DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
93. VIONA LAGI.


__ADS_3

Setelah selesai membahas kerjaan Abraham menyuruh Jonathan untuk membereskan semuanya .


Sementara di sofa Abraham dan Maya sedang menikmati secangkir kopi di temani cemilan ringan .


Abraham berdiri dan merogoh isi dalam kantongnya dan mengeluarkan kotak kecil berisi cincin perhiasan .


"ayang coba lihat ini " ucap Abraham rada rada centil .


Mendengar kata ayang keluar dari mulut seorang Abraham Jonatan yang telah selesai membersikan meja kerja Abraham terbelalak dan sungguh tidak percaya apa yang barusan di dengarnya itu .


" Aii....geli " ucap Jonathan dalam hati sambil mengetarkan tubuhnya seperti ombak di pinggir pantai .


Maya melihat gerak gerik Jonathan sungguh tidak lazim itu segera menegurnya .


"Jo ada apa denganmu kenapa kau seperti habis kena strum 120 volt " ucap Maya memandangi Jonathan .


"Tidak apa apa Nyonya Maya tadi saya lagi mengingat kecoa yang ada di rumah saya " ucap Jonathan asal .


Jawaban Jonathan sontak membuat Abraham dan Maya saling berpandangan dan menaikkan bahu masing masing tanda tidak mengeri maksud dari ucapan Jonathan.


Hening ........


"Lihatlah " ucap Abraham memecah keheningan dan memberi kotak kecil itu kepada Maya .


Maya segera mengambilnya dan membuka kotak tersebut .

__ADS_1


"Wow Indah sekali " ucap Maya setelah melihat isi dalam box kecil itu .


"Kau suka ayang " ucap Abraham sambil senyum sendiri menatapi Maya .


"Suka tapi apa ini tidak terlalu berlebihan Bram " ucap Maya menatap ke arah Abraham.


"Untukmu tidak ada yang berlebihan sayang aku malah ingin membelikanmu lebih dari ini ! " Ucap Abraham sambil meletakkan tangannya diatas tangan Maya tapi dengan cepat Maya menariknya .


" Kau ini ! Apa kau tidak malu dengan Jonathan" ucap Maya yang agak malu di perlakukan seperti itu .


"Maaf kiraain tadi cuman kita berdua ternyata ada kecoa juga" ucap Abraham memandang kearah Jonathan .


Jonathan hanya diam tanpa ada ekspresi di wajahnya tapi lain halnya dengan hatinya .


"Andai kau bukan bosku sudah kubentur benturkan kepalamu di tembok supaya kau melupakan setiap perkataan Alaymu itu " gumam Jonathan dalam hati tapi tetap memasang ekspresi datar.


tock ...tock.....tock......


Tiga kali kedengaran pintu di ketok dari luar


Jonathan segera melangkah mendekati pintu dan menarik gagang pintu tersebut .


" Ada apa Leon kenapa kau bawah bendahara ini kemari " ucap Jonathan kepada Leon yang kalah itu sedang memegangi kerah baju Tuty bendahara keuangan di kantor cabang milik AMANDA grup.


"Maaf secretaris Jo boleh saya masuk menemui Tuan Abraham " ucap Leon sambil memegangi kuat kera baju milik Tuty.

__ADS_1


"Heem ..." ucap Jonathan singkat .


Mereka bertiga memasuki ruangan itu dan berhenti di hadapan Abraham dan Maya.


" Ada apa Leon kenapa kau membawah Tuty kemari " ucap Abraham ke pada leon .


" Maaf Tuan , Nyonya wanita ini yang sengaja menggelapkan uang perusahaan " ucap Leon sambil menuduk memberi hormat .


"Benarkah apa yang dikatankan Leon barusan itu Tuty? " ucap Abraham sambil berdiri mendekati Tuty.


Tuty hanya terdiam membisu sambil menundukkan kepalanya Tutty menangis terseduh seduh.


" Cepat jawab " bentak Leon


"Benar Tuan tapi semuanya atas perintah Nyonya Viona ! beliau mengancamku akan menghabisi seluruh keluargaku kalau tidak mengikuti kemauanya " ucap Tuty yang gemeter sambil menangis .


Mendengan nama Viona di sebut Maya bangkit dari tempat duduknya .


" Berani sekali wanita itu melakukan hal licik seperti ini ! Oh ternyata dia tidak takut dengan ancamanku dulu baiklah kau rasakan akibatnya sekarang juga ! Jo terik semua dana yang kita miliki di perusahan keluarga wanita licik itu dan putuskan semua kontrak kita dengan perusahaan mereka satu lagi ancam dan hancurkan perusahan yang masih ngotot ingin bekerja sama dengan perusahaan mereka kau paham Jo " ucap Maya dengan wajah memerah .


" Baik Nyonya saya paham" ucap Jonathan singkat sambil berlalu meninggalkan tempat itu .


" Dan kau hari ini kau di pecat ! kau tau peraturan di perusahaan ini bukan ? barang siapa yang berhianat maka sial hidupnya kau tidak akan menemukan lagi pekerjaan di kantor manapun di dalam negeri ini kau paham ! bawah dia Leon keluar dari tempat ini " ucap Abraham penuh emosi .


" Baik Tuan , Nyonya saya permisi ! Ayo." ucap Leon menyeret paksa tubuh Tuty yang sudah tidak bisa mengeluarkan suara lagi .

__ADS_1


👉kawan kawan budaya vote ,like dan coment ya jangan pelit pelit dong gratis kok ....makasih .


__ADS_2