DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
187. DUDUK PENGANTIN.


__ADS_3

Kini Naomi sudah menyandang nama Jonathan Abu zakaria di belakang namanya, itu menandakan kalau Ia sudah sah menjadi milik Jonathan.


Pesta pun kini mulai, para tamu undangan memberi selamat kepada mereka berdua.


Tembang demi tembang di lantunkan oleh Marsedez dan ladorus diatas panggung. Artis dari sulawesi selatan tepatnya kabupaten pinrang tersebut tidak henti hentinya menghibur para tamu undangan.


"Bu selamat ya akhirnya Ibu sudah resmi menyandang gelar Istri" ucap Maya sambil memeluk tubuh Naomi.


"Trimah kasih Sayang" ucap Naomi membalas pelukan Maya.


Sementara di pihak Jonathan kiti Abraham menyalami pria parubaya itu.


"Jo selamat ya! Kau sekarang bukan secretaris Aku lagi melainkan Ayah mertuaKu" ucap Abraham mengulurkan tanganya kepada Jonathan.


Jonathan menyambut uluran tangan Abraham sembari tersenyum.


"Trimah kasih Tuan Abraham! Anda menerima Saya yang hina ini sebagai bagian dari Keluarga Anda" balas Abraham.


"Kau ini selalu saja merendah! kau kini sudah menjadi bagian dari keluarga kami jadi, kau jangan panggil Aku Tuan atau Anda! panggil Bram saja, seperti Ibu memanggil namaKu" ucap Abraham melepas jabatan tanganya.


"Baik Tuan ..Ee Bram " ucap Jonathan sedikit gugup.


Abraham sedikit tersenyum ...

__ADS_1


"Jo ! Apa sebentar malam kau sudah menyiapkan segala sesuatunya? ucap Abraham menatap sembari tersenyum tipis kepada Jonathan.


Jonathan mengerutkan dahinya dengan pertanyaan Abraham barusan.


"Maksud Tuan apa..Ups maaf Nak Bram apa?" ucap Jonathan yang tak mengerti sama sekali ucapan dari Abraham.


"Kau ini pura pura polos atau pura pura menghindari pertanyaku! Maksud Aku bagai mana dengan malam pertamanya sebentar malam? Apa kau sudah punya gaya baru untuk melumpuhkan lawan main Mu" ucap Abraham sambil memukul lengan Jonathan.


Jonathan merotasikan kedua matanya! Ia benar benar tidak menyangkah kalau Abraham menanyakan hal itu kepadanya.


"Kau ini ada ada saja! Dan apa hal itu harus Aku ceritakan kepadaMu supaya Kau mencontoh gerakan gerakan yang akan Aku praktekkan kepada IstriKu sebentar malam?" ucap Jonathan dengan percaya diri.


"Ha..ha ..Jo...jo tak perlu kau ceritakan padaku, Aku sudah mempraktekkan semuanya, Mulai dari gaya kodok berenang, kura kura terbalik sampai kayang di atas pohon! Jadi apa lagi yang harus Aku contoh dariMu" ucap Abraham sambil tertawa lebar.


Tapi tiba tiba telinganya di jewer oleh Istrinya yang sedari tadi mendengar percakapan mereka berdua.


"Maaf sayang babang cuman bercanda untuk memanas manasi Jonathan supaya di malam pertamanya sebentar malam Ia seganas harimau kelapar" bahas Abraham meringis kesakitan akibat jeweran dari Maya.


Jonatan dan Naomi sontak tertawa terbahak bahak melihat Abraham tidak berkutik di depan Istrinya.


Setelah kepergian Abraham dan Maya beberapa waktu yang lalu kini, Giliran Arthur yang naik diatas panggung beriringan dengan Diana.


Mereka berdua melangkah mendekati sang pengantin baru sambil mengucapkan selamat atas pernikahan mereka.

__ADS_1


"Nenek....." ucap Arthur menghamburkan pelukanya kepada Naomi.


"Heemm...." ucap Naomi sambil membalas pelukan cucunya itu.


"Selamat ya Nenek! Arthur ikut bahagia akhirnya nenek bisa menemukan dambatan hati Nenek. Arthur doakan semoga Kalian berdua menjadi keluarga sakinah,mawaddah, wahrahmah dan segera di beri momongan yang lucu dan imut seperti Arthur" ucap Arthur melepas pelukanya dari Naomi.


"Aamiin ...trimah kasih sayang" ucap Naomi mencium kedua pipi milik Arthur.


Sementara Itu Diana yang baru selesai memberi selamat kepada Ayahnyanya berlari kecil kearah Naomi.


"Ibu ....." ucap Diana melompat mirip anak Abg yang baru pulang dari negeri seberang saking kangenya kepada Ibunya.


"Stop ...jangan terlalu Alay" ucap Arthur sambil merentangkan tanganya untuk menghalagi Diana memeluk Naomi.


"Menyingkirlah ...sekarang Dia resmi menjadi Ibuku. Jadi, Tuan muda tidak ada hak melarang larang Aku lagi" ucap Diana mendorong tubuh Arthur dan menghamburkan pelukanya kepada Naomi.


"Kalian ..ini cocok! bagai mana sehabis ini kalian lagi yang kami nikahkan" ucap Naomi memandang mereka saling bergantian.


Arthur dan Diana sontak terbelalak.Kedua wajah remaja itu memerah karna malu.


Jonathan dan Naomi kembali cengegesan melihat wajah merah mereka berdua.


Sementara di luar gedung mension nampak seorang wanita parubaya berkaca mata hitam sedang berdiri mematung dengan mengepalkan kedua tanganya.

__ADS_1


"Bersenang senanglah ..karna suatu hari Kau akan menangis" ucapnya lalu memasuki mobilnya dan menjalankanya dengan kecepatan tinggi.


👉gak bakalan rugi kalau bagi like, comen dan votenya ..gratis kok .


__ADS_2