
Suasana hening sesaat Jonathan memegang pundak Naomi seolah oleh memberikan semangat pada Naomi .
"Terus kenapa nyonya bisa sampai di sini sedangkan yang saya tau keluarga nyonya itu bisnisnya hanya di luar sana " ucap Jonathan yang makin penasaran .
Naomi diam sebentar lalu melanjutkan ceritanya .
Pada hari ulang tahun Mia seluruh teman bisnis Ayahku di undang dari berbagai kalangan saat itu .
Saya di perintahkan oleh ibu tiriku menyediakan menu makanan pada tamu mereka.
Banyak dari keluarga ayahku saat itu memandang sinis padaku lain halnya dengan keluarga dari pihak ibuku yang sengaja mendekatiku tapi itu lagi dengan halus kuhindari karna ibu tiriku selalu mengawasiku dari jauh .
Hari tepat Mia ulang tahun disitulah awal kehancuranku .
Esok harinya setelah acara ulang tahun itu! Ayah dan ibuku tiriku membawahku disebuah hotel mewah.
Awalnya saya menolak tapi tetap saja aku harus ikut karna mereka mengancamku .
Ibu tiriku mendandaniku dan menyiapkan baju khusus buatku, Aku sangat risih memakainya karna sebagian besar gaun itu memperlihatkan aurat sebagian dari tubuhku .
"Ayah aku tidak bisa keluar dengan dandanan dan pakaian seperti ini " ucapku pada ayahku yang saat itu sudah siap untuk menuju ke tempat tujuan.
" pakai saja syukur syukur ibumu sudah memberikan baju mahal seperti itu " ujar Ayahku acuh .
Aku pasrah apapun kataku pasti tidak di dengar oleh mereka .
hanya butuh 30 menit saja kami sudah sampai di tempat yang ditujuh yaitu gedung mewah bertingkat tingkat .
Kami bertiga memasuku kawasan itu, Aku hanya diam dan sesekali kututup bagian tubuhku memakai tas kecil yang kubawah yang bisa menaikkan gairah pria hidung belang yang melihatnya saat itu.
Tidak begitu lama berjalan kami tiba di sebuah ruangan tertutup yang biasa orang kalangan atas menyebutnya room VIP .
__ADS_1
Disana sudah ada tiga orang menunggu kami.
Ayah serta ibuku tiriku mendekati mereka sedangkan Aku duduk agak jauh dari mereka.
Aku memperhatikan sekilas ketiga orang tersebut dan baru Aku ingat kalau mereka itu adalah tamu undangan di pesta ulang tahun Mia .
Entah apa yang mereka bicarakan aku tak tau hanya kata "membantu perusahaanmu " yang jelas kedengaran di telingahku .
Setelah menandatangani susuatu disana ayah dan ibu tiriku beranjak berdiri dari tempat duduknya lalu Mereka berdua menghampiriku
"Naomi tinggalah disini kami akan keluar sebentar " ucap Ayahku yang masih memegang map yang tadi sudah mereka tanda tangani .
"Tapi aku takut ayah ..Aku ikut saja dengan kalian !" bila kalian malu dengan adanya Aku di sisi kalian biar aku dimobil menunggu sampai kalian selesai " ujarku yang sangat takut berada di tempat menurut asing bagiku .
"tinggallah disini mereka tidak akan mengapa apain kamu " lanjut ibu tiriku menarik ayahku pergi .
Ketika aku ingin menyusul langkah mereka Aku di cekal oleh tiga orang tadi .
ketiga orang itu memasukkanku kedalam sebuah bilik dan menelanjangiku habis habisan, mereka tidak mempedulikan rasa sakit, tangisanku dan permohonanku .
Mereka memperk0s4ku sampai benar benar tubuhku lunglai tak berdaya sampai akhirnya Aku sudah tidak mengingat apa apa lagi.
Sungguh naas nasibKu saat itu hingga ingin rasanya Aku menghabisi nyawaku di ruangan itu andai aku tak takut dosa.
paginya aku terbangun , ketiga b4jingan itu sudah tidak ada lagi di tempat itu .
Aku memperhatikan sekujur tubuhku banyak tanda merah dan kebiru biruan disana kucoba berdiri dengan kekuatan yang masih tersisa.
kulangkahkan kakiku keluar gedung itu walau dengan pakaianku yang compang camping .
Akhirnya aku tiba di kediamanku, Ku percepat langkah kakiku menuju pintu rumahku tapi belum sempat aku membuka pintu ibu tiriku dan Mia sudah ada di sana dengan meneteng koper yang berisi baju bajuku dan benda milikku.
__ADS_1
"Pergi dari sini kau wanita murahan" ucap ibuku sambil melemparkan koper yang berada di genggamanya .
" Aku mohon bu jangan usir aku, kasihanilah Aku bila ibu mengusirku aku harus kemana? hanya kalianlah keluarga yang kumiliki saat ini " ucapku sambil menangis dan sujud di kedua kaki ibu tiriku .
"Terserah kau mau kemana kami tidak peduli " ucap ibu tiriki sambil mengajak Mia masuk kedalam rumah dan menutup pintup serta mengunci pintu dari dalam.
"Ayah tolong bukakan pintu " tangisku saat itu meminta pertolongan ayahku tapi Ia pura pura tak mendengar rintihanku .
Aku melangkah dengan lunglai pikiranku kosong dan pada akhirnya aku mengingat bu ina, ibu pengasuhku.
Aku meluncur ke indonesia dan mencari bi ina di mamuju sulawesi barat .
" sejak saat itu aku mersumpah aku tidak akan menemui ayahku lagi walaupun dia sudah meninggal " ucap Naomi terus bercucuran air mata .
Jo yang melihat Naomi saat itu terpuruk langsung memeluknya dan meletakkan kepala Naomi di dada bidangnya .
"Sudahlah nyonya yang lalu biarlah berlalu " ucap Jonathan sambil mengelus rambut panjang milik Naomi .
"Mungkin kau sering melihat tingkah lakuku aneh ! berbuat tidak sewajarnya untuk wanita seusiaku saat ini, tapi aku melakukan semua itu untuk mencoba menghilangkan beban yang ku tanggung selama ini " ucap Naomi lagi .
" Tapi aku suka lo nyonya kayak begitu Nyonya begitu manis dan menggemaskan " ucap Jo sambil tersenyum sangat manis .
mendendengar ucapan jo wajah Naomi memerah .
"Iii geli...!? ucap Naomi menarik kepalanya dari dada Jo dan berdiri meninggalkan taman itu
Jo hanya tersenyum lebar melihat tingkah Naomi .
👉 hay kawan kawan sudah up lagi nich like, coment , favorite, vote , rite bintang limanya masih sangat Author butuhkan yang banyak ya gratis kok ...trimah kasih .👈
@bersambung@
__ADS_1