
Sudah dua minggu Arthur bekerja di cafe milik andy.
Semuanya berjalan dengan sangat lancar . Andy sebagai bos sangat puas atas kinerja Arthur.
Pagi itu di kediaman Maya, Naomi mengendap endap menegok kekiri dan kekanan. Terkadang Ia berlari kecil sambil menjinjitkan kedua buah kakinya, entah apa yang membuatnya bertingkah aneh seperti itu di pagi ini.
"Umh..syukurlah! Akhirnya bocah itu sudah berangkat Kerja " ucap Naomi sambil mengusap usap dadanya dengan tangan kananya.
Tiba tiba sebuah tangan menepuknya dari belakang! tanpa aba aba Ia langsung berbalik menghadap sang pemilik tangan
"Kau ini mengagetkan Ibu saja! syukur bukan Dia yang nongol" ucap Naomi sedikit kaget tapi ada rasa senang dihatinya.
"Dia siapa maksud Ibu " ucap Maya sedikit mengkerutkan dahinya.
"Saya kira Bocah tengik itu " balas Naomi.
" Maksud ibu Arthur " balas Maya
" Siapa lagi " ucap Naomi singkat
Dari arah bilik kamar Arthur melangkah mendekati mereka berdua.
"Pagi bu !pagi yayangku Tukimin.." ucap Arthur menjaili Nenekknya
"Pagi sayang" balas Maya sambil mengucak ucak pucuk kepala Arhur .
"Astaga Dia belum berangkat juga! habis de Aku kena bully pagi ini " ucap Naomi dalam hati sambil memasang wajah juteknya
"Wajah Nenek kok ditekuk ! Apa tidak takut kulit mulus ini akan di tumbuhi guratan guratan garis keriput " ucap Arthur sambil memegangi kulit wajah Naomi dengan jari jarinya.
__ADS_1
"Au ..ah .." jawabnya Naomi acuh.
" by the way gantengan Togar apa Tukimin "ucap Arthur sambil mendekatkan wajahnya ke arah Naomi
" Awas Kau Bocah tegil......." Teriak Naomi sambil memukul Arthur dengan bantal
Maya cuma terkeke keke melihat wajah Naomi yang selama ini selalu ceria kini mirip taplak meja yang tidak perna kena istrikaan.
"Sudah sudah kasihan Nenek! ..Ayo sarapan dulu" ucap Maya menghentikan ke usilan Arthur dan mengajak mereka makan.
Setelah berada du meja makan, mereka menikmati makanan tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka. hanya suara sendok dan piring yang sesekali terdengar saling berbenturan.
" Arthur apa hari ini kamu kerja sayang! ucap Maya memandang kearah Anaknya.
" iya bu ! mungkin agak malaman baru Arthur pulang, soalnya ada promo makanan dan minuman baru, dan hebatnya lagi ada discound untuk makanan dan minuman tertentu .." ucap Arthur seolah memperdengarkan ke Naomi.
Jebakan Arthur benar benar jitu Nomi yang mendengar ada discound langsung membelalatkan matanya
"Wow...hebat dong! nanti sore Ibu kesana dhe sambil lihatin anak Ibu kerja! tapinya traktir ya, heee.." ucap Maya sambil tertawa kecil.
"Apasih yang gak buat nona cantik ini! ucap Arthur sambil mencium pipi ibunya .
Naomi masih diam disana terus memutar mutar kedua bola matanya, entah apa sekarang akal bulusnya saat ini.
Tidak lama kemudian Noami mulai membuka suara.
"Sebagai permintaan maafmu bocah, kepada nenek mu ini karena kau telah mengetahui rahasia terbesar Nenek, Maka Nenek akan akan ikut denganMu ke tempat kerja oke! karna Nenek tidak mau kau kesasar atau di ganggu oleh para preman jalanan seperti dulu.
Dan perminta maafmu yang kedua kau harus memberikan traktiran kepada Nenek, Dan Nenek yang menentukan sendiri menunya, mengerti!"ucap Naomi dengan nada tegas sambil melototkan matanya kearah Arthur
__ADS_1
Arthur dan Maya mengkerutkan dan merotasikan mata mereka secara bersamaan
"Akhirnya ide gilanya muncul juga ..yes Wifi gratis" ucap Naomi dalam hati penuh kemenangan .
"π€π€π€π€π€π€:'" Pikiran Arthur"
"π₯π₯π₯π₯π₯π₯" pikiran Maya.
"Karna dirimu diam itu tandanya kau setujuh, dan tunggu sebentar di sini Nenek akan mengambil tas cantikku dan kantongan besar " Ucapnya Naomi sambil berdiri dari kursi
"kantongan besar π€π€π€?"ucap Arthur sambil berpikir.
"Iya kantongan besar! Nenek takut Bosmu di sana membuang buang kue dan makanan yang tersisa.
Nenek juga takut TUHAN marah kepadanya karna memubazirkan makanan, Kau tau sendiri bukan Tuhan membenci itu semua, Makanya dari itu Nenek akan membungkusnya dan membawahnya pulang " ucap Naomi tegas dan penuh tekanan lalu beranjak pergi menuju kearah kamarnya.
Tanpa terlihat Oleh Arthur dan Maya senyum kemenangan terpancar di bibir perempuan parubaya itu .
"Haa haa ...!Dasar bocah mau saja Aku kadalin " ucap Naomi yang terus melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
Tidak lama kemudian, kini Naomi dan Arthur sudah tiba di depan " ANDY CAFE" Tulisan besar itu terpampang jelas di depan pintu.
Cafe besar yang berdiri di pusat kota yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman yang disukai berbagai kalangan, Baik anak muda maupun orang tua.
mereka berdua melangkahkan kaki memasuki ruangan cafe tersebut.
Semua mata tertuju kepada Perempuan parubaya yang tampil sangat glamour! Siapa lagi kalau bukan Nenek Naomi.
Bagaimana tidak rambut dikepang dua, listip merah menyala bak ayam yang habis makan cabe berkiloan kiloan, Di tambah gaun berwarna warni yang sangat mecolok di pandang mata.
__ADS_1
Readers bisa bayangkan sendiri bukan! perempuan parubaya memakai pakaian dan setelan ala ala ABG kemarin sore.
πTetap tinggalin like,coment dan votenya ya makasih.