DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
135. BUCIN TUA.


__ADS_3

Sudah dua hari ini keadaan Naomi mulai membaik walau pun belum sepenuhnya pulih.


Naomi di rawat di dalam ruang VIP yang di pesan Maya khusus untuk memberi kenyamanan dan jauh dari gangguan dari pasien lain.


Jonathan dengan sabar menungguinya walau Abraham dan Maya sudah sering kali menyuruhnya untuk pulang istirahat tapi tetap saja Ia ngotot.


"Sayang Apa kau haus ?" ucap Jonathan yang terus mengelus pucuk kepalanya.


"Iya tolong ya Jo......" ucap Naomi sedikit tersenyum kepada Jonathan.


"Kau tidak perlu sungkan kepadaKu sayang! Kau tau kenapa! Karna Aku ini calon suami siaga He he" ucap Jonathan tersenyum sangat manis kepada Naomi sambil mengisi air minum ke dalam gelas.


Naomi hanya tersenyum melihat Jonathan yang selalu bisa membuatnya tersenyum dan bisa melupakan kesedihanya.


Jonathan dengan telaten memberi Naomi minum walau menggunakan pipit karna saat ini Naomi belum diisinkan Docter untuk duduk


"Trimah kasih Jo ..." ucap Naomi


"Sama sama sayaKu ..." balas Jonathan sambil mengembalikan gelas datas nakas.


Tidak lama kemudian pintu di ketuk dari arah Luar.


Jonathan berdiri dan bergegas ingin membukakan pintu tapi belum juga Dia sampai ke depan pintu sang pengetuk masuk dengan menenteng berbagai jenis buah buahan tanganya .


"Ayah ....." ucap Diana sambil mencium tangan Jonathan.


"Kau ini belum juga di persilahkan masuk kau sudah nyosor duluan" ucap Jonathan sedikit menegur anaknya.

__ADS_1


"Iya maaf ..soalnya kangen sama ibu" kilah Diana sambil menggaruk garuk lehernya.


"Iya lain kali tidak boleh seperti itu! kemarikan buah buahan itu biar Ayah yang menata nya" ucap Jonathan sambil meminta kantongan berisi buah yang ada di tsngan Diana.


Diana hanya mengangguk dan memberi kantongan yang berisi beberapa jenis buah buahan.


Keduanya melangkah mendekat kearah Naomi.


"pagi Bu! Bagaimana keadaan Ibu sekarang" ucap Diana sambil mencium punggung tangan milik Naomi.


"Baik Nak! Kau sendiri gimana kabarNya" balas Naomi sambil memegang tangan Diana.


"Sebenarnya Diana sakit! tapi setelah melihat Ibu sudah baikan Diana langsung sembuh total" ucap Diana sedikit mencandai Noami .


"Kau ini sama saja seperti AyahMu! Suka sekali merayu dan menjaili Ibu" ucap Naomi sambil memukul lembul bahu Diana diitingi kekehan dari Diana.


"Maaf ..Cup !" ucap Diana sambil mencium pipi Naomi tanda permintaan maafnya .


"Heemm......" deheman Jonathan sambil meletakkan buah diatas nakas


"Nak jangan mengusili IbuMu kasihan kondisinya belum terlalu pulih" ucap Jonathan sambil mendudukkan tubuhnya diatas kursi kosong di samping Diana.


"Kau ini ..Diana tidak mengusiliku sama sekali kok! Malahan Aku senang kalau Ia ada disini rasanya Ia menjadi obat tersendiri bagiku" ucap Naomi memegangi wajah cantik gadis itu.


"Tidak ada seorang yang bisa menjadi obat buatMu selain diriKu sayang" ucap Jonathan yang merasa possinya diambil Diana.


Diana merotasikan kedua matanya.....

__ADS_1


"Dasar bucin tua " ucap Diana singkat


"Apa Tu..." ucap Jonathan sedikit penasaran


"Budak cinta tua ha ha ha " balas Diana tertawa terbak bahak diikuti Naomi yang ikut juga menertawakan Jonathan.


Jonathan hanya memanyunkan bibirnya ketika melihat kedua orang kesayanganya menertawakanya, Ada rasa bahagia tersendiri yang Ia rasakan setelah bertahun tahun suasana seperti ini hilang dari hidupnya.


Tiba tiba pintu kembali di ketuk dari arah luar Jonathan bergegas membuka pintu.


Dari balik pintu nampak seorang pria tampan sedang menenteng kantong plastik berisi cemilan dan seikat bunga mawar putih kesukaan Naomi.


"Pagi paman Jo " ucap Arthur dengan senyum semerigai.


"Pagi Tuan muda! silahkan masuk" balas Jonathan mempersilahkan Arthur masuk sambil menundukkan kepalanya tanda penghormatan pada Arthur.


Arthur melangkah masuk dan segera mendekati Neneknya.


"Nek ...selamat pagi ?" ucap Arthur sambil mencium pipi Naomi kiri dan kanan


Jonathan hanya mengkerutkan dahinya tanda tidak suka kalau Arthur menciumi Naomi


"Pagi sayang ...Nenek kangen cucu tampan nenek" ucap Naomi sambil merentangkan tangannya ingin memeluk Arthur.


"Arthur juga Nek .." balas Arthur dan memeluk Neneknya.


"Nek Arthur bawah bunga kesukaan Nenek .." ucap Arthur sambil memberikan seikat bunga mawar putih kepada Naomi.

__ADS_1


"trimah kasih ...." ucap Naomi sambil mengambil bunga tersebut dari tangan Arthur dan menciumnya.


👉maaf lambat upnya ...karna novel yang sebelah bikinya 4 bab hari ini kalau ada waktu singgah ya di ANAK TERBUANG DAN CEO DINGIN ! tapi sebelum beranjak kesana tolong tinggalkan like, coment ,favorite dan votenya ya ..gratis kok trimah kasih.


__ADS_2