DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI

DENDAM DAN AIR MATA SEORANG ISTRI
194. KEGELISAHAN ABRAHAM.


__ADS_3

Jonathan mengendarai mobilnya dengan kecapatan sedang.


Sesekali Ia memandangi Abraham dari kaca spion mobilnya. Nampak dari dalam sana Abraham sangat gelisah, terlihat dari cara duduknya yang sedari tadi tidak tenang.


"Bram kau tak usah pergi kalau kau merasa tak tenang meninggalkanistriMu" ucap Jonathan memulai pembicaraan semenjak mereka di dalam mobil.


Sontak Abraham tersadar dari lamunanya dan memandang kearah Jonathan yang saat itu sedang mengendarai mobil.


"Iya benar kataMu Jo! Aku Aku cemas meninggalkan IstriKu. Aku takut, Maya tiba tiba melahirkan anak kami tanpa ada Aku disisinya, Kejadian yang menimpah Helena dulu membuatKu takut akan terjadi juga kepada Maya kalau Aku tidak bersamanya" ucap Abraham sambil mengusap kasar wajahnya menggunakan kedua telapak tanganya.


Jonathan hanya terdiam. Ingatanya masih tergiang kejadian yang menimpa Helena beberapa tahun silam. Helena meninggal karena pendarahan yang begitu hebat hingga, merenggut Nyawa dan Nyawa bayinya yang belum sempat melihat dunia. Sedangkan Abraham saat itu tak ada disisinya karena lagi mengikuti rapat penting di luar negeri.


Abraham menarik nafas dalam dalam dan menghempaskanya dengan sangat pelan.


"Aha........!!! ucap Abraham tersenyum lebar seolah olah Ia sudah menemukan solusi dari semua masalahnya.


Jonathan hanya mengeryitkan dahinya melihat tingkah aneh dari Abraham.


Abraham merogoh saku celananya dan mengeluarkan handoponenya dari dalam sana.

__ADS_1


Abraham memainkan layar Lcd mini itu dengan lincah. Setelah menemukan nama yang dicarinya, Abraham kemudian menekan tombol panggil. Abraham meletakkan benda pipih itu di ujung telinganya.


"Nak kau lagi dimana? ucap Abraham setelah panggilanya berhasil tersambungkan.


"Arthur lagi di kantor yah! tumben sepagi ini Ayah sudah menghubungi Arthur. Apa ada masalah atau, Ayah kangen dengan anak tampan Ayah ini" ucap Arthur sedikit bercanda pada Abraham.


"Semuanya benar Nak! Ayah kangen sekalian ada masalah sedikit. Apa kau mau membatu AyahMu ini" balas Abraham


"Katakanlah Ayah ! Bila Arthur bisa Arthur pasti akan membantu Ayah " balas Arthur.


"Begini Nak, ada rapat mendadak di singapura dan ini harus di ikuti oleh perusahan Kita. Sebenarnya Ayah ingin kesana tapi pikiran Ayah tidak fokus, mengingat IbuMu yang kini sedang hamil Tua. Jadi, Ayah harap Kau mau menggantikan Ayah untuk mengikuti rapat itu, Ayah mohon Nak kali ini saja soalnya hati Ayah benar benar gunda meninggalkan Ibumu" ucap Abraham sedikit memohon kepada Arthur.


"Tapi apa Arthur bisa menggantikan posisi Ayah disana! kemampuan Arthur khan tidak selevel dengan kemampuan Ayah" ucap Arthur yang sedikit kurang percaya diri.


"Baiklah kalau Ayah benar benar yakin kalau Arthur bisa tapi, biar paman Leon ikut bersamaKu" balas Arthur dari ujung telpon.


"Trimah kasih banyak Nak! dan kau boleh ajak Leon agar Ia bisa membantuMu disana " ucap Abraham.


"Sama sama Ayah! Kalau begitu Arthur kemas kemas dulu ya! Assalamu alaikum" ucap Arthur.

__ADS_1


"Waalakum salam" balas Abraham memutuskan sambungan mereka.


"Ah.....Akhirnya! Jo segera putar Arah kita kembali kemension." ucap Abraham memerintahkan Jonathan untuk berbalik arah.


"Baik.....! ucap Jonathan membanting istir mobilnya dan kembali ke Mension.


Tidak butuh waktu lama kini mobil mereka sudah memasuki halam Mension.


Setelah Jonathan mematikan mesin mobilnya. Abraham segera keluar dari dalam mobil dan berjalan cepat menuju arah pintu.


Perasaanya belum tenang sebelum melihat keberadaan Istrinya.


Tapi belum juga Ia menginjakkan kakinya kedalam mension tiba tiba Tubuhnya berbenturan dengan seorang pelayan yang sedang membawa tas berisi pakaian.


"Bi Kau mau kemana " ucap Abraham melihat Bi Mina terburu buru sambil membawah tas Maya berisi pakaianya.


"Maaf Tuan ...maaf Bibi tak segaja menabrak Tuan" ucap Bi Mini merasa tidak enak telah menabrak Abraham.


"Tidak apa apa Bi ! Coba jelasin Bibi mau kemana membawa tas milik Nyonya" ucap Abraham yang melihat Tas Maya yang ada di tangan Bibi mina saat itu.

__ADS_1


"A..anu tuan ........Nyonya......


👉like.......coment......vote.......


__ADS_2