
Kembali kedua wanita cantik itu melangkah menuju kearah lift, melewati jejeran kamar hotel.
Tetapi belum juga mereka sampai di depan pintu lift tiba tiba tubuh Maya terpental karna bertabrakan dengan dua orang yang sedang keluar dari dalam kamar.
Untung Naomi dengan sigap menangkap Tubuh Maya kalau tidak dipastikan Maya akan tersungkur diatas lantai.
"Kak Bram tidak apa apa" ucap Mitha megaut manja di lengan Abraham.
"Tenanglah Aku tidak apa apa! Tolong lepaskan tanganMu dibahuku tidak enak di lihatin orang" ucap Abraham kepada Mitha, tetapi Mitha tidak memperdulikan sama sekali ucapan Abraham.
Sementara itu di posisi Naomi dan Maya nampak kedua wanita itu sangar geram melihat siapa orang yang sedang berdiri di hadapanya saat itu.
"Oh jadi begini rupanya kelakuanMu! Masuk keluar hotel dengan membawa wanita muda! sungguh menjijikkan Kau ini Abraham" ucap Naomi sambil mengelus pundak Maya saat itu untuk memberinya energi positif.
Abraham yang mendengar suara yang tak asing di telinganya segera memalingkan wajahnya kearah datangnya suara.
__ADS_1
"Maya, Ibu " ucap Abraham dengan Mata melotot dan rahang hampir hampir terjatuh.
"Iya Kami! sungguh kau pria bejat Abraham, belum juga 2 minggu kau menghianati kami dengan kebusukanMu kembali kau memperlihatkan kebusukan lain yang ada pada diriMu. Astaga, manusia sejenis apa sebenarnya Kamu ini Abraham" ucap Naomi memandang sinis kearah Abraham.
Maya hanya terdiam! sedapat mungkin Ia menahan air matanya agar tidak terjatuh, Ia sudah berjanji tidak akan meneteskan lagi air mata untuk laki laki sejenis Abraham dan Ryo.
"Lepaskan tanganMu Mitha" ucap Abraham menghempaskan tangan Mitha yang berpegangan di bahunya.
"Sayang semua tidak seperti yang Kau lihat! Kami tadinya tiga orang tapi tante lebih dulu keluar untuk menemui seseorang" ucap Abraham memelas sambil menyodorkan tanganya untuk memegangi tangan Maya tapi langsung di tepis kasar oleh Maya.
Bagai disambar petir, tubuh Abraham bergetar mendengar ucapan Maya! Ia tau betapa menderitanya Ryo di benci oleh anak kandungnya sendiri.
"Siapa kau berani beraninya mengancam Calon suamiKu" ucap Mitha sambil melangkah dan berdiri di tengah tengah mereka berdua.
"Mitha cukup! Kau itu bukan siapa siapa bagiKu" ucap Abraham menarik tubuh Mitah agar menyingkir dari hadapanya.
__ADS_1
"Tapi Mitha sangat menyayangi Kamu bram" ucap Mitha sambil meneteskan air Matanya.
"Cukuplah sandiwara kalian itu! Mulai sekarang Kau jangan menemui kami lagi dan Kau pelakor ambillah pria bejat ini karna sampah sepertinya sangat tidak berguna bagi Anakku! Nak Ayo pergi " ucap Naomi menarik tangan Maya meninggalkan tempat itu.
Abraham memandangi kepergian Maya dan Naomi dengan bola mata berkaca kaca, ini yang kedua kalinya Ia menyakiti perasaan istrinya itu.
"Sayang Aku mohon maafkan Aku! ucap Abraham menjatuhkan tubuhnya diatas lantai.
"Sudalah jangan hiraukan wanita itu. Masih ada Mitha yang akan menemani Kakak dalam suka maupun duka" ucap Mitha memegangi pundak Abraham .
Abraham mengangkat wajahnya kearah Mitha, nampak wajah dan mata pria itu memerah yang membuat Mitha melangkah mundur menjauhi Abraham.
"Ingat Mitha sampai kapan pun Aku tidak akan melupakan atau meninggalkan istriKu itu! Dan kau dengarkan Aku baik baik, sampai kapan pun Aku tidak akan tertarik padaMu andai Aku tak mengingat jasa jasa IbuMu padaKu tak mungkin Aku menemaniMu jalan berdua seperti ini, itu semua kulakukan untuk menjaga perasaan istriKu jangan sampai terluka seperi tadi" ucap Abraham meninggalkan Mitha yang hanya terdiam sambil menangis.
👉tetap beri like, coment dan vote ya ..gratis kok ..makasih.
__ADS_1