
Ryo melangkah memasuku kediamanya dengan tubuh lesu kurang tenaga Ia menghempaskan tubuhnya diatas sofa.
Dari atas lantai dua Rita memandangi Ryo dengan seksama, Ada rasa kasihan dalam hatinya melihat anaknya uring uringan beberapa hari belakangan ini.
Rita menuruni tangga dengan hati hati sekali kemudian melangkah ke arah ruang tamu dimana Ryo sedang membaringkan tubuhnya di atas sofa.
"Ryo kemana saja kamu selama ini? Mommy jarang sekali belihatmu ada dirumah"Ucap Rita yang berdiri pas di hadapan Ryo yang sedang berbaring menutup matanya dengan satu pergelangan tanganya yang ditekuk membentuk siku.
Mendengan suara Mommynya Ryo kemudian mencoba membuka matanya setelah benar benar kesadaranya pulih Ryo bangkit dari tidurnya dengan malas dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
"Ryo dari Bar Mom menghilangkan stress" ucap Ryo sambil melipat kedua tanganya di depan dada.
"Stres kenapa lagi Ryo? Apa kau masih memikirkan anak durhaka itu? ucap Rita sambil mendudukkan bokongnya di samping Ryo.
"Namanya Arthur mom" ucap Ryo yang tidak terima anaknya di panggil Anak durhaka oleh Rita.
__ADS_1
"Terserah namanya siapa ibu tidak peduli yang penting sekarang kau pikirkan bagai mana caranya kita mengambil kembali harta milik keluarga kita dari tangan Maya" ucap Rita dengan sedikit memarahi Ryo.
"Mommy ini dipikiranya cuma harta dan harta saja ! Ternyata benar kata para READERS selama ini mengenai Mommy ! Ucap Ryo sambil menopang dagunya dengan tangan kananya.
Rita megerutkan dahinya yang memang sudah berkerut dan memelototkan matanya kearah Ryo.
"Coba katakan ! apa kata para READERS kepo itu tentang Mommy? ujar Rita yang begitu penasaran.
Ryo menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan pelan.
"Mereka megatai Mommy Mak lampirlah, Nenek peotlah, gila hartalah, nenek kejamlah dan lebih parahnya lagi salah seorang diantara mereka mengatai Mommy bau tanah" balas Ryo menatap mommynya.
"Mom semalam aku bertemu Viona di Bar sepertinya Ia sudah berganti profesi sekarang" ujar Ryo menatapi Rita yang sedang menikmati secangki kopi miliknya.
Dengan hati hati Rita meletakkan kembali cangkir kopinya diatas meja menatap kearah Ryo.
__ADS_1
"Maksud kamu profesi semacam Apa? ucap Rita sedikit penasaran .
"Menjadi kupu kupu malam" ucap Ryo santai.
Rita kembali melipat jidat keriputnya dan tersenyum sumrigah berita yang dibawah Ryo kali ini membuatnya girang.
"Ha ha .ha ..Rasain sekarang dia merasakan akibatnya, dulu merkelimpahan harta sekarang jadi gembel dan menjual tubuhnya untuk memuaskan laki laki hidung belang" Ucap Rita cengegesan .
"Tapi Ryo heran Mom! kenapa Dia tidak bersama lagi dengan Tua bangka itu" ucap Ryo
"Dengar dengar si Tua bangka itu keluar kota untuk memperdalam ilmu kebal! Makanya sekaran kamu harus hati hati dengan mereka pasti mereka ada niat balas dendam kepada keluarga kita karna sakit hati di terlantarkan" ucap Rita mengingatkan Ryo.
"Kebal bagai mana maksud Mommy ucap Ryo begitu penasarannya.
"Dengar dengar kebal terhadap benda tajam dan peluru! Ah pokoknya mulai sekarang kau harus berhati hati itu pesan mommy" ucap Rita sambil berdiri meninggalkan Ryo yang masih dalam tanda tanya besar.
__ADS_1
👉Hay Readers maaf lambat upnya karna menggarap novel yang satunya kalau ada waktu mampir ya di ANAK TERLANTAR DAN CEO DINGIN ditunggu ...
sekaran jangan lupa Bagi Vote , like , komen dan follow me ...makasih.