
Siang itu Teos melajukan mobilnya ke arah kediaman Ryo, Lagu bugis MU PABBATESI LIMAMMU mendayu dayu di dalam mobil mereka, seakan akan lagu itu menggambarkan suasana hati mereka sekarang ini .
Raut wajah mereka saat itu sangat terlihat kalau kini dalam keadaan tidak baik baik saja alias marah .
Tidak butuh waktu lama kini mobil itu diam di depan bangunan indah dan mengah yang duduk di tengah tengah kota tersebut dimana lagi kalau bukan rumah anak kesayangan mereka yaitu kediaman Ryo.
Teos menekan klakson mobil dengan sangat nyaring membuat Ambo TUO satpam yang ketiduran di dalam banguna kecil sontak terbangun kalang kabut dibuatnya .
Ambo tuo berlari kecil menuju gerbang membukakan pintu gerbang dan mempersilahak mereka masuk .
" Kerjamu hanya tidur saja , kau tidak malu memakan gaji buta hah!" ucap Teos dengan nada membentak .
"Maaf tuan! sekali lagi maafkan saya " ucap Ambo tuo sambil menundukkan ke palanya.
" Sekali lagi saya mendapatkanmu hanya berleha leha di jam tugasmu maka jangan salahkan saya kalau posisiMu di gantikan orang lain megerti! ucap Teos memberi ancaman .
" Baik Tuan besar sekali lagi hamba minta maaf " ucap Ambo Tuo masih menundukkan kepalanya.
Mobil mereka pun masuk kedalam halaman itu .
" Orang kaya ma bebas pecat sana pecat sini " gerutu Ambo Tuo dan menutup kembali pintu gerbang tersebut .
Pluck.......pluck ......dua kali suara terdengar diarah mobil, Teos dan Rita menghempas keras pintu mobil mewah itu dan melangkah masuk ke dalam rumah .
Diruang tamu Ryo dan Viona duduk sambil menikmati secangkir kopi, sesekali suara mereka terdengar entah apa yang mereka bicarakan disana .
Teos dan Rita melangkah menujuh ruang tamu dan mendapati Ryo dan Viona sedang bercengrama .
__ADS_1
Mendengar ada suara kaki mendekati mereka, Ryo dan viona sontak menghentikan pembicaraan mereka dan melihat kearah datangnya suara.
"Mom, daddy kalian datang kenapa tak bagi kabar! duduk dulu " ucap Ryo sambil menyuruh mereka duduk .
"Apa kalau mau kesini mommy dan daddy harus lapor begitu !?" ucap Rita sambil mendudukkan bokongnya di susul oleh teos di sampingnya.
"Bukan begitu mom, Ryo kaget saja tumben kalian datang secara mendadak, pasti ada sesuatu yang membuat kalian secara tiba tiba datang dengan raut yang kurang bersahabat gitu " helak Ryo sambil menatapi kedua orang tuanya .
"Sudah sudah " ucap Teos melerai perdebatan mereka .
" Ini semua karna wanita gila itu " lanjut Teos sambil memberi padangan kosong .
"wanita gila! maksudnya daddy ?" ucap Ryo yang tidak mengerti maksud ucapan Teos .
"Siapa lagi kalau bukan bekas istri pilihat tua bangka itu "balas teos memandangi Ryo
Ryo sangat menyayangi Nyonya Amanda , maka itu saat Amanda menjodohkannya dengan Maya, Ryo terimah walau di liputi dengan drama yang cukup panjang , tapi to Ryo tetap terima dan ikut kata kata Nenenya.
" maksud Dad and Mommy Maya ?" lanjut Ryo lagi
"Siapa lagi kalau bukan dia!" perempuan gila itu mengusir kami dengan anjing liar dari Mension" ucap Rita dengan mata memerah .
" Apa .....?"...perempuan itu " ucap Viona secara refleks mumukul sofa dengan keras .
Mereka kini terdiam tidak ada suara keluar dari bibir mereka , bayangan mereka hanya pada kejadian dua hari ini .
"Sumpah perempuan itu benar benar Ia buktikan Ia menghancurkan keluarga kita secara pelan pelan " ucap Rita dengan wajah murung .
__ADS_1
"Maka dari itu cepat kau tanda tangani surat pengalihan saham 20 persen itu untuk Viona sehingga sewaktu dalam ke adaan genting kita dapat mengalihkan ke perusahan lain " ucap teos memandang ke arah viona .
"Tidak secepat itu daddy! banyak prosedur yang harus di lengkapi dulu dan ini pasti cukup sulit karna dad dan mommy tau sendiri Maya tidak akan semudah itu memuluskan rencana kita ditamba lagi kini Abraham ada di pihaknya itu membuat keluarga kita makin terpuruk " ucap Ryo yang kini sudah mengakui kekuasaan Maya di AMANDA grup.
Mereka kini terdiam kembali, apa yang Ryo katakan betul betul memberikan tekanan terhadap keluarga mereka,
Bagaimana tidak posisi CEO yang selama bertahun tahun Ryo duduki dengan mudahnya di gantikan oleh Abraham dengan dekungan dari Maya.
Di tambah lagi Mension yang dari Rita lahir sampai Umurnya sudah menua harus relah angkat kaki dari situ semua itu karna satu nama yaitu Maya.
Suara mobil terdengar nyaring dari luar gedung membuat lamunan mereka berempat menjadi pudar.
Mereka berjalan keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di luaran sana .
Sebuah mobil bak sampah sedang parkir indah di depan pintu. Tanpa ada arahan mobil itu mendam isi dalam bak! semua barang barang kini berhamburan di depat pintu rumah .
Ryo, Teos, Rita dan Viona kini terbelalak! apa yang mereka lihat saat ini benar benar membuat mereka shock.
Seorang datang menghampiri mereka .
" Tuan dan Nyonya sesuai janji Nyonya Maya barang barang kalian sudah kami antar dan tiba pada alamat yang benar " ucap seorang laki laki bertubuh tinggi besar dan berkumis .
" Perempuan gila ...perempuan gila .."teriak Rita sambil duduk bersimpu memeluk barang barang mewah miliknya .
***👉 seharian tidak up kangen juga omelan dan canda para raiders , ada yang pro tak sedikitpun yang kontra itulah hidup ada yang suka dan ada ya bullying ....tapi semua itu jadikan motivasi bukan beban ..
Ayo silessurang ogiku dan sahabat senusantara budayakan like , coment , vote , favorite serta rate bintang 5 ya ..agar author lebih gencar upnya ....trimah kasih ..👈
__ADS_1
@bersambung***@