
Sepanjang malam itu keluarga kecil Ryo melewatinya dengan canda tawa.
Dengan kehadiran Arthur di keluarga itu, membuat suasana rumah yang dulunya hampa bagaikan tak berpenghuni kini, berwana di penuhi dengan kecerian.
"Nak, baiknya Kita tidur dulu. Besok kau mau jeguk Ibu dan adik adikMu di rumah sakit bukan?"Ucap Ryo menepuk punggung Arthur dan mengajaknya untuk tidur.
"Iya Ayah! Nek, paman Leon, Arthur pamit dulu ya besok kita lanjutin lagi canda tawanya" ucap Arthur berdiri dan mohon ijin untuk beristirahat.
"Iya Sayang! Jangan lupa berdoa kepada Tuhan sebelum tidur, agar Tuhan megirimkan malaikat untuk melindungiMu disaat kau sedang terlelap" balas Rita.
"Iya Nek! Kalau begitu kami duluan ya! Ayo Ayah" ucap Arthur menarik tangan Ryo menuju bilik mereka.
Ryo sengaja sekamar dengan Arthur agar Ia bisa membayar kebersamaan yang selama bertahun tahun hilang karna ke egoisannya.
"Nak kau tidurlah dulu, Ayah ada kerjaan sedikit yang harus Ayah selesaikan" ucap Ryo duduk di meja kerjanya sambil membuka layar laptopnya.
"Baiklah Ayah, tapi Ayah jangan begadang terlalu malam ingat umur hi hi hi! ucap Arthur sambil tertawa dan melangkah menuju pembaringan.
Setelsh kepergian Arthur ......
Ryo memainkan kaybord laptopnya dengan lincah, matanya yang tajam terus memandang ke arah layar laptop tanpa berkedip sedikit pun.
__ADS_1
beberapa akun dan situs sudah Ia buka tapi belum juga Ia dapat apa yang Ia cari.
"Semua akun dan situs tentang dirinya sudah lama tidak aktif! Kau bukan Dia lalu siapa? Apa Aku salah melihat orang atau Ia memiliki kembaran yang selama ini kami tidak mengetahuinya" ucap Ryo sambil menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi kerjanya dan mendogakkan kepalanya memandang langit langit kamar.
Lama Ryo terdiam disana. Hingga matanya mulai mengantuk.
Ryo bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah pembaringan, dimana Arthur sedang tertidur pulas disana.
Ryo menarik selimut dan menyelimuti tubuh putranya.
Ryo kemudian mengusap lembut kepala Arthur sembari berbisik di telinganya.
"Nak Ayah menyayangiMu! bermimpilah yang indah indah saja, Ayah akan selalu menjagaMu disaat Kau tertidur ataupun kau terjaga" ucap Ryo sembari mencium kening Arthur.
Ryo naik diatas pembaringan dan menidurkan tubuhnya di samping putranya.
Nampak pria itu sedang mengucap sesuatu sebelum matanya benar benar tertidur dan membawahnya kealam mimpinya.
Pagi pun tiba. Matahari yang sedari tadi malu malu menampakkan wajahnya dibalik awan kini, sudah naik menyidari mayapada.
Hewan pagi saling bersautan menyambut datangnya pagi itu.
__ADS_1
Arthur yang sudah tidak sabar lagi bertemu dengan kedua adik kembarnya kini, sudah terlihat rapi di depan cermin.
"Ayah cepatan keburu si kembar tertidur" ucap Arthur yang sedari tadi mondar mandir di depan cermin menunggui Ryo yang sedang melakukan ritual mandinya.
"Iya Sabar Nak! sebentar lagi, masa ke rumah sakit tidak gosok gigi" balas Ryo dari dalam kamar mandi.
Tidak lama kemudian Ryo pun keluar dari bilik kamar mandi dan sudah tak mendapati Arthur dalam bilik itu.
"Kemana anak itu! Iya menuruni sifatKu yang tidak sabaran" ucap Ryo sambil memakai pakaianya dengan tergesa gesa sekali.
Tidak lama kemudia Ryo keluar dari biliknya dan melangkah ke ruang makan hingga, menemukan Arthur dan Rita sedang bercanda gurau disana.
"Ternyata Kau ada disi! Ayah kira Kau meninggalkan Ayah dan pergi sendiri menemui Ibu dan adik adikMu di rumah sakit" ucap Ryo sambil mendudukkan tubuhnya diatas kursi.
"Mana mungkin Arthur meninggalkan Ayah. Arthur kah sudah berjanji tidak akan keluar kemana mana kalau tidak dengan Ayah" balas Arhur sembali tersenyum kepada Ryo.
"Anak pintar" balas Ryo sambil mengacak acak rambut milik Arthur.
"Ais Ayah ! berantakan kah! " ucap Arthur protes karna rambut rapinya diacak acak oleh Ryo.
__ADS_1
"Kalian berdua ini seperti amplop dan prangko tidak bisa di pisahkan! Ayo makan cepat, sebelum makananya dingin" ucap Rita sambil mengisikan nasi dan lauk kedalam piring mereka berdua.
*tetap beri like coment ,vote dan rate bintang 5 ya mskasih.