
Tak lama kemudian Dari arah pintu masuk nampak Maya dan Naomi berlari kecil mendekat ke arah Leon.
"Leon bagai mana keadaan Arthur! ucap Maya cemas dengan deraian air mata.
"Tenangkan diri Nyonya! Silahkan duduk dulu kasihan cabang bayinya jika Nyonya panik seperti ini" bujuk Leon kepada Maya.
"Bagai mana Aku tidak panik kalau anak saya di dalam sana sedang melawan maut" balas Maya sedikit emosi.
"Nak tenangkan diriMu ! Kita semua juga menyayangi Arthur, Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa bertenang diri" ucap Naomi mengusap usap punggung Maya.
Maya kemudian menarik nafas dan mengangguk pelan.
"Maafkan Aku Leon! Aku terbawa emosi" ucap Maya menyekah air matanya dan duduk di kursi panjang yang ada di dekat mereka.
"Tidak apa apa Nyonya! Semua orang akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Nyonya saat ini" balas Leon.
"Leon sebenarnya Apa yang terjadi, kenapa sampai Ryo dan Arthur mengalami ini semua" ucap Naomi memandang kearah Leon.
Lama Leon terdiam kemudian menarik nafas dalam dalam dan membuangnya dengan lembut.
"Teos menculik Tuan Arthur! Dan membawahnya ke sebuah gedung di tengah laut. Tuan Abraham, Tuan Ryo, Jonathan, Saya dan beberapa pasukan rahasia team dari asuhan Tuan Abraham turut membantu kami dalam pembebasan Tuan Arthur. Singkat cerita, dengan penuh dramatis Kami berhasil melumpuhkan mereka satu persatu. Naasnya Teos Tua bangka itu ingin membunuh Tuan muda Arthur dengan cara menyodorkan pistol ke kepala Tuan Muda tapi, belum sempat peluru itu mengenai Tuan Muda, Tuan Ryo langsung mendorong tubuh Tuan muda sehingga sasaran bidik Teos menembus Tubuh Tuan Ryo" Ucap Leon menceritakan kejadian perkara penculikan Arthur.
__ADS_1
"Astaga Ryo! Ia menyelamatkan putranya dengan mengorbankan dirinya sendiri! Terus kenapa cucu Saya turut ikut coma padahal kalau di dengar dari ceritaMu tadi tak mungkin Arthur bisa luka parah hingga coma di dalam sana" ucap Naomi.
"Menurut pemeriksaan docter, Itu di sebabkan oleh pukulan dan benturan di sekujur tubuh Tuan muda sehingga bagian luar dan dalam tubuhnya mengalami luka parah" Balas Leon.
"Terus Tua bangka itu dimana sekarang! Ucap Maya dengan mata memerah
"Tuan Abraham dan Jonathan sedang mengejarnya! Tapi Dengar dengar dari anggota Black ahark bahwa Tuan Abraham telah menenggelamkanya kedalam dasar laut dengan mengikatnya di 2 buah sak karung semen yang sudah membatu" balas Leon lagi.
Lama mereka terdiam disana hingga pintu operasi nampak terbuka dan Docter Vian keluar dari ruang tersebut.
Leon berlari kecil menghampiri Docter muda itu.
"Bagai Mana keadaan Tuan Ryo Doc? ucap Leon setelah tiba di hadapan Docter Vian.
"Syukurlah! Trimah kasih banyak Docter atas pertolonganya! Saya tidak akan melupakan semua ini " ucap Leon tersenyum kearah Doctee Vian.
"Sama sama Tuan Leon! Ini sudah jadi tugas kami sebagai pelayan masyarakat! Kalau begitu Saya permisi dulu masih banyak pasien yang harus saya tangani" ucap Via sambil menepuk punggung Leon dan berjalan meninggalkan pria parubaya itu.
Tapi belum beberapa beberapa langkah Vian mengayun kakinya tiba tiba daun pintu kamar UGD terbuka dan seorang perawat wanita keluar dari dalam sana.
"Docter Vian! Tuan Arthur ...Tuan Arthur" ucap perawat wanita itu dengan terbata bata.
__ADS_1
Docter Vian langsung menghentikan langkahnya setelah mendengar panggilan dari perawat wanita itu.
Maya, Naomi serta Leon segera berlari kearah pintu ruang UGD untuk untuk memastikan keadaan Arthur.
"Bagai Mana keadaan Saya sus? Ucap Maya kepada wanita berpakaian putih putih yang ada di hadapanya.
"Denyut jantung Tuan Muda sangat lemah Nyonya" Ucap perawat itu tertunduk karna tak ingin memperlihatkan Wajah sedihnya kepada Maya.
"Apa ? biarka saya masuk Saya ingin menemui anak Saya" ucap Maya memberontak ingin masuk kedalam sana.
"Nyonya tenangkan diri Nyonya! Kami akan memberi pelayanan yang terbaik buat Tuan Muda! Jadi tolong jangan menghambat tugas kami yang bisa membahayakan nyawa pasien" ucap Docter Vian mencegah Maya untuk masuk kedalam Ruang UGD.
Docter Vian segera masuk kedalam ruang UGD dan diikuti perawat wanita tadi.
"Aku mohon biarkan Saya masuk! Aku ingin bertemu anak saya! pasti dia sangat membutuhkan kehadiran saya di di dalam sana" tangis Maya sambil berlutut di depan pintu ruang UGD.
"Nak jangan seperti ini! Arthur pasti sangat sedih bila melihatMu seperti ini" ucap Naomi sambil mengangkat tubuh Maya duduk kembali di tempatnya semula.
"Ibu Arthur Bu....! ucap Maya sambil memeluk tubuh Ibunya.
"Iya sayang Kau harus Kuat apa pun yang akan terjadi nantinya! Mari kita berdoa bersama semoga Arthur bisa melewati ini semua" ucap Naomi sambil membelai lembut rambut Maya.
__ADS_1
👉tetep beri Vote , Like supaya novelnya makin naik ....dan author lebih semangat nulianya .....gratis kok ....trimah kasih.