memandangi Abraham begitu lekat seolah olah sudah menelanjangi selubuh tubuh Abraham.
"Coba lihat pria itu sudah tampan , tinggi besar, putih , kaya lagi tapi sayang sudah Ada yang punya " ucap salah satu karyawan di toko perhiasan yang tersebut .
"Kok kamu bisa tau kau si tampan itu sudah ada yang punya " ucap salah satu temanya .
"iyalah kalau tidak ada yang punya terus pria muda yang disampingnya itu siapa kalau bukan anaknya ? ucap wanita yang pertama .
" Siapa tau adiknya atau kemanakannya gitu! balas temanya lagi .
" Iya juga chi..he ..he! Tunggu disini biar aku yang menyapa mereka ! ucap karyawan wanita itu sambil melangkah mendekati Abraham dan Arthur .
" Selamat datang Tuan Tuan apa ada yang bisa saya bantu ?" ucap karyawan wanita tadi kepada Abraham .
"Manager kamu mana nona ! saya ingin bertemu " ucap Abraham dengan santai tapi kelihatan berwibawah .
" Oh tuan mencari pak Hendra ! " balas karyawan tadi .
"hemmm" ucap Abraham singkat
" Kalau begitu Tuan Tuan silahkan duduk di sana biar saya memanggilkan pak Handra buat Anda" ucap karyawan wanita itu menunjuk sofa sambil mempersilahkan Abraham dan Arthur untuk duduk di sana.
Abraham dengan sabar duduk menunggu, kedua dua tanganya di satukan dan di letakkan di pipih sebelah kirinya dan tetap fokus memandang ke arah depan sambil tersenyum .
__ADS_1
Lain halnya dengan Arthur ia hanya memaikan handponenya untuk mengurangi kejenuhannya .
Tidak lama kemudian langkah seorang pria mendekati bereka dengan diekori oleh pelayan wanita tadi .
" Siang Tuan Abraham maaf membuat Tuan menunggu lama " ucap Hendra sembari menundukkan badan memberi penghormatan kepada Abraham .
" Siang pak Hendra ! tidak apa apa kami juga baru saja tiba " ucap Abraham dengan senyum .
"Siapa sebenarnya pria tampan ini orang sekelas pak Hendra saja tunduk dan patuh kepadanya " gumam pelayan wanita yang sedari tadi penasaran dengan sosok Abraham .
" Bagai mana pesanan saya pak Hendra! Apa sudah jadi atau belum ? tanya Abraham sambil menatap pak Hendra.
" Oh sudah Tuan ! melly kemarilah" ucap Hendra kepada pelayan wanita tadi .
Melly melangkah maju dan menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Hendra ..
" Ini Tuan silahkan ! semoga sesuai dengan keinginan Tuan Abraham " ucap Hendra sembari memberikan kotak kecil kepada Abraham .
" Trimah kasih " balas Abraham sambil membuka kotak kecil itu .
Senyum Abraham terpancar indah setelah melihat pesanan cincin pernikahan yang di pesannya itu .
" Benar benar indah " ucap Abraham terkagum kagum .
" Apa Tuan Abraham puas" sambung Hendra .
" Iya saya sangat puas sesuai keinginan saya dan calon istri saya " Ucap Abraham yang masih terus memandangi benda cantik itu.
__ADS_1
Mendengar Abraham menyebut calon istri tubuh Melly lemas sudah tidak ada harapan lagi mendekati si ganteng Abraham .
👉ayo kawan kawan gencarkan like , vote ,coment dan rate bintang lima supaya Dendam dan air mata seorang istri semakin melaju naik .....makasih .