DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
189. MP SEOSON 1(Jo & Naomi).


__ADS_3

Mobil Mereka terus melaju kearah pantai meninggalkan pusat kota.


Tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi kini memasuki halaman hotel berbintang tujuh yang letaknya di pinggir pantai berpasir putih.


Hotel milik Abraham grup itu memang sangat terkenal baik luar maupun dalam negeri.


Jonathan memarkirkan mobilnya berderet dengan mobil mobil tamu yang lain.


"Istriku Ayo turun! ucap Jonathan setelah mematikan mesin mobilnya.


"Baik suamiku.." ucap.Naomi sedikit malu menyebut nama itu .


Lain halnya dengan Jonathan Ia begitu bahagia sambil tersenyum mendengar Naomi memanggilnya Suami.


Keduanya keluar dari dalm mobil dan melangkah menuju arah pintu masuk hotel tersebut.


Tapi belum juga tiga langkah Naomi mengayun kakinya tiba tiba tubuhnya melayang di udara.


"Jo ! Turunin malu tau" ucap Naomi sambil memukul mukul dada bidang milik Jonathan.


Jonathan tak menggubris sama sekali ucapan Naomi, Ia hanya tersenyum sembari terus melangkah mendekat kearah pintu masuk.


"Silahkan Tuan Jo! " ucap seorang bodyguard yang berjaga di depan pintu hotel.


Jonathan sama sekali tidak membalas Ia terus saja membopong Istrinya masuk kedalam.


Semua mata memandangi mereka berdua. Jonathan bukanya malu oleh pandangan para tamu yang sedang ada di ruang aula tersebut. Malahan lelaki parubaya itu sempat sempat memutar mutar tubuhnya bersama dengan istrinya seperti dalam film india.


Suara tepuk tangan dari para tamu bergemuru di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Lain hanya dengan Naomi, Wanita parubaya itu terus menyembuhnyikan wajahnya di dada bidang Jonathan sembari memegangi lehernya agar Ia tidak terjatuh, walau Ia tau kalau Jonathan tidak akan mungkin membiarkan itu semua terjadi padanya.


Jonathan kembali melangkah kearah lift. setelah menekan tombol Lift, pintu pun terbuka dengan sendirinya seakan akan memberi kode kepada penganti baru itu agar segera masuk kedalam.


"Suamiku apa kau tidak cape terus menerus menggendongKu seperti Ini?" ucap Naomi setelah mereka berdua sudah dalam lift.


"Sayang SuamiMu ini kuat lahir dan batin" ucap Jonathan tersenyum mesum.


Naomi hanya merotasikan kedua bola matanya mendengar ucapan dari Jonathan.


Tak lama kemudian, kembali pintu lift terbuka setelah benar mentok di puncak gedung.


Jonathan kembali melangkah dengan menggendong Naomi menuju kamar yang sudah di persiapkan Abraham dan Maya sebagai hadiah pernikahan mereka.


Pria parubaya itu benar benar memiliki tenaga yang luar biasa, Dari raut wajahnya nampak Ia tidak sedikitpun terlihat lelah mengendong Naomi dari lantai bawah sampai kelantai atas hotel itu.


keduanya kembali terperangah melihat isi dalam bilik itu. Maya dan Abraham benar benar sudah mempersiapkan jauh jauh hari untuk memberi kejutan kepada mereka berdua.


Ranjang yang di hiasi dengan kelopak bunga mawar putih, lampu remang remang yang menghiasi kamar itu, ditambah angin sepoi sepoi dari arah pantai menjadikan ruangan itu sangat cocok untuk tamu yang sedang berbulan madu seperti mereka saat ini.


Jonathan meletakkan tubuh Naomi diatas pembaringan dengan sangat pelan sekali. Kedua tanganya menyapu pipi wanita itu dan mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya.


"Sayang kau benar benar cantik" ucap Jonathan dengan wajah memerah karena sudah terbakar birahi.


Naomi hanya tersenyum sambil mengusap wajah Jonathan seperti yang dilakukan Jonathan padanya.


"Kau juga sangat tampan suamiKu! Aku terasa seperti bermimpi bisa menjadi IstriMu" ucap Naomi terus membelai wajah tampan milik Jonathan.


Tanpa berkata kata lagi Jonathan langsung mendaratkan bibirnya ke arah bibir Naomi yang sudah sedari tadi dia impi impikan.

__ADS_1


Jonathan terus melum4t bibir merah Naomi dengan sangat lembut. Naomi hanya terdiam menikmatinya karna ini yang pertama baginya.


Setelah puas mel4hap bibir merah itu, Jonathan kemudian berpaling kearah leher jenjang nan halus milik Naomi.


Dahaga ke lelakianya yang selama ini Ia pendam pada seorang wanita. Kini Ia salurkan ke tubuh istrinya dengan sangat lembut.


Dengan hati hati sekali Jonathan membuka kanci baju Naomi hingga menyisakan kacamata kuda kudaan disana.


Belum saja Jonathan membuka pengikat kaca mata kuda kudaan made in thailand itu. ilernya sudah keluar dari sudut bibirnya.


Tubuh Naomi begitu putih. walau umur sudah terbilang tua tapi kulitnya masih kencang dan mulus.


"Istriku bolehkah aku melihat isinya" ucap Jonathan yang sudah tidak sabar lagi melihat keindahan alam yang ada di tubuh Naomi.


"Boleh suamiKu......semua yang ada pada tubuh IstriMu ini sah jadi milikMu" ucap Naomi yang tak henti hentinya membelai wajah tampan Jonathan.


"Benarkah....?" ucap Jonathan yang sudah sangat bernafsu tapi sekuat mungkin Ia tahan agar tak menyakiti istiri barunya.


Naomi mengangguk sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tanganya.


Tanpa ragu ragu lagi Jonathan segera membalik tubuh Naomi dan membuka pengait BH yang melekat di tubuh wanita cantik itu.


Lama Jonathan menatap kedua Gunung kembar milik Naomi.Kedua matanya tak berkedip sedikitpun melihat pemandangan yang yang terpampang di hadapanya, yang membuat kelelakianya semakin berdenyut.


"Kalau Kau tidak mau Aku tutup kembali" ucap Naomi sambil mengambi kembali BH yang sudah terlepas dari tubuhnya.


Tapi belum juga Naomi memasang kembali kaca mata kuda kudaannya, Jonathan dengan sigap memegangi kedua tangannya dan melum4t habis habisan gunung kembar miliknya, seperti bayi yang 2 hari tidak mendapat jatah susu.


đŸ‘‰terus beli like, coment dan votenya ya ..supaya athor makin semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2